YouTube Facebook Twitter RSS
12 Dec 2018, 0

Hukum

Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap

Tuesday, 18 September 2018 | View : 152

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita uang ratusan juta Rupiah di kasus korupsi massal DPRD Sumatera Utara (Sumut). KPK kembali menerima pengembalian uang suap terkait perkara yang menjerat mantan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho. Uang senilai jutaan rupiah itu disita dari salah satu tersangka yang merupakan anggota DPRD Sumut.

"Penyidik kemarin menyita uang sebesar Rp 200 juta dari salah satu tersangka Anggota DPRD Sumut," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (18/9/2018).

Namun, Febri Diansyah tidak menyebut nama tersangka yang mengembalikan duit itu. Untuk hari ini, KPK memeriksa 6 orang berkaitan dengan perkara tersebut.

Kasus suap DPRD Sumatera Utara ini menyebabkan 38 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 jadi tersangka. Ke-38 orang itu diduga menerima suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho senilai Rp 300-350 juta per orangnya.

Dalam kasus ini, KPK menduga 38 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 menerima uang dari Gatot Pujo Nugroho ketika menjabat Gubernur Sumut. Besaran duit yang diterima Rp 300-350 juta. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 38 tersangka. Ke-38 orang itu diduga menerima suap dari Gatot terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut tahun 2015.

Dalam perkara ini, ada 21 orang yang sudah ditahan KPK, salah satunya Musdalifah. KPK kembali menahan tiga orang tersangka dugaan suap anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) 2009-2014, Musdalifah. Sehingga total ada 21 tersangka yang sudah ditahan.

Musdalifah menjadi tersangka ke-19 yang ditahan KPK. Dia akan ditahan selama 20 hari ke depan. "Ditahan 20 hari pertama di Rutan Polres Jaktim," kata Kabiro Humas Febri Diansyah KPK kepada wartawan, Senin (27/8/2018).

Musdalifah bungkam saat keluar dari Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. Mengenakan rompi tahanan berwarna oranye, Musdalifah hanya tersenyum sambil masuk ke mobil tahanan.

Seperti dikabarkan sebelumnya, KPK menangkap Musdalifah setelah 2 kali mangkir dari panggilan KPK. Dia diringkus di Medan. "KPK melakukan penangkapan terhadap satu orang tersangka mantan Anggota DPRD Sumut, MDH (Musdalifah) pada pukul 17.30 WIB, Minggu (26/8) di Medan. Dalam proses penangkapan sempat terjadi perlawanan terhadap penyidik yang bertugas," ucap Febri Diansyah.

Selain itu ada dua orang lain yang akan ditahan lagi yakni Rahmianna Delima Pulungan dan DTM Abdul Hasan Maturidi. Rahmianna akan ditahan di Rutan Cabang KPK di Kav K-4, sementara Abdul Hasan ditahan di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur.

Rahmianna Delima Pulungan keluar dari Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan dengan mengenakan rompi oranye pada pukul 17.30 WIB.

Sementara itu, DTM Abdul Hasan Maturidi keluar dari Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan pukul 17.50 WIB.

DTM Abdul Hasan Maturidi mengatakan akan menanggung risiko atas perbuatan yang dilakukannya. Dia juga menyatakan tak akan melakukan upaya praperadilan atas penahanan dirinya. "Terima kasih. KPK profesional untuk DPRD Sumatera Utara. Saya menanggung risiko dari sikap dan perilaku saya. KPK harus selamatkan anak bangsa ini," ujar Abdul Hasan. "Nggak, nggak (praperadilan). Kenapa kita praperadilan? Salah itu," imbuhnya.

KPK berharap anggota DPRD Sumut yang dipanggil bersikap kooperatif dengan memenuhi panggilan. Sampai saat ini, dilakukan penahanan terhadap 21 dari 38 orang tersangka.

18 orang yang telah ditahan sebelumnya:

1. Rijal Sirait (RST)
2. Rinawati Sianturi (RSI)
3. Rooslynda Marpaung (RMP)
4. Fadly Nurzal (FN)
5. Sonny Firdaus (SF)
6. Muslim Simbolon (MSI)
7. Helmiati (HEI)
8. Mustofawiyah (MSH)
9. Tiaisah Ritonga (TIR)
10. Arifin Nainggolan (ANN)
11. Elezaro Duha (ELD)
12. Tahan Manahan Pangabean (TMP)
13. Passiruddin Daulay (PD)
14. Biller Pasaribu (BPU)
15. John Hugo Silalahi (JHS)
16. Richard Eddy Marsaut (REM)
17. Syafrida Fitrie (SFE)
18. Restu Kurniawan Sarumaha (RKS) (det/jos)

See Also

KPK Tetapkan Mantan Pejabat Kemendagri Tersangka Korupsi 2 Gedung IPDN
KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
Kapolri Kukuhkan Polda DIY Jadi Tipe A
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.079.211 Since: 07.04.14 | 0.4543 sec