YouTube Facebook Twitter RSS
21 Jul 2019, 0

Internasional

Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar

Monday, 22 October 2018 | View : 126

siarjustisia.com-MOSKWA.

Pemerintah Rusia menilai Amerika Serikat (AS) bermain "kasar" terkait rencana untuk mundur sepihak dari perjanjian senjata nuklir dengan Rusia. 

Pada Sabtu (20/10/2018), Presiden AS ke-45, Donald John Trump, mengumumkan rencana untuk meninggalkan Perjanjian Traktat Senjata Nuklir Jarak Menengah atau INF dengan Rusia, yang sudah berjalan selama tiga dekade. Traktat itu ditandatangani Presiden AS, Ronald Reagan, dengan Pemimpin Uni Soviet, Mikhail Gorbachev, pada 1987.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, AS akan mundur dari perjanjiaan INF karena Moskow telah melanggar kesepakatan dengan tetap memproduksi senjata nuklir yang sudah dilarang.

Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Alexeyevich Ryabkov, jika AS terus bertindak "kasar" dan mundur secara sepihak dari perjanjian internasional tersebut, Rusia tak akan tinggal diam.

"Kami tidak punya pilihan lain selain melakukan pembalasan, termasuk melibatkan teknologi militer," ujar Sergei Alexeyevich Ryabkov, seperti dikutip AFP, Minggu (21/10/2018).

Dia menilai, rencana AS tersebut "sangat berbahaya". Pasalnya, menarik diri dari perjanjian nuklir dengan Rusia membuka peluang “perang dingin” antarkedua negara akan memanas. AS juga akan menuai kecaman dan reaksi keras dunia, jika merealisasikan rencana tersebut.

"Ini akan menjadi langkah yang sangat berbahaya. Saya yakin, ini akan memancing kecaman global yang serius," ujar Sergei Alexeyevich Ryabkov.

Perjanjian itu, terang Sergei Alexeyevich Ryabkov, memiliki peran penting untuk keamanan internasional di bidang senjata nuklir dan pemeliharaan stabilitas, dan sekaligus mengakhiri perang terbuka antarkedua negara yang kala itu menjadi negara adikuasa.

"Rusia mengutuk apa yang dilakukan AS dan menyebut langkah itu sebagai upaya AS untuk mendapatkan konsesi melalui metode pemerasan,” tukas Sergei Alexeyevich Ryabkov. (afp)

See Also

Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.114.798 Since: 07.04.14 | 0.5772 sec