YouTube Facebook Twitter RSS
21 Nov 2019, 0

Internasional

Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar

Monday, 22 October 2018 | View : 179

siarjustisia.com-MOSKWA.

Pemerintah Rusia menilai Amerika Serikat (AS) bermain "kasar" terkait rencana untuk mundur sepihak dari perjanjian senjata nuklir dengan Rusia. 

Pada Sabtu (20/10/2018), Presiden AS ke-45, Donald John Trump, mengumumkan rencana untuk meninggalkan Perjanjian Traktat Senjata Nuklir Jarak Menengah atau INF dengan Rusia, yang sudah berjalan selama tiga dekade. Traktat itu ditandatangani Presiden AS, Ronald Reagan, dengan Pemimpin Uni Soviet, Mikhail Gorbachev, pada 1987.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, AS akan mundur dari perjanjiaan INF karena Moskow telah melanggar kesepakatan dengan tetap memproduksi senjata nuklir yang sudah dilarang.

Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Alexeyevich Ryabkov, jika AS terus bertindak "kasar" dan mundur secara sepihak dari perjanjian internasional tersebut, Rusia tak akan tinggal diam.

"Kami tidak punya pilihan lain selain melakukan pembalasan, termasuk melibatkan teknologi militer," ujar Sergei Alexeyevich Ryabkov, seperti dikutip AFP, Minggu (21/10/2018).

Dia menilai, rencana AS tersebut "sangat berbahaya". Pasalnya, menarik diri dari perjanjian nuklir dengan Rusia membuka peluang “perang dingin” antarkedua negara akan memanas. AS juga akan menuai kecaman dan reaksi keras dunia, jika merealisasikan rencana tersebut.

"Ini akan menjadi langkah yang sangat berbahaya. Saya yakin, ini akan memancing kecaman global yang serius," ujar Sergei Alexeyevich Ryabkov.

Perjanjian itu, terang Sergei Alexeyevich Ryabkov, memiliki peran penting untuk keamanan internasional di bidang senjata nuklir dan pemeliharaan stabilitas, dan sekaligus mengakhiri perang terbuka antarkedua negara yang kala itu menjadi negara adikuasa.

"Rusia mengutuk apa yang dilakukan AS dan menyebut langkah itu sebagai upaya AS untuk mendapatkan konsesi melalui metode pemerasan,” tukas Sergei Alexeyevich Ryabkov. (afp)

See Also

Turki Pulangkan Militan ISIS Asing Ke Negara Asalnya
Turki Mulai Pulangkan Militan ISIS Asing
Presiden Bolivia Mengundurkan Diri
Jerman Peringati 30 Tahun Jatuhnya Tembok Berlin
Kartel Narkoba Meksiko Bunuh 9 Orang
Negara Bagian Texas Suntik Mati Mantan Bos Geng Supremasi Kulit Putih
Presiden Turki Sebut Istri Abu Bakr Al-Baghdadi Tertangkap
Donald Trump Serukan Perang Lawan Kartel Narkoba
Amerika Serikat Mulai Mundur Secara Resmi Dari Perjanjian Iklim Paris
Negara Bagian South Dakota Suntik Mati Napi Kasus Pembunuhan
Otoritas Turki Umumkan Penangkapan Saudara Perempuan Abu Bakr Al-Baghdadi
39 Jenazah Ditemukan Dalam Truk Dekat London
Pemerintah China Akan Copot Pemimpin Hong Kong Carrie Lam
Gempuran Turki Mengakibatkan 2.300 Orang Mengungsi Dari Suriah Ke Irak
Pria Kurdi Bakar Diri Di Depan Markas Utama Badan Pengungsi PBB
5 Perampok Indonesia Dibekuk Usai Beraksi Di Malaysia
Turki Dan Rusia Sepakati Penarikan Mundur Milisi Kurdi YPG
Pengadilan Singapura Dakwa 3 PRT Indonesia Mendanai Terorisme
PM Kanada Bentuk Pemerintahan Baru
Inggris Tidak Ingin Ada Penundaan Lagi Brexit
Pasukan AS Tinggalkan Suriah Menuju Irak
WHO Sebut Konsumsi Alkohol Rusia Turun 43
Akademisi Asing Ditahan Otoritas Iran
Alumnus Universitas Top Australia Peroleh Gaji Lebih Kecil
Permintaan Suaka Australia Lewat Udara Capai Rekor Tertinggi
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.761.617 Since: 07.04.14 | 0.6334 sec