YouTube Facebook Twitter RSS
22 Oct 2018, 0

Internasional

Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili

Thursday, 27 September 2018 | View : 43
Tags : Singapura

siarjustisia.com-JAKARTA.

Seorang imigrasi Singapura diadili karena menerima gratifikasi seks dari dua perempuan asal Negeri Tirai Bambu, China. Suap seks itu diberikan sebagai imbalan karena membantu dua wanita itu memperpanjang visa mereka.

Kasus korupsi semacam ini tergolong langka di Singapura yang dikenal akan citra birokrasinya yang 'bersih'. Seperti dilansir AFP, Kamis (27/9/2018), pejabat imigrasi yang diadili itu disebut bernama Chin Peng Sum (51 tahun). Chin Peng Sum yang berpangkat Sersan Kepala ini merupakan pejabat pada Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan Singapura (ICA).

Dalam kasus ini, Chin Peng Sum diduga telah menerima seks sebagai suap dari sejumlah wanita asing, sebagai imbalan untuk memastikan visa kunjungan wanita-wanita itu di Singapura diperpanjang.

Chin Peng Sum juga dituduh melanggar Official Secrets Act dengan memberikan bocoran kepada dua perempuan asal China tersebut soal penggerebekan yang akan digelar. Menurut badan antikorupsi Singapura, Biro Investigasi Tindak Korupsi (CPIB), aksi Chin itu membuat wanita-wanita China itu terhindar dari penangkapan juga pelanggaran hukum 'terkait imigrasi'.

Tidak hanya itu, Chin Peng Sum juga dituduh menghalangi penegakan hukum dengan menghapus pesan-pesan singkat antara dirinya dengan kedua wanita itu.

"Ini merupakan pelanggaran hukum serius bagi pejabat publik untuk bertindak demi kepentingan mereka sendiri dan memanfaatkan jabatan mereka untuk mendapatkan keuntungan korup," sebut Biro Investigasi Tindak Korupsi Singapura.

Singapura yang sangat tegas dan ketat terhadap praktik korupsi ini, secara konsisten masuk dalam daftar negara-negara yang minim korupsi di dunia. Gaji para pegawai pemerintahan di Singapura tergolong yang tertinggi di dunia, yang memang disengaja demi menangkal korupsi.

Namun, beberapa kasus korupsi tetap muncul. Salah satunya kasus tahun 2013, saat seorang mantan Kepala Pasukan Pertahanan Sipil yang mengawasi dinas darurat bernama Peter Lim dinyatakan bersalah atas pidana korupsi dalam kasus seks untuk kontrak.

Mantan pejabat tinggi pertahanan Singapura tersebut akhirnya divonis 6 bulan penjara dan dibui selama 6 bulan atas kasus gratifikasi seks. Pria berusia 53 tahun ini dinyatakan bersalah menerima jasa seks dari seorang eksekutif wanita perusahaan rekanan.

Peter Lim yang merupakan mantan kepala Departemen Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) ini, dianggap telah merusak citra pelayanan publik dengan terlibat dalam tindak pidana korupsi. Hakim Hamidah Ibrahim yang menangani perkara ini, menolak segala pembelaaan yang dilontarkan pihak Peter Lim.

"Sikap tanpa kompromi harus digunakan dalam melawan semua pelaku korupsi tanpa memandang posisi mereka," ujar Hakim Hamidah Ibrahim saat menjatuhkan vonis, seperti dilansir AFP, Kamis (13/6/2013).

Hakim juga menggarisbawahi jabatan yang dipegang Peter Lim saat terlibat korupsi tersebut, yang tergolong kategori pejabat tinggi dalam pemerintahan Singapura.

"Saya merasa ini sangat tidak bisa diterima, karena bukannya memegang kepercayaan yang diberikan kepadanya, terdakwa justru terlibat korupsi yang akhirnya merusak reputasi jabatan dan institusinya," tegasnya.

Saat vonis dibacakan, Peter Lim terlihat sedih sambil menutup mata dan menundukkan kepalanya.

Pada Mei lalu, Peter Lim sudah dinyatakan bersalah menerima oral seks dari seorang wanita (49 tahun) yang merupakan General Manager dari perusahaan bernama Nimrod Engineering, yang saat itu tengah memiliki proyek dengan SCDF. Kasus tersebut terjadi pada Mei 2010 lalu, ketika Peter Lim masih menjabat Kepala SCDF. Beberapa bulan kemudian, Peter Lim membocorkan kebutuhan SCDF dan perusahaan wanita tersebut lolos dalam tender. (afp)

See Also

Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.803.104 Since: 07.04.14 | 0.6173 sec