YouTube Facebook Twitter RSS
22 Oct 2018, 0

Hukum

Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap

Tuesday, 18 September 2018 | View : 67

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita uang ratusan juta Rupiah di kasus korupsi massal DPRD Sumatera Utara (Sumut). KPK kembali menerima pengembalian uang suap terkait perkara yang menjerat mantan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho. Uang senilai jutaan rupiah itu disita dari salah satu tersangka yang merupakan anggota DPRD Sumut.

"Penyidik kemarin menyita uang sebesar Rp 200 juta dari salah satu tersangka Anggota DPRD Sumut," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (18/9/2018).

Namun, Febri Diansyah tidak menyebut nama tersangka yang mengembalikan duit itu. Untuk hari ini, KPK memeriksa 6 orang berkaitan dengan perkara tersebut.

Kasus suap DPRD Sumatera Utara ini menyebabkan 38 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 jadi tersangka. Ke-38 orang itu diduga menerima suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho senilai Rp 300-350 juta per orangnya.

Dalam kasus ini, KPK menduga 38 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 menerima uang dari Gatot Pujo Nugroho ketika menjabat Gubernur Sumut. Besaran duit yang diterima Rp 300-350 juta. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 38 tersangka. Ke-38 orang itu diduga menerima suap dari Gatot terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut tahun 2015.

Dalam perkara ini, ada 21 orang yang sudah ditahan KPK, salah satunya Musdalifah. KPK kembali menahan tiga orang tersangka dugaan suap anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) 2009-2014, Musdalifah. Sehingga total ada 21 tersangka yang sudah ditahan.

Musdalifah menjadi tersangka ke-19 yang ditahan KPK. Dia akan ditahan selama 20 hari ke depan. "Ditahan 20 hari pertama di Rutan Polres Jaktim," kata Kabiro Humas Febri Diansyah KPK kepada wartawan, Senin (27/8/2018).

Musdalifah bungkam saat keluar dari Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. Mengenakan rompi tahanan berwarna oranye, Musdalifah hanya tersenyum sambil masuk ke mobil tahanan.

Seperti dikabarkan sebelumnya, KPK menangkap Musdalifah setelah 2 kali mangkir dari panggilan KPK. Dia diringkus di Medan. "KPK melakukan penangkapan terhadap satu orang tersangka mantan Anggota DPRD Sumut, MDH (Musdalifah) pada pukul 17.30 WIB, Minggu (26/8) di Medan. Dalam proses penangkapan sempat terjadi perlawanan terhadap penyidik yang bertugas," ucap Febri Diansyah.

Selain itu ada dua orang lain yang akan ditahan lagi yakni Rahmianna Delima Pulungan dan DTM Abdul Hasan Maturidi. Rahmianna akan ditahan di Rutan Cabang KPK di Kav K-4, sementara Abdul Hasan ditahan di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur.

Rahmianna Delima Pulungan keluar dari Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan dengan mengenakan rompi oranye pada pukul 17.30 WIB.

Sementara itu, DTM Abdul Hasan Maturidi keluar dari Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan pukul 17.50 WIB.

DTM Abdul Hasan Maturidi mengatakan akan menanggung risiko atas perbuatan yang dilakukannya. Dia juga menyatakan tak akan melakukan upaya praperadilan atas penahanan dirinya. "Terima kasih. KPK profesional untuk DPRD Sumatera Utara. Saya menanggung risiko dari sikap dan perilaku saya. KPK harus selamatkan anak bangsa ini," ujar Abdul Hasan. "Nggak, nggak (praperadilan). Kenapa kita praperadilan? Salah itu," imbuhnya.

KPK berharap anggota DPRD Sumut yang dipanggil bersikap kooperatif dengan memenuhi panggilan. Sampai saat ini, dilakukan penahanan terhadap 21 dari 38 orang tersangka.

18 orang yang telah ditahan sebelumnya:

1. Rijal Sirait (RST)
2. Rinawati Sianturi (RSI)
3. Rooslynda Marpaung (RMP)
4. Fadly Nurzal (FN)
5. Sonny Firdaus (SF)
6. Muslim Simbolon (MSI)
7. Helmiati (HEI)
8. Mustofawiyah (MSH)
9. Tiaisah Ritonga (TIR)
10. Arifin Nainggolan (ANN)
11. Elezaro Duha (ELD)
12. Tahan Manahan Pangabean (TMP)
13. Passiruddin Daulay (PD)
14. Biller Pasaribu (BPU)
15. John Hugo Silalahi (JHS)
16. Richard Eddy Marsaut (REM)
17. Syafrida Fitrie (SFE)
18. Restu Kurniawan Sarumaha (RKS) (det/jos)

See Also

Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.803.077 Since: 07.04.14 | 0.6427 sec