YouTube Facebook Twitter RSS
22 Mar 2019, 0

Hukum

Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles

Thursday, 20 December 2018 | View : 116

siarjustisia.com-SURABAYA.

Polda Jatim bersama Polrestabes Surabaya masih belum bisa memastikan penyebab amblasnya tanah dan badan jalan di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Selasa (18/12/2018) malam lalu karena masih harus menunggu hasil gelar perkara guna cek silang dari hasil keterangan para saksi, dan bukti-bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan para tim ahli (pakar) geologi dari lembaga perguruan tinggi dan lembaga pemerintah yang membidangi.

“Kami belum bisa memastikan penyebab patah dan amblasnya tanah badan Jalan Raya Gubeng itu. Apakah ada korelasinya dengan proyek pembangunan basement untuk parkir bawah tanah yang akan dipakai RS Siloam, yang dikerjakan oleh kontraktor PT. Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) Tbk., itu. Kita masih mendalami dengan menerjunkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Lucky Hermawan yang dikonfirmasi melalui Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, S.IK., Kamis (20/12/2018).

Terkait amblesnya tanah di Jalan Raya Gubeng, Polda Jatim menduga ada kesalahan teknis dalam pelaksanaan proyek pembangunan basement RS Siloam Surabaya yang tengah berlangsung.

Proyek pembuatan basement Rumah Sakit (RS) Siloam Surabaya diduga kuat berada di balik amblesnya Jalan Gubeng, Selasa (18/12/2018) malam lalu.

Kesimpulan ini didasarkan pada hasil gelar perkara dan olah TKP yang dilakukan oleh tim Labfor Polda Jatim dan Mabes Polri serta tim dari Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT).

"Memang ini (tanah ambles) berawal dari adanya pembangunan basement Rumah Sakit S.," ungkap Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Lucky Hermawan, Rabu (19/12/2018).

"Dugaan kuat kami bahwa ada kesalahan teknis akibat dari pembangunan yang dilakukan oleh rumah sakit S yang membangun 3 lantai ke bawah yaitu basement," tambah Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Lucky Hermawan kepada wartawan, Kamis (20/12/2018).

Mantan WaDir Intelkam Polda Metro Jaya, Irjen Pol. Drs. Lucky Hermawan mengatakan proyek basement mempunyai ukuran luas 70x70 meter persegi. Progres proyek ini baru berjalan 11%. Kedalaman yang digali sampai saat ini adalah 11 meter dari kedalaman 19 meter yang direncanakan.

Mantan Kasat Intel Polresta Malang pada tahun 1992, Irjen Pol. Drs. Lucky Hermawan menambahkan dari hasil pemeriksaan terhadap 11 saksi dari tiga perusahaan yang terlibat dalam proyek ini, pihaknya juga menemukan fakta mengejutkan. Di antaranya soal peringatan yang diberikan terkait pembangunan basement tersebut sejak bulan Februari silam.

Menurut mantan Kaden A1 Dit A BaIntelkam Polri pada tahun 2010, Irjen Pol. Drs. Lucky Hermawan, peringatan itu dikeluarkan karena tanah yang digali untuk proyek basement masih mengeluarkan air, padahal seharusnya sudah tidak muncul.

"Ada beberapa temuan dan masukan pada bulan Februari dari tim pada saat menggali ground muncul air, yang harusnya tidak muncul air, dan ini sudah dilakukan beberapa langkah. Nanti kita dalami lagi bersama saksi ahli," terang mantan Karorenmin BaIntelkam Polri pada tahun 2014, Irjen Pol. Drs. Lucky Hermawan.

Tak hanya itu, tim tersebut juga mendapatkan fakta mengejutkan tentang adanya rencana pembangunan mal yang masih satu lokasi dengan proyek pembangunan basement Rumah Sakit (RS) Siloam.

"Kami juga mendapatkan laporan rencananya membangun mal. Jadi dari yang awalnya izinnya 11 lantai ada tambahan 26 lantai. Dari sini akan kita dalami terkait perizinannya," lanjut mantan WaKabaintelkam Polri pada tahun 2017 itu, Irjen Pol. Drs. Lucky Hermawan.

Untuk itu, mantan Kapoltabes Palembang pada tahun 2008, Irjen Pol. Drs. Lucky Hermawan menyebutkan, pihaknya akan memeriksa perusahaan yang bersinggungan langsung dengan proyek pembangunan basement.

"Nanti ada beberapa undang-undang masalah bangunan, masalah kontruksi akan kita perdalam lagi," beber mantan Kapolres KP3 Tanjung Priok Polda Metro Jaya, Irjen Pol. Drs. Lucky Hermawan.

Didampingi Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Rudi Setiawan, S.IK., S.H., M.H., lebih lanjut Kombes Pol. Frans Barung Mangera, S.IK., menjelaskan, bahwa penyelidik kepolisian akan meminta keterangan para (saksi) ahli guna menyingkap misteri amblasnya badan Jalan Raya Gubeng, Untuk sementara ini diduga ada keterkaitannya dengan pengerukan tanah untuk tempat parkir bawah tanah yang dikerjakan PT. NKE Tbk. Polisi bisa meminta keterangan ahli mulai dari Tim Geoteknik Pusjatan Balitbang dan Komisi Keselamatan Konstruksi, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Jatim, BBJN VIII Surabaya.

