YouTube Facebook Twitter RSS
12 Dec 2018, 0

Hukum

KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri

Tuesday, 18 September 2018 | View : 140

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah salah satu orang terkaya di Indonesia, bos Borneo Lumbung Energi, Samin Tan untuk bepergian ke luar negeri. Pencegahan ini dilakukan KPK terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 yang menjerat mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Eni Maulani Saragih dan mantan Sekjen Partai Golongan Karya (Golkar) Dr. Drs. M. Idrus Marham, M.Sc. 

"Dilakukan pencegahan ke luar negeri untuk enam bulan ke depan terhadap saksi Samin Tan dari pihak swasta," kata Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (17/9/2018).

Febri Diansyah menyatakan, pencegahan ini dilakukan lantaran tim penyidik masih membutuhkan keterangan Samin Tan dalam mengusut sengkarut kasus suap proyek PLTU Riau-1. Dengan pencegahan ini, Samin Tan dipastikan berada di Indonesia saat tim penyidik membutuhkan keterangannya.

"Pencegahan ke luar negeri dilakukan untuk membantu proses penyidikan agar saat dibutuhkan keterangan saksi yang bersangkutan tidak sedang berada di luar negeri," kata Febri Diansyah.

Nama Samin Tan bukanlah nama baru dalam bisnis sektor energi, minyak dan batu bara. Dengan perusahaan utama PT. Borneo Lumbung Energy, Samin Tan bahkan tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2011 dengan kekayaan 940 juta dolar atau di peringkat ke-28. Belum diketahui secara pasti kaitan Samin Tan dengan kasus suap proyek PLTU Riau-1. Namun, Samin Tan diduga mengetahui banyak hal mengenai sengkarut kasus ini hingga membuatnya dicegah bepergian ke luar negeri.

Dalam mengusut kasus ini, tim penyidik memeriksa Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono dan Dirut Pertamina, Nicke Widyawati. Dalam pemeriksaan terhadap Bambang, tim penyidik mengklarifikasi sejumlah hal. Salah satunya mengenai peran Eni Maulani Saragih dalam mengurus proyek PLTU Riau-1.

Sementara untuk Nicke, pemeriksaan hari ini merupakan penjadwalan ulang dari pemeriksaan yang seharusnya dilakukan pada Senin (3/9/2018) lalu. Nicke diperiksa lantaran pernah menjabat Direktur Perencanaan PLN. Untuk itu, dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar Nicke mengenai proses perencanaan proyek PLTU Riau-1.

"Kami juga mengklarifikasi adanya dugaan pertemuan antara saksi dengan tersangka EMS (Eni Maulani Saragih) sebelumnya pada proses perencanaan proyek PLTU Riau-1 itu," pungkas Febri Diansyah. (bs)

See Also

KPK Tetapkan Mantan Pejabat Kemendagri Tersangka Korupsi 2 Gedung IPDN
KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
Kapolri Kukuhkan Polda DIY Jadi Tipe A
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.079.190 Since: 07.04.14 | 0.6011 sec