YouTube Facebook Twitter RSS
20 Sep 2018, 0

Hukum

Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji

Thursday, 09 August 2018 | View : 52

siarjustisia.com-PONTIANAK.

508 preman di berbagai wilayah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) diamankan oleh tim Resmob Kalimantan Barat selama periode 6 Juli-6 Agustus 2018. 151 di antaranya ditahan termasuk Sekar Ramaputra (34 tahun), penganiaya penjaga toko arloji di Pontianak, Sudiwino (36 tahun).

Sekar Ramaputra (34 tahun) diringkus oleh tim Resmob Polda Kalbar. Penahanan ini terkait aksi pemukulannya kepada penjaga toko arloji, Sudiwino (36 tahun) di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Keterangan diperoleh, kasus pemukulan itu sendiri menjadi ramai di publik. Video pemukulan menyebar luas. Kasus penganiayaan itu jadi viral di tengah warga Pontianak, lantaran rekaman video CCTV berdurasi hampir 1 menit itu diunggah ke media sosial. Apalagi, pelaku mengenakan kaos 2019 Ganti Presiden. Tapi yang lebih menjadi sorotan, kaus #2019GantiPresiden yang dikenakan Sekar Ramaputra yang membuat publik heboh.

Peristiwa itu, terjadi Rabu (1/8/2018).

Ditreskrimum Polda Kalbar, merespons. Kapolda Kalbar Irjen Pol. Drs. Didi Haryono, S.H., M.H. yang mendapat laporan dari masyarakat segera memerintahkan anak buahnya bergerak mencari pria pemukul penjaga toko arloji. Sekar Ramaputra akhirnya diciduk di rumahnya di Pontianak. Pelaku, Sekar Ramaputra, ditangkap pada Senin (6/8/2018) dini hari, di rumahnya. Tidak ada perlawanan Sekar Ramaputra saat diciduk kepolisian. "Tim Resmob Polda Kalbar menginterogasi pelaku dan akhirnya mengakui bahwa dia menganiaya korban," jelas mantan Dir Intelkampol Mabes Polri pada tahun 1994, Irjen Pol. Drs. Didi Haryono, S.H., M.H. Penangkapan sendiri dilakukan pukul 03.00 WIB.

Beberapa petugas Resmob berpakaian preman mengetuk pintu rumah Sekar Ramaputra. Dan pelaku sendiri yang membukakan pintu. "Pelaku menyesali perbuatannya," tandas mantan Kabag Wassendak Dit IPP Polda Irja, Irjen Pol. Drs. Didi Haryono, S.H., M.H.

Tapi nasi sudah menjadi bubur. Sekar Ramaputra yang mengaku emosi karena merasa tak dihargai saat menanyakan harga arloji, tetap ditahan.

"Latar belakang kejadian akibat percakapan yang diawali tawar menawar harga jam tangan," beber mantan Kabagstandar Rowabprof DivPropam Polri pada tahun 2011, Irjen Pol. Drs. Didi Haryono, S.H., M.H.

"Pelaku masuk ke dalam toko arloji, lokasinya di Jalan Hasanudin Pontianak. Jadi, pelaku melakukan tawar menawar harga jam tangan," papar Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Didi Haryono, S.H., M.H., di MaPolda Kalimantan Barat, di Jl. Ahmad Yani, Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (9/8/2018).

Namun, dalam proses tawar menawar, pelaku merasa tersinggung dengan kata-kata penjual. Sehingga pelaku memukul dengan menggunakan tangan kosong. "Pelaku merasa tersinggung dengan kata kata korban tentang harga jam tangan," sambung mantan Kaor Binops Polres Nias Polda Sumut pada tahun 1986 tersebut.

"Itu mengakibatkan luka lebam di wajah (korban), dan korban melapor," tutur mantan Kapolsek Prapat Danau Toba Polda Sumut, Irjen Pol. Drs. Didi Haryono, S.H., M.H.

Mantan Kapolres Kapuas Hulu Polda Kalbar, Irjen Pol. Drs. Didi Haryono, S.H., M.H. tidak menampik kejadian itu memang viral di tengah masyarakat. "Kasus ini viral di media sosial, dan menjadi perhatian publik. Tim Polda melakukan pengungkapan, dan penangkapan tersangka, SR. Sekarang dalam proses sidik," tegas mantan Irwasda Polda Kalbar pada tahun 2014, Irjen Pol. Drs. Didi Haryono, S.H., M.H.

Sekar Ramaputra dibawa ke MaPolda Kalbar dengan barang bukti baju dan juga video cctv. "Tersangka dikenakan Pasal 351 KUHP," ungkap mantan Irwasda Polda Banten pada tahun 2012, Irjen Pol. Drs. Didi Haryono, S.H., M.H.

Pengungkapan kasus penganiayaan penjaga toko jam itu salah satu dari 595 kegiatan pemberantasan premanisme di Kalimantan Barat, selama sebulan terakhir. "Mulai dari kegiatan parkir liar, pemalakan, miras, pungli, sajam, pencurian, penganiayaan dan lain lain," ujar mantan Kabid Humas Polda Kalbar, Irjen Pol. Drs. Didi Haryono, S.H., M.H.

Hasilnya, dari 595 kegiatan, ada 508 orang dilakukan pembinaan, dan 151 orang ditetapkan sebagai tersangka, dan dilakukan proses sidik. "Penegakan hukum, dilakukan secara tegas terhadap para pelaku premanisme yang termasuk dalam ranah pidana. Sedangkan bagi pelaku-pelaku premanisme lainnya, dilakukan pembinaan dan pendataan," pungkas mantan WaKapolda Kepri pada tahun 2016, Irjen Pol. Drs. Didi Haryono, S.H., M.H.

See Also

KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.612.366 Since: 07.04.14 | 0.6218 sec