YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Hukum

Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto

Tuesday, 23 October 2018 | View : 52

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang Rp 862 juta dari terpidana kasus korupsi e-KTP. yang adalah mantan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Karya) masa jabatan 17 Mei 2016-13 Desember 2017, Drs. Setya Novanto, Ak.

Tim Jaksa Eksekusi Unit Kerja Pengelola Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampas uang sebesar Rp 862 juta milik mantan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Drs. Setya Novanto, Ak. Perampasan ini dilakukan dengan pemindahbukuan dari rekening Setya Novanto ke rekening KPK.

"Tim Jaksa Eksekusi Unit Kerja Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) KPK telah melakukan pemindahbukuan kembali uang di tabungan Setya Novanto sebesar Rp 862 juta dari PT. Bank CIMB Niaga di Kantor Cabang Daan Mogot ke rekening bendahara penerima KPK di Bank Mandiri," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta, Selasa (23/10/2018).

"KPK telah melakukan pemindahbukuan kembali uang di tabungan Setya Novanto sebesar Rp 862 juta dari Bank CIMB Niaga ke rekening Bendahara Penerima KPK di Bank Mandiri," kata Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (23/10/2018).

Uang disita sebagai bagian dari cicilan uang pengganti. Perampasan uang tersebut merupakan bagian dari pembayaran uang pengganti sebesar US$ 7,3 juta yang merupakan hukuman tambahan terhadap Setnov, sapaan Novanto dalam perkara korupsi proyek e-KTP.

Kata Febri Diansyah, uang tersebut merupakan bagian dari cicilan pembayaran uang pengganti yang dilakukan oleh Setya Novanto.

KPK masih menunggu pelunasan dari Setya Novanto. Diketahui, Pengadilan Tipikor Jakarta mewajibkan mantan Ketua DPR RI itu membayar uang pengganti sebesar US$ 7,3 juta.

Dalam perkembangannya, Setya Novanto sudah melunasi denda Rp 500 juta. Sedangkan terkait pembayaran uang pengganti, Setya Novanto sejauh ini pernah mengembalikan uang titipan senilai Rp 5 miliar ke KPK, kemudian mencicil sebesar US$ 100 ribu, dan ditambah penyitaan KPK pada rekeningnya senilai Rp 1.116.624.197.

Sejauh ini, Setya Novanto sudah tiga kali mencicil uang pengganti. Pertama sebesar Rp 5 miliar, US$ 100.000, serta Rp 1,1 miliar.

Jaksa Eksekusi KPK, sebelumnya, juga telah melakukan pemindahbukuan dari rekening Setya Novanto di Bank Mandiri ke rekening KPK sekitar Rp 1,1 miliar untuk kepentingan pembayaran uang pengganti tersebut.

Namun pembayaran itu belum cukup melunasi hukuman uang penggantinya.

Selain itu, KPK juga menunggu hasil penjualan rumah yang sempat disampaikan isteri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor. Setya Novanto dan keluarganya berencana menjual rumah di kawasan Cipete untuk mencicil uang pengganti, namun hingga kini belum terealisasi.

"KPK juga menunggu informasi rencana penjualan salah satu rumah SN seperti yang disampaikan oleh isteri yang bersangkutan sebelumnya," ucap Febri Diansyah.

Diketahui, Setya Novanto telah dieksekusi Jaksa Eksekutor KPK ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat pada Jumat (4/5/2018). Eksekusi ini dilakukan lantaran KPK dan Setya Novanto memutuskan tidak banding atas putusan Pengadilan Tipikor Jakarta yang menjatuhkan vonis 15 tahun pidana penjara terhadap terdakwa perkara korupsi proyek e-KTP.

Setya Novanto dinyatakan bersalah melakukan korupsi dari proyek e-KTP dan telah divonis 15 tahun penjara serta ditambah denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan ditambah pembayaran uang pengganti US$ 7,3 juta dolar atau sekitar Rp 111 miliar dengan kurs Rp 15.211. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 15 tahun pidana penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan terhadap Setya Novanto.

Sebelum divonis 15 tahun penjara, Setya Novanto sempat mengajukan diri sebagai Justice Collaborator namun permohonan itu ditolak oleh KPK. 

Tak hanya itu, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan membayar uang pengganti sebesar US$ 7,3 juta dikurangi uang yang telah dikembalikan kepada KPK sebesar Rp 5 miliar subsider 2 tahun pidana penjara, dan pidana tambahan lainnya berupa pencabutan hak politik Setya Novanto selama 5 tahun setelah menjalani pidana pokok. Hak politik mantan Ketua DPR RI tersebut dicabut selama 5 tahun. (cnn/det/sp)

See Also

KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.970.415 Since: 07.04.14 | 0.708 sec