“Tidak menutup kemungkinan kita akan meminta pendapat para ahli Geoteknik atau Geologi ITS, peneliti dari Pusat Studi Kebumian, Bencana dan Perubahan Iklim ITS, dari para ahli geologi dari perguruan tinggi negeri lainnya, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Jatim, serta Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya,” tandas mantan Kabid Humas Polda Sulsel pada tahun 2015, Kombes Pol. Frans Barung Mangera, S.IK. sambil menambahkan, tim gabungan Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya sudah mengamankan dokumen kegiatan proyek serta meminta keterangan sejumlah saksi, di antaranya Hen, Bud dan Arf pekerja dan pengawas proyek serta DH seorang pimpinan PT. NKE Tbk.

Sudah ada 36 orang yang dimintai keterangan sebagai saksi. Sebagai langkah antisipasi potensi amblas susulan, maka Polrestabes sudah meminta warga yang berada di sekitar TKP untuk dievakuasi. Polrestabes sudah menutup akses jalan yang terputus itu dengan memasang dinding penyekat sesuai lebar jalan agar mencegah masuknya orang-orang yang hanya ingin melihat TKP dari dekat. Serta guna memperlancar penanganan TKP. “Kita juga sudah pastikan dengan PLN dan PDAM agar memutus sementara aliran ke daerah TKP agar supaya tidak memicu amblas susulan," imbuh mantan Kapolres Musi Banyuasin Polda Sumsel pada tahun 2010, Kombes Pol. Frans Barung Mangera, S.IK.

Wakil Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana menambahkan, untuk menyelesaikan persoalan ini, seluruh kegiatan proyek akan dihentikan. "Proyeknya dihentikan menunggu sampai selesai urusannya," tutur Wisnu Sakti Buana.

Aliran listrik dan air yang terputus akibat amblesnya Jalan Gubeng juga segera diatasi, tak hanya di pemukiman warga yang ada di sekitar Jalan Sumatera, Jalan Bali, Jalan Biliton dan Jalan Jawa, tetapi juga hotel, pertokoan hingga RS Siloam.

Untuk listrik, Manager Senior General Affair PLN Unit Induk Distribusi Jatim Dwi Suryo Abdullah mengungkapkan listrik sudah mulai padam sekitar pukul 21.32 WIB di hari yang sama dengan kejadian ambles.

"Ada 9 tiang tegangan menengah 20 kV dan 2 trafo khusus pelanggan (BNI 46 dan Toko Elizabeth) serta 1 buah trafo PLN untuk proyek Siloam yang ikut roboh," kata Dwi Suryo Abdullah.

Untuk sementara aliran listrik di kedua gedung tersebut menggunakan genset. Pihaknya juga terus mengupayakan agar jaringan bisa kembali normal secepatnya.

Untuk mengantisipasi kelangkahan air. Pihak PDAM Surya Sembada sudah menyiapkan tangki-tangki air yang siap menyuplai air.

"Kami sudah siapkan tangki-tangki beruuran 6 kubik. Jika ada warga atau gedung yang membutuhkan kita siap datangi kelokasi masing-masing," tutur SPV Sistem Distribusi PDAM Surya Sembada Budi Wibowo.

Sedangkan, dua bangunan yang paling terdampak dengan amblesnya Jalan Gubeng adalah sebuah kantor cabang Bank BNI dan sebuah toko tas. Kapolda Jatim telah menginstruksikan anggotanya untuk melakukan sterilisasi, pengamanan dan membantu evakuasi, terutama di gedung BNI.

"Tolong dibantu pengamanannya. Nanti para pegawai yang ingin mengevakusi dokumen penting dan beberapa uang milik bank BNI," tukas Widyaiswara Madya Sespim Polri pada tahun 2015 lalu, Irjen Pol. Drs. Lucky Hermawan.

Selain itu, mantan Kapoltabes Palembang pada tahun 2008, Irjen Pol Drs. Lucky Hermawan juga menginstruksikan agar tidak sembarang orang boleh masuk ke gedung Bank BNI yang juga ikut terdampak amblesnya tanah di Jalan Raya Gubeng.

"Nanti setiap orang yang mau masuk untuk evakuasi atas izin dari Basarnas. Khawatir ada hal-hal yang tidak diinginkan di gedung ini," jelas Pamen SDE SDM Polri pada tahun 2010 lalu, Irjen Pol. Drs. Lucky Hermawan.

Pengamanan juga diperketat di seluruh titik yang berdekatan dengan lokasi amblesnya jalan. Selain memasang seng dan triplek untuk menutup dampak amblesnya jalan, warga yang ingin melihat pun dilarang mendekat.

Seluruh aktivitas warga dan bisnis di sepanjang Jalan Gubeng tetap berjalan seperti biasa, kendati aksesnya terganggu akibat pengalihan arus lalu lintas. Namun, yang menjadi perhatian banyak pihak saat ini adalah bagaimana mengembalikan fungsi salah satu jalan utama di Kota Surabaya tersebut terlebih dahulu. (det/bs)

See Also

KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.558.970 Since: 07.04.14 | 0.6692 sec