YouTube Facebook Twitter RSS
23 Aug 2019, 0

Internasional

2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF

Tuesday, 23 October 2018 | View : 160

siarjustisia.com-PARIS.

Negara-negara Eropa bereaksi dan mengecam rencana Amerika Serikat (AS) untuk meninggalkan perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) dengan Rusia. “Amerika Serikat dan Federasi Rusia perlu untuk terus melakukan dialog yang konstruktif untuk mempertahankan Traktat INF ini,” kata juru bicara masalah keamanan dan politik luar negeri UE, Maja Kocijancic. “Dunia tidak butuh perlombaan senjata yang baru."

Prancis dan Jerman dua negara Eropa yang mengecam keras rencana AS tersebut.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dikabarkan langsung menghubungi Presiden AS ke-45, Donald John Trump, pada Minggu (21/10/2018), untuk mempertanyakan rencana AS tersebut. Hari Minggu (21/10/2018) lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron bicara ke Presiden AS Donald Trump untuk menekankan pentingnya traktat tersebut. Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mempertegas bahwa perjanjian INF sangat penting bagi keamanan eropa.

“Presiden Macron menggarisbawagi pentingnya perjanjian itu, terutama terkait dengan keamanan Eropa dan stabilitas strategis kami,” bunyi pernyataan kantor kepresidenan Prancis, seperti dikutip Associated Press (AP), Senin (22/10/2018).

Pernyataan senada juga disampaikan Kementerian Luar Negeri Jerman, yang menggambarkan penarikan diri AS dari Perjanjian INF merupakan kebijakan yang sangat "disesalkan".

Pemerintah Jerman juga menyesalkan pernyataan Trump untuk secara sepihak menarik diri dari Traktat INF. Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas, mengatakan Jerman akan meminta bantuan NATO untuk mempertahankan perjanjian senjata nuklir antara Rusia dan Amerika Serikat, dan siap untuk mengambil tindakan untuk memaksa Moskow maupun AS mematuhi perjanjian itu.

"Kami siap menggunakan semua sarana diplomatik untuk tetap menghidupkan pakta 1987, yang menyingkirkan rudal-rudal nuklir berbasis darat, dan mencatat bahwa itu menyentuh kepentingan-kepentingan Eropa eksistensial," ujar Heiko Mass.

Perjanjian INF ditandatangani oleh Presiden AS, Ronald Reagan, dengan pemimpin Uni Soviet, Mikhail Gorbachev, pada 1987, yang sekaligus menandai akhir perang dingin antarkedua negara adikuasa saat itu.

Namun pada akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump, mengatakan sedang mempertimbangkan untuk keluar dari Perjajian INF, karena menilai Rusia telah melanggar perjanjian itu. (ap/reuters)

See Also

Presiden AS Harap Presiden China Temui Pendemo Hong Kong
Hong Kong Menghangat
Uskup Melbourne Peter Comensoli Pilih Masuk Penjara Dibanding Bocorkan Pengakuan Dosa Jemaat
Survei Sebut Advokat Australia Dan Selandia Baru Alami Kecemasan Dan Depresi
Jerman Bersiap Dihantam Gelombang Panas
Perempuan Lempar Telur Ke PM Australia Dihukum Kerja Sosial 18 Bulan
Kelompok Triad Hong Kong Diduga Terlibat Penyerbuan Stasiun MRT Yuen Long
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Michelle Obama Terpilih Sebagai Wanita Paling Dikagumi Di Dunia
Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.284.116 Since: 07.04.14 | 1.0896 sec