YouTube Facebook Twitter RSS
19 Aug 2019, 0

Ekonomi

Presiden Joko Widodo Bagikan Puluhan Ribu Sertifikat Tanah Di Depok

Thursday, 27 September 2018 | View : 155

siarjustisia.com-JAKARTA.

Usai menghadiri Rapimnas Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Pondok Gede, Jakarta Timur, Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi bertolak ke kawasan Depok, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) membagikan 30.000 sertifikat kepada warga Kota Depok, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Penyerahan 30.000 sertifikat itu dilakukan di Lapangan Pemancar RRI, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis (27/9/2019). Kedatangan Kepala Negara Jokowi disambut oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Dr. Sofyan A. Djalil, S.H., M.A., M.ALD., Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum, S.E., serta Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad.

Kehadiran Jokowi disambut meriah oleh warga Depok. Banyak yang mendekat untuk bersalaman dan foto bersama Jokowi. 

Dia juga sempat berdialog singkat ke warga penerima sertifikat. "Itu sertifikatnya dijaga jangan sampai hilang dan rusak," kata Jokowi.

Tak lama setah itu, acara kemudian dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lalu, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan A. Djalil menyampaikan laporan.

Dalam sambutannya, Jokowi menyinggung soal keberagaman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Presiden berpesan agar sertifikat tanah dimanfaatkan untuk hal-hal produktif dan bukan sebaliknya.

Presiden mengatakan, sertifikat tanah merupakan bukti hak milik atas tanah yang tidak dapat diakui oleh orang lain. Dengan kepemilikan sertifikat Presiden Jokowi berharap tidak adalagi kasus sengketa tanah.

"Untuk Kota Depok hari ini kami bagikan 30.000 sertifikat tanah. Semoga sertifikat ini dapat dimanfaatkan untuk hal-hal produkif," kata Jokowi di hadapan 4.000 warga Depok yang hadir di Lapangan Pemancar RRI, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kamis (27/9/2018).

Lebih lanjut Presiden Jokowi menuturkan, sertifikat yang telah dimiliki jangan hanya buat gaya-gayaan semata. Sertifikat kemudian disekolahkan ke bank dan dapat uang kemudian uangnya digunakan untuk membeli mobil.

"Ini salah. Nanti enam bulan mobilnya diambil dealer. Sertifikatnya diambil bank. Akan lebih baik jika uangnya untuk buka usaha. Nanti bisa beli mobil dari hasil buka usaha tersebut," papar Jokowi yang sebelum berkarir di bidang politik terkenal sebagai pengusaha mebel.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, percepatan pemilikan sertifikat ini merupakan program yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat yang sudah dimulai sejak 2017.

"Bayangkan saja jika tidak ada percepatan seperti ini maka dalam satu tahun hanya 500-600 ribu sertifikat terealisasi. Saat ini baru terealisasi 80 ribu bidang. Untuk memenuhi 126 juta bidang maka dibutuhkan 160 tahun agar setiap orang di seluruh Indonesia dapat memiliki sertifikat. Siapa yang mau menunggu selama itu? Tentu tidak, kan," ujar Jokowi yang disambut tepuk tangan dari para penerima sertifikat.

Dipaparkan Presiden, pada tahun 2015 telah tercapai 9.674.900 sertifikat tanah, pada 2016 sebanyak 1.168.096 sertifikat tanah dan pada tahun 2017 sebanyak 5.401.950 sertifikat tanah.

"Tahun ini targetnya 7 juta sertifikat tanah kami bagikan. Tahun depan sembilan juta sertifikat tanah. Caranya bagaimana? Ya saya serahkan kepada Pak Menteri Agraria dan Tata Ruang bagaimana untuk mencapai target tersebut. Namanya kerja ya harus ada target. Harus dikejar kejar. Kalau nggak ya enak banget tho," papar Jokowi yang disambut tawa warga Depok.

Presiden kemudian secara simbolik menyerahkan sertifikat tanah kepada 12 warga Depok. Diantaranya merupakan warga Kelurahan Cimpaeun, Kelurahan Duren Mekar.

Sebelum menaiki podium, Jokowi lebih dulu berkeliling menyalami para warga yang menerima sertifikat. Warga pun antusias berebut salaman dengan Jokowi. Tak lupa mereka juga meminta kesediaan RI 1 itu untuk ber- swa foto.

Mantan Wali Kota Solo ini juga mengadakan kuis berhadiah sepeda. Presiden Jokowi juga memanggil dua orang warga maju ke depan untuk menjawab pertanyaan seputar kondisi demografis Indonesia. Ada dua orang yang maju ke panggung untuk menjawab kuis Jokowi yakni Sigit dan Hindun. Kuis itu berisi pertanyaan mengenai seperti nama-nama pulau dan suku bangsa yang ada di Indonesia.

Saat dimintai sepeda oleh warga, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa ia tak membawa sepeda lantaran saat ini sedang masuk masa kampanye. "Tadi sudah tanya KPU katanya nggak apa apa. Saya nggak tahu bawa sepeda nggak? Nggak bawa sepeda tapi nanti saya kirimlah sepedanya. Nanti ya sepedanya dikirim saja. Tolong nanti alamatnya dicatat saja ya," pesan Presiden Jokowi.

See Also

Bursa Asia Di Zona Positif
Bursa Asia Berguguran
The Fed Siap Buyback Jika China Lepas Obligasi AS
TNI Ajak Warga Untuk Beternak Sapi
TNI Dorong Warga Sasaran TMMD Budidaya Blewah
Dipelopori TNI, Penghijauan Di Desa Sasaran TMMD Menggeliat
TNI Kodim 0716/Demak Juga Benahi Saluran Irigasi Di Desa TMMD
Camilan Khas Kalikondang Kenangan Bagi Satgas TMMD
Penjual Blewah Juga Meraup Rejeki Di TMMD Kalikondang
Satgas TMMD Beri Kursus Fotografi Kepada Warga
Berbagi Ilmu Tanaman Di Lokasi TMMD Kalikondang
Pelangsiran Anyaman Besi Hantarkan Kesejahteraan Warga
Jepang Hapus Daftar Putih Negara Korea Selatan Tujuan Ekspor
Harga Emas Melemah
Harga Minyak Anjlok
Bursa Asia Dan Eropa Menguat
Harga Emas Terpangkas
Wall Street Melemah
Bursa Asia Ditutup Tergerus
Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Bervariasi
Bursa Asia Bervariasi
Wall Street Menguat
10 Maskapai Penerbangan Terbaik Di Dunia Tahun 2019
Boeing Tak Terima Pesanan Pesawat Sejak April 2019
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.261.841 Since: 07.04.14 | 0.6296 sec