YouTube Facebook Twitter RSS
20 Aug 2019, 0

Internasional

Mantan PM Malaysia Ditahan

Wednesday, 19 September 2018 | View : 227

siarjustisia.com-KUALA LUMPUR.

Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) yang adalah lembaga Komisi Anti-Korupsi Malaysia akhirnya resmi menangkap dan menahan mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato' Sri Haji Mohammad Najib bin Tun Haji Abdul Razak atau lebih dikenal dengan nama Najib Razak pada hari Rabu (19/9/2018) petang sebagai tersangka dalam kasus pencucian uang lembaga keuangan pemerintah 1 Malaysia Development Berhad (1MDB).

"Komisi Anti-Korupsi Malaysia telah menahan mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak sehubungan dengan kasus yang menarik perhatian masyarakat dan negara lain, yaitu kasus 1MDB yang terkait dengan transfer uang 2,6 miliar ringgit atau sekitar Rp 9,3 triliun ke rekening pribadinya," kata komisi dalam pernyataan resminya yang diterima CNBC.

Komisi akan bekerjasama dengan Kepolisian Malaysia untuk memeriksa Najib Razak pada hari Kamis (20/9/2018) pagi sebelum dia disidang di Mahkamah Kuala Lumpur pada sore harinya.

Mantan PM Malaysia tersebut, Najib Razak sudah pernah ditangkap dan disidang pada awal Juli lalu karena kasus yang sama. Saat itu, dia mengaku tidak bersalah atas tiga tuduhan pelanggaran kepercayaan dan satu tuduhan penyalahgunaan kekuasaan terkait transaksi mencurigakan dari SRC International, bekas unit 1MDB, ke rekening pribadinya.

Namun, dana yang diduga mengalir dari SRC International ke rekening pribadi Najib hanyalah sebagian dari jumlah total yang diduga disalahgunakan dari 1MDB. Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengatakan lebih dari US$ 4,5 miliar atau sekitar Rp 66,9 triliun disedot dari 1MDB.

SRC adalah fokus awal dari para penyidik Malaysia karena semua transaksi mencurigakan yang melibatkan perusahaan itu dilakukan lewat entitas Malaysia. Lain halnya dengan transaksi lain terkait 1MDB yang dilakukan melalui berbagai bank dan perusahaan asing.

Sejak kekalahan mengejutkannya dalam pemilu Malaysia bulan Mei lalu, Najib Razak telah dilarang oleh pemerintah untuk meninggalkan negara itu, ditanyai oleh komisi antikorupsi, dan rumah miliknya serta keluarganya telah digeledah terkait korupsi 1MDB.

Didirikan oleh Najib Razak pada 2009, kasus 1MDB saat ini sedang diselidiki di enam negara atas dugaan pencucian uang dan penyuapan. (cnbc)

See Also

Presiden AS Harap Presiden China Temui Pendemo Hong Kong
Hong Kong Menghangat
Uskup Melbourne Peter Comensoli Pilih Masuk Penjara Dibanding Bocorkan Pengakuan Dosa Jemaat
Survei Sebut Advokat Australia Dan Selandia Baru Alami Kecemasan Dan Depresi
Jerman Bersiap Dihantam Gelombang Panas
Perempuan Lempar Telur Ke PM Australia Dihukum Kerja Sosial 18 Bulan
Kelompok Triad Hong Kong Diduga Terlibat Penyerbuan Stasiun MRT Yuen Long
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Michelle Obama Terpilih Sebagai Wanita Paling Dikagumi Di Dunia
Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.267.905 Since: 07.04.14 | 0.6218 sec