YouTube Facebook Twitter RSS
25 Mar 2019, 0

Hukum

KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI

Friday, 02 November 2018 | View : 194

siarjustisia.com-JAKARTA.

Wakil Ketua DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Taufik Kurniawan mendatangi Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (2/11/2018) pagi.

"Sekitar pukul 09.00 WIB pagi ini tersangka TK (Taufik Kurniawan) datang ke KPK," kata Jubir KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat, Jumat (2/11/2018).

Taufik Kurniawan diketahui mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengalokasian anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN tahun 2016 pada Kamis (1/11/2018) kemarin. Untuk panggilan 1 November kemarin, Taufik Kurniawan disebut sedang berada di daerah pemilihan (dapil) karena masa reses DPR RI.

Taufik Kurniawan yang telah menyandang status tersangka itu diketahui sebelumnya sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik.

Taufik Kurniawan sebelumnya dua kali absen saat dipanggil KPK pada 25 Oktober 2018 dan 1 November 2018. 

Taufik Kurniawan juga mangkir dari panggilan penyidik KPK untuk diperiksa pada Kamis (25/10/2018) lalu.

Sebelumnya, Febri Diansyah enggan berspekulasi adanya kemungkinan Taufik Kurniawan bakal ditahan usai diperiksa. Saat ini, terang Febri Diansyah, Wakil Ketua Umum DPP PAN itu sedang diperiksa tim penyidik.

"Saat ini sedang di ruangan pemeriksaan," bebernya.

Taufik Kurniawan telah dimintai keterangan saat proses penyelidikan pada awal September 2018. Bahkan, KPK sudah meminta Ditjen Imigrasi untuk mencegah Taufik Kurniawan bepergian keluar negeri selama enam bulan ke depan.

Akhirnya, Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan menahan Wakil Ketua DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Taufik Kurniawan, Jumat (2/11/2018). 

Wakil Ketua Umum DPP PAN itu, Taufik Kurniawan ditahan usai diperiksa perdana sebagai tersangka kasus dugaan suap pengalokasian anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN tahun 2016.

Taufik Kurniawan terlihat keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 18.20 WIB, Jumat (2/11/2018) dengan mengenakan kopiah hitam dan rompi tahanan KPK berwarna oranye. Taufik Kurniawan keluar dari lobi KPK pada pukul 18.20 WIB, Jumat (2/11/2018). Dia sudah mengenakan rompi tahanan warna oranye. Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan resmi memakai rompi tahanan KPK. 

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, Taufik Kurniawan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Gedung KPK Jalan Rasuna Said Kavling C1. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu ditahan selama 20 hari pertama. Taufik Kurniawan setidaknya bakal mendekam di sel tahanan selama 20 hari pertama.

"Tersangka TK (Taufik Kurniawan) ditahan selama 20 hari pertama di Rutan cabang KPK di Kantor KPK Kav. C-1," kata Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (2/11/2018).

Wakil Ketua DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) Taufik Kurniawan mengklaim kasus dugaan suap pengalokasian anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN tahun 2016 yang menjeratnya sebagai tersangka merupakan rekayasa. Hal itu dikatakan Taufik Kurniawan saat akan masuk mobil tahanan KPK, Jumat (2/11/2018).

Meski demikian, Taufik Kurniawan tak membeberkan lebih jauh maksud dari pernyataannya tersebut. Mengenakan kopiah hitam dan rompi tahanan KPK berwarna oranye, Taufik hanya menyebut rekayasa Tuhan lebih sempurna ketimbang rekayasa yang dilakukan manusia terkait kasus yang menjeratnya ini.

"Secanggih-canggihnya rekayasa manusia, rekayasa Allah lah yang lebih sempurna," cetus Taufik Kurniawan di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (2/11/2018).

Meski demikian, Taufik Kurniawan mengaku bakal mengikuti proses hukum yang dilakukan KPK. Termasuk proses penahanan yang akan dijalaninya.

"Apapun proses hukum yang ada di KPK akan saya ikuti," tukasnya.

Bahkan, Taufik Kurniawan berjanji bakal membeberkan anggota DPR RI lainnya yang terlibat dan turut kecipratan aliran dana dari kasus suap ini. Pihak-pihak tersebut bakal dibeberkan Taufik Kurniawan di persidangan nanti.

"Nanti lihat saja di persidangan," tegasnya.

KPK menjerat Taufik Kurniawan sebagai tersangka karena diduga menerima uang sebesar Rp 3,65 miliar dari Muhamad Yahya Fuad. KPK menetapkan Taufik Kurniawan sebagai tersangka kasus dugaan suap. Taufik Kurniawan diduga telah menerima suap sekitar Rp 3,65 miliar dari Bupati nonaktif Kebumen, Muhamad Yahya Fuad terkait pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN tahun 2016. Uang itu diduga terkait dengan perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada APBN-P 2016. Suap itu diduga merupakan bagian dari fee sebesar 5 persen dari total anggaran yang dialokasikan untuk Kabupaten Kebumen yang direncanakan mendapat Rp 100 miliar.

Pertemuan dan penyerahan uang kepada Taufik Kurniawan ini dilakukan secara bertahap di sejumlah hotel di Semarang dan Yogyakarta. Teridentifikasi transaksi suap dilakukan melalui kamar hotel dengan connecting door. Setelah transaksi suap, dalam pengesahan APBN Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2016, Kabupaten Kebumen mendapat DAK tambahan sebesar Rp 93,37 miliar yang rencananya dialokasikan untuk pembangunan jalan dan jembatan.

Sprindik Taufik Kurniawan sendiri sudah terbit pada 18 Oktober 2018.

"Setelah pelantikan (sebagai Bupati Kebumen), MYF (Muhamad Yahya Fuad) diduga melakukan pendekatan kepada sejumlah pihak, termasuk anggota DPR, salah satunya TK (Taufik Kurniawan)," ucap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (30/10/2018).

Basaria Pandjaitan menyebut Taufik Kurniawan diduga dianggap mewakili daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah. Saat itu rencana alokasi DAK sekitar Rp 100 miliar. (det/bs/jos)

See Also

KPK Tetapkan Direktur PT. Krakatau Steel Tersangka Suap
KPK Amankan 6 Orang Dalam OTT Krakatau Steel
KPK OTT Direktur Produksi Dan Teknologi PT. Krakatau Steel
KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.570.823 Since: 07.04.14 | 0.6053 sec