YouTube Facebook Twitter RSS
23 Aug 2019, 0

Hukum

KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan

Friday, 02 November 2018 | View : 186

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Bupati nonaktif Lampung Selatan Zainudin Hasan.

Zainudin Hasan tak hanya membelanjakan uang hasil korupsinya dengan membeli aset berupa tanah, kendaraan atau lainnya. Adik dari Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan itu diduga telah menggunakan hasil korupsinya untuk membiayai kegiatan PAN. Setidaknya terdapat sekitar Rp 100 juta yang digelontorkan Zainudin Hasan untuk kegiatan PAN di Lampung Selatan.

"Sejauh ini nilai yang teridentifikasi lebih sekitar Rp 100 jutaan," kata Jubir KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018).

Uang itu diduga dipergunakan Zainudin Hasan untuk membiayai ruangan hotel tempat diselenggarakannya acara Partai Amanat Nasional (PAN) di Lampung Selatan. Setidaknya terdapat tiga acara PAN di Lampung Selatan yang turut dibiayai Zainudin Hasan.

"Ada dugaan pembiayaan kegiatan parpol di daerah, lebih pada pembiayaan kegiatan untuk pembiayaan hotel-hotel di daerah di Lampung," ungkap Febri Diansyah.

Pengusutan kasus ini dilakukan tim penyidik dengan memeriksa sejumlah saksi. Terdapat tiga saksi yang dijadwalkan diperiksa tim penyidik pada hari ini, yakni mantan Direktur PT. Baramega Citra Mulia Persada S‎utarno; mantan Direktur PT. Baramega Citra Mulia Persada R‎udy Ridwan serta Direktur PT. Jhonlin Marine Trans, Ken Leksono. Dari ketiga saksi itu, hanya Ken Leksono yang memenuhi panggilan. Pemeriksaan terhadap Ken Leksono dilakukan tim penyidik untuk mendalami aset-aset Zainudin Hasan, salah satunya speed boat.

"Penyidik masih terus mendalami terkait kepemilikan asset-aset ZH, khususnya terkait asset berupa speed boat," katanya.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga sudah menyita 16 bidang tanah di Lampung Selatan yang diduga terkait dengan pencucian uang Zainudin Hasan.

KPK sudah memasang papan penyitaan di atas 16 bidang tanah yang memiliki luasan bervariasi antara 1 sampai 2 hektar tersebut.

‎"Telah dilakukan penyitaan terhadap 16 bidang tanah di Lampung Selatan dengan luas per bidang tanah sekitar 1 sampai 2 hektar. Papan penyitaan telah dipasang agar menjadi pengetahuan bagi pihak terkait dan agar tidak dipindahtangankan," papar Febri Diansyah.

Diduga 16 bidang tanah tersebut telah ‎disamarkan oleh Zainudin Hasan dengan diatasnamakan anak, keluarga atau pihak-pihak lainnya. KPK memastikan akan terus mengusut aset-aset lain yang diduga terkait dengan kasus pencucian uang Zainudin Hasan. KPK juga bakal menelusuri setiap informasi yang disampaikan masyarakat mengenai aset Zainudin Hasan yang merupakan adik dari Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan tersebut.

‎"Kami akan terus melakukan penelusuran aset untuk kasus TPPU ini, jadi jika ada informasi dari masyarakat terkait kepemilikan aset ZH (Zainudin Hasan) silakan menyampaikan pada KPK‎," katanya.

Ke-16 bidang tanah ini menambah panjang daftar aset yang disita tim penyidik terkait dugaan pencucian uang Zainudin Hasan. Sebelumnya, KPK sudah menyita satu unit ruko dan sembilan bidang tanah dengan nilai saat harga transaksi sekitar Rp 7,1 miliar. Selain itu, penyidik juga menyita satu unit motor Harley Davidson, satu unit mobil Toyota Velfire, serta satu unit speedboat.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Zainudin Hasan sebagai tersangka kasus dugaan TPPU. ‎Zainudin Hasan diduga telah menerima fee dari sejumlah proyek sebesar Rp 57 miliar melalui Anggota DPRD Lampung, Agus Bhakti Nugraha. Uang tersebut berasal dari sejumlah proyek pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Diduga, Zainudin Hasan melalui Agus Bhakti membelanjakan uang dari suap tersebut untuk membeli aset berupa tanah dan bangunan serta kendaraan dengan mengatasnamakan keluarganya.

Kasus ini merupakan kasus kedua yang menjerat Zainudin Hasan. Adik Zulkifli Hasan itu sebelumnya sudah dijerat dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan sejumlah proyek di Lampung Selatan. Selain Zainudin Hasan, dalam kasus suap ini, KPK juga menjerat Agus Bhakti Nugraha; Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lampung Selatan, Anjar Asmara; serta Bos CV 9 Naga, Gilang Ramadhan. (sp)

See Also

Rumah Sakit Polri Sebut Polisi Yang Terbakar Saat Kawal Demo Alami Luka Bakar 64
Anggota Polres Cianjur Alami Luka Bakar
Artis Rio Reifan Kembali Ditangkap Terkait Narkoba
Umar Kei Ditangkap, Polisi Sita 5 Plastik Sabu Dan Senpi
Jefri Nichol Ditahan Sebagai Tersangka Kasus Ganja
Jefri Nichol Ditangkap Karena Narkoba
Terjerat Narkoba, Jamal Preman Pensiun Ajukan Rehabilitasi
Kronologi Penangkapan Nunung Dan Suaminya
Komedian Nunung Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Hasil Rapat MK Soal Penerimaan Gugatan Pilpres Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Susunan Tim Kuasa Hukum Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Hashim Djojohadikusumo Penanggung Jawab Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ke MK
Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia
BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Daftarkan Gugatan Hasil Pilpres Ke MK Malam Nanti
MK Putuskan Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Maksimum 14 Hari
Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.284.098 Since: 07.04.14 | 1.1015 sec