YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Hukum

KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan

Friday, 02 November 2018 | View : 20

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Bupati nonaktif Lampung Selatan Zainudin Hasan.

Zainudin Hasan tak hanya membelanjakan uang hasil korupsinya dengan membeli aset berupa tanah, kendaraan atau lainnya. Adik dari Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan itu diduga telah menggunakan hasil korupsinya untuk membiayai kegiatan PAN. Setidaknya terdapat sekitar Rp 100 juta yang digelontorkan Zainudin Hasan untuk kegiatan PAN di Lampung Selatan.

"Sejauh ini nilai yang teridentifikasi lebih sekitar Rp 100 jutaan," kata Jubir KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018).

Uang itu diduga dipergunakan Zainudin Hasan untuk membiayai ruangan hotel tempat diselenggarakannya acara Partai Amanat Nasional (PAN) di Lampung Selatan. Setidaknya terdapat tiga acara PAN di Lampung Selatan yang turut dibiayai Zainudin Hasan.

"Ada dugaan pembiayaan kegiatan parpol di daerah, lebih pada pembiayaan kegiatan untuk pembiayaan hotel-hotel di daerah di Lampung," ungkap Febri Diansyah.

Pengusutan kasus ini dilakukan tim penyidik dengan memeriksa sejumlah saksi. Terdapat tiga saksi yang dijadwalkan diperiksa tim penyidik pada hari ini, yakni mantan Direktur PT. Baramega Citra Mulia Persada S‎utarno; mantan Direktur PT. Baramega Citra Mulia Persada R‎udy Ridwan serta Direktur PT. Jhonlin Marine Trans, Ken Leksono. Dari ketiga saksi itu, hanya Ken Leksono yang memenuhi panggilan. Pemeriksaan terhadap Ken Leksono dilakukan tim penyidik untuk mendalami aset-aset Zainudin Hasan, salah satunya speed boat.

"Penyidik masih terus mendalami terkait kepemilikan asset-aset ZH, khususnya terkait asset berupa speed boat," katanya.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga sudah menyita 16 bidang tanah di Lampung Selatan yang diduga terkait dengan pencucian uang Zainudin Hasan.

KPK sudah memasang papan penyitaan di atas 16 bidang tanah yang memiliki luasan bervariasi antara 1 sampai 2 hektar tersebut.

‎"Telah dilakukan penyitaan terhadap 16 bidang tanah di Lampung Selatan dengan luas per bidang tanah sekitar 1 sampai 2 hektar. Papan penyitaan telah dipasang agar menjadi pengetahuan bagi pihak terkait dan agar tidak dipindahtangankan," papar Febri Diansyah.

Diduga 16 bidang tanah tersebut telah ‎disamarkan oleh Zainudin Hasan dengan diatasnamakan anak, keluarga atau pihak-pihak lainnya. KPK memastikan akan terus mengusut aset-aset lain yang diduga terkait dengan kasus pencucian uang Zainudin Hasan. KPK juga bakal menelusuri setiap informasi yang disampaikan masyarakat mengenai aset Zainudin Hasan yang merupakan adik dari Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan tersebut.

‎"Kami akan terus melakukan penelusuran aset untuk kasus TPPU ini, jadi jika ada informasi dari masyarakat terkait kepemilikan aset ZH (Zainudin Hasan) silakan menyampaikan pada KPK‎," katanya.

Ke-16 bidang tanah ini menambah panjang daftar aset yang disita tim penyidik terkait dugaan pencucian uang Zainudin Hasan. Sebelumnya, KPK sudah menyita satu unit ruko dan sembilan bidang tanah dengan nilai saat harga transaksi sekitar Rp 7,1 miliar. Selain itu, penyidik juga menyita satu unit motor Harley Davidson, satu unit mobil Toyota Velfire, serta satu unit speedboat.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Zainudin Hasan sebagai tersangka kasus dugaan TPPU. ‎Zainudin Hasan diduga telah menerima fee dari sejumlah proyek sebesar Rp 57 miliar melalui Anggota DPRD Lampung, Agus Bhakti Nugraha. Uang tersebut berasal dari sejumlah proyek pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Diduga, Zainudin Hasan melalui Agus Bhakti membelanjakan uang dari suap tersebut untuk membeli aset berupa tanah dan bangunan serta kendaraan dengan mengatasnamakan keluarganya.

Kasus ini merupakan kasus kedua yang menjerat Zainudin Hasan. Adik Zulkifli Hasan itu sebelumnya sudah dijerat dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan sejumlah proyek di Lampung Selatan. Selain Zainudin Hasan, dalam kasus suap ini, KPK juga menjerat Agus Bhakti Nugraha; Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lampung Selatan, Anjar Asmara; serta Bos CV 9 Naga, Gilang Ramadhan. (sp)

See Also

KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.970.375 Since: 07.04.14 | 0.6142 sec