YouTube Facebook Twitter RSS
27 Jun 2019, 0

Hukum

KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI

Friday, 02 November 2018 | View : 223

siarjustisia.com-JAKARTA.

Wakil Ketua DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Taufik Kurniawan mendatangi Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (2/11/2018) pagi.

"Sekitar pukul 09.00 WIB pagi ini tersangka TK (Taufik Kurniawan) datang ke KPK," kata Jubir KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat, Jumat (2/11/2018).

Taufik Kurniawan diketahui mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengalokasian anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN tahun 2016 pada Kamis (1/11/2018) kemarin. Untuk panggilan 1 November kemarin, Taufik Kurniawan disebut sedang berada di daerah pemilihan (dapil) karena masa reses DPR RI.

Taufik Kurniawan yang telah menyandang status tersangka itu diketahui sebelumnya sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik.

Taufik Kurniawan sebelumnya dua kali absen saat dipanggil KPK pada 25 Oktober 2018 dan 1 November 2018. 

Taufik Kurniawan juga mangkir dari panggilan penyidik KPK untuk diperiksa pada Kamis (25/10/2018) lalu.

Sebelumnya, Febri Diansyah enggan berspekulasi adanya kemungkinan Taufik Kurniawan bakal ditahan usai diperiksa. Saat ini, terang Febri Diansyah, Wakil Ketua Umum DPP PAN itu sedang diperiksa tim penyidik.

"Saat ini sedang di ruangan pemeriksaan," bebernya.

Taufik Kurniawan telah dimintai keterangan saat proses penyelidikan pada awal September 2018. Bahkan, KPK sudah meminta Ditjen Imigrasi untuk mencegah Taufik Kurniawan bepergian keluar negeri selama enam bulan ke depan.

Akhirnya, Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan menahan Wakil Ketua DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Taufik Kurniawan, Jumat (2/11/2018). 

Wakil Ketua Umum DPP PAN itu, Taufik Kurniawan ditahan usai diperiksa perdana sebagai tersangka kasus dugaan suap pengalokasian anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN tahun 2016.

Taufik Kurniawan terlihat keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 18.20 WIB, Jumat (2/11/2018) dengan mengenakan kopiah hitam dan rompi tahanan KPK berwarna oranye. Taufik Kurniawan keluar dari lobi KPK pada pukul 18.20 WIB, Jumat (2/11/2018). Dia sudah mengenakan rompi tahanan warna oranye. Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan resmi memakai rompi tahanan KPK. 

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, Taufik Kurniawan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Gedung KPK Jalan Rasuna Said Kavling C1. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu ditahan selama 20 hari pertama. Taufik Kurniawan setidaknya bakal mendekam di sel tahanan selama 20 hari pertama.

"Tersangka TK (Taufik Kurniawan) ditahan selama 20 hari pertama di Rutan cabang KPK di Kantor KPK Kav. C-1," kata Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (2/11/2018).

Wakil Ketua DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) Taufik Kurniawan mengklaim kasus dugaan suap pengalokasian anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN tahun 2016 yang menjeratnya sebagai tersangka merupakan rekayasa. Hal itu dikatakan Taufik Kurniawan saat akan masuk mobil tahanan KPK, Jumat (2/11/2018).

Meski demikian, Taufik Kurniawan tak membeberkan lebih jauh maksud dari pernyataannya tersebut. Mengenakan kopiah hitam dan rompi tahanan KPK berwarna oranye, Taufik hanya menyebut rekayasa Tuhan lebih sempurna ketimbang rekayasa yang dilakukan manusia terkait kasus yang menjeratnya ini.

"Secanggih-canggihnya rekayasa manusia, rekayasa Allah lah yang lebih sempurna," cetus Taufik Kurniawan di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (2/11/2018).

Meski demikian, Taufik Kurniawan mengaku bakal mengikuti proses hukum yang dilakukan KPK. Termasuk proses penahanan yang akan dijalaninya.

"Apapun proses hukum yang ada di KPK akan saya ikuti," tukasnya.

Bahkan, Taufik Kurniawan berjanji bakal membeberkan anggota DPR RI lainnya yang terlibat dan turut kecipratan aliran dana dari kasus suap ini. Pihak-pihak tersebut bakal dibeberkan Taufik Kurniawan di persidangan nanti.

"Nanti lihat saja di persidangan," tegasnya.

KPK menjerat Taufik Kurniawan sebagai tersangka karena diduga menerima uang sebesar Rp 3,65 miliar dari Muhamad Yahya Fuad. KPK menetapkan Taufik Kurniawan sebagai tersangka kasus dugaan suap. Taufik Kurniawan diduga telah menerima suap sekitar Rp 3,65 miliar dari Bupati nonaktif Kebumen, Muhamad Yahya Fuad terkait pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN tahun 2016. Uang itu diduga terkait dengan perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada APBN-P 2016. Suap itu diduga merupakan bagian dari fee sebesar 5 persen dari total anggaran yang dialokasikan untuk Kabupaten Kebumen yang direncanakan mendapat Rp 100 miliar.

Pertemuan dan penyerahan uang kepada Taufik Kurniawan ini dilakukan secara bertahap di sejumlah hotel di Semarang dan Yogyakarta. Teridentifikasi transaksi suap dilakukan melalui kamar hotel dengan connecting door. Setelah transaksi suap, dalam pengesahan APBN Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2016, Kabupaten Kebumen mendapat DAK tambahan sebesar Rp 93,37 miliar yang rencananya dialokasikan untuk pembangunan jalan dan jembatan.

Sprindik Taufik Kurniawan sendiri sudah terbit pada 18 Oktober 2018.

"Setelah pelantikan (sebagai Bupati Kebumen), MYF (Muhamad Yahya Fuad) diduga melakukan pendekatan kepada sejumlah pihak, termasuk anggota DPR, salah satunya TK (Taufik Kurniawan)," ucap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (30/10/2018).

Basaria Pandjaitan menyebut Taufik Kurniawan diduga dianggap mewakili daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah. Saat itu rencana alokasi DAK sekitar Rp 100 miliar. (det/bs/jos)

See Also

Hasil Rapat MK Soal Penerimaan Gugatan Pilpres Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Susunan Tim Kuasa Hukum Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Hashim Djojohadikusumo Penanggung Jawab Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ke MK
Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia
BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Daftarkan Gugatan Hasil Pilpres Ke MK Malam Nanti
MK Putuskan Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Maksimum 14 Hari
Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.020.369 Since: 07.04.14 | 0.5612 sec