YouTube Facebook Twitter RSS
26 Mar 2019, 0

Hukum

Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah

Friday, 02 November 2018 | View : 251

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita 16 bidang tanah di Lampung Selatan terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Bupati non-aktif Lampung Selatan, Z‎ainudin Hasan. KPK sudah memasang papan penyitaan di atas 16 bidang tanah yang memiliki luasan berkisar 1 sampai 2 hektare (ha) tersebut.

"Telah dilakukan penyitaan terhadap 16 bidang tanah di Lampung Selatan dengan luas per bidang tanah sekitar 1 sampai 2 hektare. Papan penyitaan telah dipasang agar menjadi pengetahuan bagi pihak terkait dan agar tidak dipindahtangankan," beber Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018).

Diduga 16 bidang tanah tersebut telah ‎disamarkan oleh Zainuddin Hasan dengan diatasnamakan keluarga atau pihak-pihak lainnya. KPK memastikan akan terus mengusut aset-aset lain yang diduga terkait dengan kasus pencucian uang Zainudin Hasan. KPK juga bakal menelusuri setiap informasi yang disampaikan masyarakat mengenai aset Zainudin Hasan yang merupakan adik dari Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan tersebut.

"Kami akan terus melakukan penelusuran aset untuk kasus TPPU ini, jadi jika ada informasi dari masyarakat terkait kepemilikan aset ZH (Zainudin Hasan) silakan menyampaikan pada KPK‎," paparnya.

Diketahui, KPK menetapkan Zainudin Hasan sebagai tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). ‎Zainudin Hasan diduga telah menerima fee dari sejumlah proyek sebesar Rp 57 miliar melalui Anggota DPRD Lampung, Agus Bhakti Nugraha. Uang tersebut berasal dari sejumlah proyek pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Diduga, Zainudin Hasan melalui Agus Bhakti membelanjakan penerimaan dana-dana tersebut untuk membayar aset berupa tanah dan bangunan serta kendaraan dengan mengatasnamakan keluarganya.

Kasus ini merupakan kasus kedua yang menjerat Zainudin Hasan. Adik Zulkifli Hasan itu sebelumnya sudah dijerat dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan sejumlah proyek di Lampung Selatan. Selain Zainudin Hasan, dalam kasus ini, KPK juga menjerat Agus Bhakti Nugraha; Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lampung Selatan (PUPR LampSel), Anjar Asmara; serta Bos CV 9 Naga, Gilang Ramadhan. (bs)

See Also

KPK Tetapkan Direktur PT. Krakatau Steel Tersangka Suap
KPK Amankan 6 Orang Dalam OTT Krakatau Steel
KPK OTT Direktur Produksi Dan Teknologi PT. Krakatau Steel
KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.578.355 Since: 07.04.14 | 0.6025 sec