YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Nusantara

Tim Kopaska AL Temukan Benda Diduga Mesin Lion Air JT 610

Friday, 02 November 2018 | View : 24

siarjustisia.com-JAKARTA.

Tim Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut (AL) akhirnya berhasil menemukan benda yang diduga merupakan mesin pesawat Lion Air JT 610 PK-LQP, di perairan Karawang, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

"Berdasarkan hasil penyelaman kemarin, tim Kopaska TNI AL berhasil menemukan yang diduga mesin pesawat Lion Air PK-LQP," ungkap Komandan Satuan (Dansat) Kopaska Koarmada I, Kolonel Laut (P) Johan Wahyudi, Jumat (2/11/2018).

Hingga saat ini, titik koordinat benda tersebut telah diamankan dan akan diangkat dengan alat yang memadai.

Salah satu kotak hitam atau black box pesawat Lion Air sebelumnya sudah berhasil ditemukan di dasar perairan Karawang, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kamis (1/11/2018).

Black box ditemukan di kedalaman 30 meter oleh tim penyelam TNI AL dari Batalyon Intai Amfibi (YonTaifib) TNI AL pukul 10.05 WIB.

Black box yang ditemukan ini kemungkinan besar berisi rekaman data penerbangan atau Flight Data Recorder (FDR).

Sejak ditemukan di laut, black box harus selalu terendam air agar memori tidak rusak.

Atas ditemukannya black box tersebut, Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) bergerak ke Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang merupakan lokasi pengumpulan puing pesawat, pada pukul 11.17 WIB.

KNKT tiba di JICT 2 bersama tim National Transportation Safety Board (NTSB), yang terdiri dari NTSB USA Boeing, Federal Aviation Federation (FAA), dan General Electric.

Setibanya black box di JICT 2, Badan SAR Nasional (Basarnas) menyerahkan kotak hitam tersebut ke KNKT. Selanjutnya, black box dibawa menuju kantor KNKT di Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat. Black box tiba pada pukul 19.10 WIB dan disimpan di tempat yang aman oleh KNKT.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi telah menerima black box dari pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Kamis (1/11/2018) malam. Black box pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 tiba di JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/11/2018) sekitar pukul 18.10 WIB.

Black box tersebut kini sudah berada di Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT).

Selanjutnya, KNKT akan langsung mengunduh data yang ada dalam black box tersebut.

"Malam ini juga, kami bergerak untuk mengunduh data apa saja yang ada dalam black box tersebut," ujar Wakil Ketua KNKT Haryo Satmiko di kantor KNKT, Jakarta, Kamis (1/11/2018) malam.

Pengunduhan data itu akan dilakukan di laboratorium.

Di dalam black box itu, biasanya terdapat Flight Data Recorder (FDR) atau Cockpit Voice Recorder (VCR) yang memuat data perjalanan pesawat dan komunikasi yang terjadi di dalam cockpit pesawat.

Namun, Haryo Satmiko menyebutkan pihaknya belum bisa memastikan black box yang ditemukan merupakan FDR atau CVR yang mereka dapatkan di dalam black box itu.

Setelah data yang ada di dalam black box diunduh, KNKT nantinya akan melakukan analisa hingga kesimpulan terkait penyebab jatuhnya pesawat yang jatuh setelah 13 menit lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 29 Oktober 2018 lalu.

KNKT, sebut Haryo Satmiko, memiliki waktu 1 tahun untuk melakukan analisa dan membuat laporan akhir itu. Namun, pada satu bulan pertama, KNKT akan menyampaikan temuan sementara.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, butuh waktu 1-2 minggu untuk mengunduh data yang tersimpan dalam Flight Data Recorder (FDR) pada black box pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610.

Pesawat itu jatuh di Tanjung Karawang, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Senin (29/10/2018), dalam penerbangan dari Cengkareng ke Pangkalpinang. Data yang tersimpan dalam FDR tidak akan hilang walaupun proses mengunduh relatif lama. "Gak ada kedaluarsanya. Kami download (datanya) kira-kira butuh waktu 1-2 minggu," kata Soerjanto Tjahjono di JICT 2, Tanjung Priok, Kamis (1/11/2018).

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan, FDR bisa menyimpan 25 jam data penerbangan. Data yang tersimpan diantaranya kecepatan, ketinggian, dan arah pesawat. Data dalam FDR black box itu bisa mengungkap penyebab jatuhnya pesawat tersebut. "Kami bisa menguak misteri kenapa bisa kecelakaan dengan data itu (data FDR)," kata dia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hadir di JICT 2 saat FDR black box akan dikirim ke KNKT. "Kami menghargai dan mengapresiasi, dengan dengan diperolehnya alat bukti ini maka kita akan bisa meneliti lebih jauh," ujar Budi Karya Sumadi.

Pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di Perairan Karawang, Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada Senin (29/10/2018).

Pesawat itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, Provinsi Banten.

Pesawat yang baru beroperasi pada 15 Agustus 2018 itu diketahui membawa 189 orang, yang terdiri dari 178 penumpang dewasa, 1 orang anak, 2 bayi, dan 8 awak pesawat. (kom/jos)

See Also

Dandim 0716/Demak Ajak Peserta Sarasehan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI
Batuud Koramil 13/Karangawen Hadiri Mujahadah Al Aurodul Jamiah Di Desa Bumirejo
Babinsa 09/Karangtengah Pererat Sinergitas Dengan Perangkat Desa
Kepedulian Babinsa 12/Mranggen Terhadap Generasi Penerus Bangsa
Ratusan Saka Wira Kartika Dikukuhkan Dandim 0716/Demak
Bupati Demak Buka Secara Resmi Apel Akbar Pengukuhan Saka Wira Kartika
Babinsa 05/Mijen Ajak Warga Binaannya Laksanakan Jumat Bersih
Babinsa 06/Wedung Ajak Para Santri Untuk Berdisiplin Dan Berjiwa Nasionalisme
Sasaran Non Fisik TMMD Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Danramil 07/Gajah Sambangi Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air JT 610
Kegiatan Rutin Apel Pagi Kodim 0716/Demak Dilanjutkan Pemeliharaan Pangkalan
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Sertijab Danramil 02/Bonang
Babinsa Kodim 0716/Demak Peringati Hari Sumpah Pemuda Berikan Wawasan Kebangsaan
Presiden Joko Widodo Resmi Gratiskan Tarif Tol Suramadu
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
MA. TBS Salurkan Donasi Melalui LAZISNU Dan BPDB
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.970.400 Since: 07.04.14 | 0.6732 sec