YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Hukum

KPK Tangkap Bupati Cirebon

Thursday, 25 October 2018 | View : 40

siarjustisia.com-CIREBON.

Tim Satgas lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengamankan tujuh orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Rabu (24/10/2018). "Diamankan tujuh orang. Barang buktinya bukti transfer dan uang," beber Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan saat dikonfirmasi, Rabu (24/10/2018) malam.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga membekuk Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi Sastra.

Tak hanya itu, dalam OTT kali ini, tim Satgas KPK juga menyita bukti transfer dan uang tunai yang diduga barang bukti suap. Ada dugaan transaksi lebih dari Rp 1 miliar terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut.

"Dugaan transaksinya lebih dari Rp 1 miliar," ungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada awak media, Rabu (24/10/2018).

Namun dia tak menyebut asal sumber uang tersebut berasal, termasuk penerimanya. Febri Diansyah hanya mengatakan transaksi melalui perbankan dan tunai.

"Melalui perbankan dan cash," sebutnya.

Sunjaya Purwadi Sastra ditangkap KPK karena diduga menerima suap terkait jual-beli jabatan.

Berdasar informasi, dari tujuh orang yang diringkus, terdapat nama Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi Sastra. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti jumlah nominal uang yang disita tim Satgas KPK. Namun, uang tersebut diduga merupakan barang bukti transaksi suap berkaitan dengan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda).

Sunjaya Purwadi Sastra diamankan KPK terkait dugaan jual-beli jabatan. Ada bukti transfer dan uang yang turut diamankan KPK.

"Terkait dengan jual-beli jabatan," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan kepada awak media.

Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua KPK, Agus Rahardjo membenarkan para pihak tersebut, termasuk kepala daerah diringkus lantaran terlibat transaksi suap berkaitan dengan jual beli jabatan. Tak hanya itu, Agus Rahardjo mengungkapkan, kepala daerah tersebut juga diduga telah menerima setoran dari pengusaha.

"Dugaan jual beli jabatan dan ada setoran dari pengusaha," kata Agus Rahardjo.

Agus Rahardjo mengatakan, masih terdapat sejumlah hal yang perlu didalami tim Satgas KPK. Agus Rahardjo berjanji akan membeberkan lebih rinci mengenai OTT ini dalam konferensi pers pada Kamis (25/10/2018) besok.

"Masih diperlukan pendalaman, besok akan dijelaskan dalam konpers di KPK," pungkasnya. (det/bs)

See Also

KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.970.341 Since: 07.04.14 | 0.608 sec