YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Hukum

KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI

Friday, 02 November 2018 | View : 103

siarjustisia.com-JAKARTA.

Wakil Ketua DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Taufik Kurniawan mendatangi Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (2/11/2018) pagi.

"Sekitar pukul 09.00 WIB pagi ini tersangka TK (Taufik Kurniawan) datang ke KPK," kata Jubir KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat, Jumat (2/11/2018).

Taufik Kurniawan diketahui mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengalokasian anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN tahun 2016 pada Kamis (1/11/2018) kemarin. Untuk panggilan 1 November kemarin, Taufik Kurniawan disebut sedang berada di daerah pemilihan (dapil) karena masa reses DPR RI.

Taufik Kurniawan yang telah menyandang status tersangka itu diketahui sebelumnya sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik.

Taufik Kurniawan sebelumnya dua kali absen saat dipanggil KPK pada 25 Oktober 2018 dan 1 November 2018. 

Taufik Kurniawan juga mangkir dari panggilan penyidik KPK untuk diperiksa pada Kamis (25/10/2018) lalu.

Sebelumnya, Febri Diansyah enggan berspekulasi adanya kemungkinan Taufik Kurniawan bakal ditahan usai diperiksa. Saat ini, terang Febri Diansyah, Wakil Ketua Umum DPP PAN itu sedang diperiksa tim penyidik.

"Saat ini sedang di ruangan pemeriksaan," bebernya.

Taufik Kurniawan telah dimintai keterangan saat proses penyelidikan pada awal September 2018. Bahkan, KPK sudah meminta Ditjen Imigrasi untuk mencegah Taufik Kurniawan bepergian keluar negeri selama enam bulan ke depan.

Akhirnya, Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan menahan Wakil Ketua DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Taufik Kurniawan, Jumat (2/11/2018). 

Wakil Ketua Umum DPP PAN itu, Taufik Kurniawan ditahan usai diperiksa perdana sebagai tersangka kasus dugaan suap pengalokasian anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN tahun 2016.

Taufik Kurniawan terlihat keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 18.20 WIB, Jumat (2/11/2018) dengan mengenakan kopiah hitam dan rompi tahanan KPK berwarna oranye. Taufik Kurniawan keluar dari lobi KPK pada pukul 18.20 WIB, Jumat (2/11/2018). Dia sudah mengenakan rompi tahanan warna oranye. Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan resmi memakai rompi tahanan KPK. 

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, Taufik Kurniawan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Gedung KPK Jalan Rasuna Said Kavling C1. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu ditahan selama 20 hari pertama. Taufik Kurniawan setidaknya bakal mendekam di sel tahanan selama 20 hari pertama.

"Tersangka TK (Taufik Kurniawan) ditahan selama 20 hari pertama di Rutan cabang KPK di Kantor KPK Kav. C-1," kata Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (2/11/2018).

Wakil Ketua DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) Taufik Kurniawan mengklaim kasus dugaan suap pengalokasian anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN tahun 2016 yang menjeratnya sebagai tersangka merupakan rekayasa. Hal itu dikatakan Taufik Kurniawan saat akan masuk mobil tahanan KPK, Jumat (2/11/2018).

Meski demikian, Taufik Kurniawan tak membeberkan lebih jauh maksud dari pernyataannya tersebut. Mengenakan kopiah hitam dan rompi tahanan KPK berwarna oranye, Taufik hanya menyebut rekayasa Tuhan lebih sempurna ketimbang rekayasa yang dilakukan manusia terkait kasus yang menjeratnya ini.

"Secanggih-canggihnya rekayasa manusia, rekayasa Allah lah yang lebih sempurna," cetus Taufik Kurniawan di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (2/11/2018).

Meski demikian, Taufik Kurniawan mengaku bakal mengikuti proses hukum yang dilakukan KPK. Termasuk proses penahanan yang akan dijalaninya.

"Apapun proses hukum yang ada di KPK akan saya ikuti," tukasnya.

Bahkan, Taufik Kurniawan berjanji bakal membeberkan anggota DPR RI lainnya yang terlibat dan turut kecipratan aliran dana dari kasus suap ini. Pihak-pihak tersebut bakal dibeberkan Taufik Kurniawan di persidangan nanti.

"Nanti lihat saja di persidangan," tegasnya.

KPK menjerat Taufik Kurniawan sebagai tersangka karena diduga menerima uang sebesar Rp 3,65 miliar dari Muhamad Yahya Fuad. KPK menetapkan Taufik Kurniawan sebagai tersangka kasus dugaan suap. Taufik Kurniawan diduga telah menerima suap sekitar Rp 3,65 miliar dari Bupati nonaktif Kebumen, Muhamad Yahya Fuad terkait pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN tahun 2016. Uang itu diduga terkait dengan perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada APBN-P 2016. Suap itu diduga merupakan bagian dari fee sebesar 5 persen dari total anggaran yang dialokasikan untuk Kabupaten Kebumen yang direncanakan mendapat Rp 100 miliar.

Pertemuan dan penyerahan uang kepada Taufik Kurniawan ini dilakukan secara bertahap di sejumlah hotel di Semarang dan Yogyakarta. Teridentifikasi transaksi suap dilakukan melalui kamar hotel dengan connecting door. Setelah transaksi suap, dalam pengesahan APBN Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2016, Kabupaten Kebumen mendapat DAK tambahan sebesar Rp 93,37 miliar yang rencananya dialokasikan untuk pembangunan jalan dan jembatan.

Sprindik Taufik Kurniawan sendiri sudah terbit pada 18 Oktober 2018.

"Setelah pelantikan (sebagai Bupati Kebumen), MYF (Muhamad Yahya Fuad) diduga melakukan pendekatan kepada sejumlah pihak, termasuk anggota DPR, salah satunya TK (Taufik Kurniawan)," ucap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (30/10/2018).

Basaria Pandjaitan menyebut Taufik Kurniawan diduga dianggap mewakili daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah. Saat itu rencana alokasi DAK sekitar Rp 100 miliar. (det/bs/jos)

See Also

KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.970.354 Since: 07.04.14 | 0.6073 sec