YouTube Facebook Twitter RSS
22 Sep 2019, 0

Internasional

Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili

Thursday, 27 September 2018 | View : 279
Tags : Singapura

siarjustisia.com-JAKARTA.

Seorang imigrasi Singapura diadili karena menerima gratifikasi seks dari dua perempuan asal Negeri Tirai Bambu, China. Suap seks itu diberikan sebagai imbalan karena membantu dua wanita itu memperpanjang visa mereka.

Kasus korupsi semacam ini tergolong langka di Singapura yang dikenal akan citra birokrasinya yang 'bersih'. Seperti dilansir AFP, Kamis (27/9/2018), pejabat imigrasi yang diadili itu disebut bernama Chin Peng Sum (51 tahun). Chin Peng Sum yang berpangkat Sersan Kepala ini merupakan pejabat pada Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan Singapura (ICA).

Dalam kasus ini, Chin Peng Sum diduga telah menerima seks sebagai suap dari sejumlah wanita asing, sebagai imbalan untuk memastikan visa kunjungan wanita-wanita itu di Singapura diperpanjang.

Chin Peng Sum juga dituduh melanggar Official Secrets Act dengan memberikan bocoran kepada dua perempuan asal China tersebut soal penggerebekan yang akan digelar. Menurut badan antikorupsi Singapura, Biro Investigasi Tindak Korupsi (CPIB), aksi Chin itu membuat wanita-wanita China itu terhindar dari penangkapan juga pelanggaran hukum 'terkait imigrasi'.

Tidak hanya itu, Chin Peng Sum juga dituduh menghalangi penegakan hukum dengan menghapus pesan-pesan singkat antara dirinya dengan kedua wanita itu.

"Ini merupakan pelanggaran hukum serius bagi pejabat publik untuk bertindak demi kepentingan mereka sendiri dan memanfaatkan jabatan mereka untuk mendapatkan keuntungan korup," sebut Biro Investigasi Tindak Korupsi Singapura.

Singapura yang sangat tegas dan ketat terhadap praktik korupsi ini, secara konsisten masuk dalam daftar negara-negara yang minim korupsi di dunia. Gaji para pegawai pemerintahan di Singapura tergolong yang tertinggi di dunia, yang memang disengaja demi menangkal korupsi.

Namun, beberapa kasus korupsi tetap muncul. Salah satunya kasus tahun 2013, saat seorang mantan Kepala Pasukan Pertahanan Sipil yang mengawasi dinas darurat bernama Peter Lim dinyatakan bersalah atas pidana korupsi dalam kasus seks untuk kontrak.

Mantan pejabat tinggi pertahanan Singapura tersebut akhirnya divonis 6 bulan penjara dan dibui selama 6 bulan atas kasus gratifikasi seks. Pria berusia 53 tahun ini dinyatakan bersalah menerima jasa seks dari seorang eksekutif wanita perusahaan rekanan.

Peter Lim yang merupakan mantan kepala Departemen Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) ini, dianggap telah merusak citra pelayanan publik dengan terlibat dalam tindak pidana korupsi. Hakim Hamidah Ibrahim yang menangani perkara ini, menolak segala pembelaaan yang dilontarkan pihak Peter Lim.

"Sikap tanpa kompromi harus digunakan dalam melawan semua pelaku korupsi tanpa memandang posisi mereka," ujar Hakim Hamidah Ibrahim saat menjatuhkan vonis, seperti dilansir AFP, Kamis (13/6/2013).

Hakim juga menggarisbawahi jabatan yang dipegang Peter Lim saat terlibat korupsi tersebut, yang tergolong kategori pejabat tinggi dalam pemerintahan Singapura.

"Saya merasa ini sangat tidak bisa diterima, karena bukannya memegang kepercayaan yang diberikan kepadanya, terdakwa justru terlibat korupsi yang akhirnya merusak reputasi jabatan dan institusinya," tegasnya.

Saat vonis dibacakan, Peter Lim terlihat sedih sambil menutup mata dan menundukkan kepalanya.

Pada Mei lalu, Peter Lim sudah dinyatakan bersalah menerima oral seks dari seorang wanita (49 tahun) yang merupakan General Manager dari perusahaan bernama Nimrod Engineering, yang saat itu tengah memiliki proyek dengan SCDF. Kasus tersebut terjadi pada Mei 2010 lalu, ketika Peter Lim masih menjabat Kepala SCDF. Beberapa bulan kemudian, Peter Lim membocorkan kebutuhan SCDF dan perusahaan wanita tersebut lolos dalam tender. (afp)

See Also

Ratusan Keluarga Di Queensland Mengungsi
Topan Faxai Hantam Jepang
Gelombang Panas Di Prancis Menelan Hampir 1.500 Korban
Rusia Bikin Lagi Rudal Jarak Menengah
Presiden AS Harap Presiden China Temui Pendemo Hong Kong
Hong Kong Menghangat
Uskup Melbourne Peter Comensoli Pilih Masuk Penjara Dibanding Bocorkan Pengakuan Dosa Jemaat
Survei Sebut Advokat Australia Dan Selandia Baru Alami Kecemasan Dan Depresi
Jerman Bersiap Dihantam Gelombang Panas
Perempuan Lempar Telur Ke PM Australia Dihukum Kerja Sosial 18 Bulan
Kelompok Triad Hong Kong Diduga Terlibat Penyerbuan Stasiun MRT Yuen Long
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Michelle Obama Terpilih Sebagai Wanita Paling Dikagumi Di Dunia
Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.438.659 Since: 07.04.14 | 0.6411 sec