YouTube Facebook Twitter RSS
17 Nov 2018, 0

Hukum

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba

Saturday, 13 October 2018 | View : 32
siarjustisia.com-NUNUKAN.
Tim Satgas Garda Nusa 18 TNI AL Nunukan Kalimantan Utara dan tim East Flat Quick Respon (EFQR) menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu asal Malaysia di perairan Tanjung Ahus, Karang Banda, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltar).
Informasi masyarakat terkait banyaknya speedboat hilir mudik ketika air pasang di wilayah tambak di perairan sungai sekitaran Tanjung Daun membuat TNI AL mencoba melakukan mapping dan pengendapan, karena diduga perompak kerap beraksi dengan sasaran hasil tambak berupa ikan dan udang.
Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) XIII Tarakan, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Judijanto Pribadi, S.T., M.Si., M.A. dalam konferensi pers di Mako Lanal Nunukan mengatakan, aksi pengungkapan ini melibatkan satuan instansi lain seperti Polres, Bea Cukai, juga BNNK.
"Kita lakukan pengintaian dengan berkas laporan yang kita verifikasi, kita berhasil menjaring 500 gram sabu-sabu, setelah mengejar pelaku sampai ke tambak masyarakat," ungkapnya, Jumat (12/10/2018).
Danlantamal mengatakan, saat ini peredaran narkoba di wilayah perbatasan cukup marak, sebelumnya, awal bulan Oktober 2018, Lantamal XIII Tarakan juga mengamankan 1,5 kg narkoba jenis sabu-sabu asal Malaysia. Belakangan banyak modus para pelaku narkoba pergi ke Malaysia membawa komoditi ekspor seperti ikan, udang, kepiting dan pulang membawa beberapa kebutuhan termasuk membawa sabu.
Himpitan ekonomi dan keinginan memperoleh finansial lebih secara instan menjadi alasan mengapa pelaku narkoba tak berhenti dan terus ada, selain itu keuntungan yang menggiurkan dalam pengiriman paket sabu menjadi daya pikat tersendiri.
"Dedy yang kita tangkap ini kurir, ada orang di belakangnya, dan insentif dia untuk membawa narkoba ini Rp 500 juta, harga sabu sampai Tarakan makin berlipat apalagi sampai wilayah Jawa, bisa 5 atau 6 kali lipat, itu mengapa narkoba tak ada habisnya," jelasnya.
Sedangkan penangkapan 506 gram sabu-sabu milik Dedy Abdullah alias Mentong (36 tahun) warga Jalan Ahmad Yani RT.09/RW.10 Desa Sei Pancang Kecamatan Sebatik, ujung Timur Kabupaten Nunukan, Pulau Sebatik, Provinsi Kalimantan Utara, pada Selasa (9/10/2018) di perairan Tanjung Ahus ini memiliki modus yang berbeda, yaitu sabu-sabu dimasukkan dalam botol kemasan air mineral lalu dilakban merah sebagai penanda, diikat dengan pemberat dan dililitkan tambang pada tali seling dan dibiarkan berada dibawah air selagi speedboat mereka melaju.
Modus tersebut dikatakan cukup efektif untuk pengiriman jalur laut karena jika terpaksa dibuang karena ketahuan petugas akan mudah diambil tanpa rusak, dan memudahkan pelaku menyimpannya di rumah rumah yang ada di areal tambak.
"Kita komitmen bersama memberantas penyelundupan narkoba, kita tahu Tarakan saat ini menjadi destinasi narkoba, kita butuh sebuah program dimana pelaku narkoba harus berfikir ulang, kita tak main-main, perintah tembak ditempat bisa terjadi jika melawan, tindakan taktis selalu akan kita lakukan supaya langkah mereka bisa kita gagalkan," tegasnya.
Blokade terhadap speedboat Dedy beserta 1 rekannya tak berjalan lancar, karena saat diberhentikan pada Senin (08/10/2018) speedboat lari ke arah sungai sungai kecil di wilayah tambak udang masyarakat, pengejaran terus dilakukan sampai petugas bermalam di sekitar tambak demi menangkap Dedy yang dipastikan membawa narkoba.
Speedboat Dedy ditemukan keesokan harinya, jejak Dedy pun akhirnya terlacak berada di bawah rumah panggung di areal tambak, sayang 1 teman yang bersama Dedy sudah menghilang entah kemana, dan tanpa perlawanan akhirnya Dedy dibawa serta untuk control delivery.
"Sempat dia buang soalnya waktu kita kejar, barangnya kita temukan dan kita kejar terus dia," tuturnya.
Selain Dedy dan 10 paket sabu-sabu seberat 500 gram, petugas juga mengamankan 1 untai tambang dan seling yang terikat bata sebagai bandul dan botol larutan penyegar sebagai pelampung.
Dalam dompet Dedy, petugas menemukan uang tunai dengan mata uang beberapa negara masing-masing uang 19 Ringgit Malaysia, Rp.600, 100 Peso, 5 Dollar Sing, 1 Dollar US,  100 Korea, serta 1 kantung kain kecil berisi jimat dan batu cincin.
Selain itu ada 1 lembar kertas foto copy pass Malaysia, dan 1 SIM B II atas nama Dedy Abdullah.
"Kita serahkan ke Polres Nunukan untuk proses hukum selanjutnya, semoga kedepan kita bisa antisipasi, terus melakukan proses penangkalan, ada tindakan preventif yang kita lakukan untuk generasi muda kita di masa depan." tutupnya. (dzul/kbrut)

See Also

KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.962.586 Since: 07.04.14 | 0.6198 sec