YouTube Facebook Twitter RSS
22 May 2019, 0

Hukum

KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri

Tuesday, 18 September 2018 | View : 194

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah salah satu orang terkaya di Indonesia, bos Borneo Lumbung Energi, Samin Tan untuk bepergian ke luar negeri. Pencegahan ini dilakukan KPK terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 yang menjerat mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Eni Maulani Saragih dan mantan Sekjen Partai Golongan Karya (Golkar) Dr. Drs. M. Idrus Marham, M.Sc. 

"Dilakukan pencegahan ke luar negeri untuk enam bulan ke depan terhadap saksi Samin Tan dari pihak swasta," kata Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (17/9/2018).

Febri Diansyah menyatakan, pencegahan ini dilakukan lantaran tim penyidik masih membutuhkan keterangan Samin Tan dalam mengusut sengkarut kasus suap proyek PLTU Riau-1. Dengan pencegahan ini, Samin Tan dipastikan berada di Indonesia saat tim penyidik membutuhkan keterangannya.

"Pencegahan ke luar negeri dilakukan untuk membantu proses penyidikan agar saat dibutuhkan keterangan saksi yang bersangkutan tidak sedang berada di luar negeri," kata Febri Diansyah.

Nama Samin Tan bukanlah nama baru dalam bisnis sektor energi, minyak dan batu bara. Dengan perusahaan utama PT. Borneo Lumbung Energy, Samin Tan bahkan tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2011 dengan kekayaan 940 juta dolar atau di peringkat ke-28. Belum diketahui secara pasti kaitan Samin Tan dengan kasus suap proyek PLTU Riau-1. Namun, Samin Tan diduga mengetahui banyak hal mengenai sengkarut kasus ini hingga membuatnya dicegah bepergian ke luar negeri.

Dalam mengusut kasus ini, tim penyidik memeriksa Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono dan Dirut Pertamina, Nicke Widyawati. Dalam pemeriksaan terhadap Bambang, tim penyidik mengklarifikasi sejumlah hal. Salah satunya mengenai peran Eni Maulani Saragih dalam mengurus proyek PLTU Riau-1.

Sementara untuk Nicke, pemeriksaan hari ini merupakan penjadwalan ulang dari pemeriksaan yang seharusnya dilakukan pada Senin (3/9/2018) lalu. Nicke diperiksa lantaran pernah menjabat Direktur Perencanaan PLN. Untuk itu, dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar Nicke mengenai proses perencanaan proyek PLTU Riau-1.

"Kami juga mengklarifikasi adanya dugaan pertemuan antara saksi dengan tersangka EMS (Eni Maulani Saragih) sebelumnya pada proses perencanaan proyek PLTU Riau-1 itu," pungkas Febri Diansyah. (bs)

See Also

Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
KPK Periksa GM Adhi Karya
KPK Tetapkan Direktur PT. Krakatau Steel Tersangka Suap
KPK Amankan 6 Orang Dalam OTT Krakatau Steel
KPK OTT Direktur Produksi Dan Teknologi PT. Krakatau Steel
KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.832.083 Since: 07.04.14 | 0.5568 sec