YouTube Facebook Twitter RSS
17 Feb 2019, 0

Hukum

Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum

Thursday, 03 January 2019 | View : 35

siarjustisia.com-MAGELANG.

Belasan makam nisan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Giriloyo, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), dirusak orang tak dikenal. Belasan nisan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Giriloyo tersebut ditemukan dalam kondisi rusak.

Polisi masih memeriksa rekaman CCTV untuk mendalami kasus tersebut. Polres Magelang Kota saat ini masih melakukan penyelidikan terkait adanya laporan kasus tersebut.

Informasi awal yang beredar yaitu terjadi perusakan pada makam-makam umat Nasrani di TPU Giriloyo Kota Magelang sejak tanggal 28 Desember 2018. Perusakan terjadi Blok B1, C1, dan A3.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sedikitnya terdapat 12 makam yang dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab. Di antaranya 11 makam Nasrani dan satu makam Muslim.

Bagian yang rusak antara lain simbol Salib di batu nisan, dan dinding makam. Polisi menduga kerusakan itu disengaja.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, mengatakan bahwa Polsek Magelang Selatan menerima laporan pada, Selasa (1/1/2019) malam. Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi, perusakan terlihat beragam.

Tidak hanya menyasar pada nisan-nisan yang menunjukkan identitas keagamaan tertentu. "Ada 12 makam dirusak. Dari 12 makam itu tidak semua (nisan) Nasrani, ada satu makam (warga) muslim," katanya saat dihubungi, Rabu (2/1/2019).

Atas kejadian tersebut, kata dia, telah memintai keterangan para saksi. Selain itu, memeriksa CCTV akses jalan menuju lokasi. Dugaan kejadian tersebut terjadi pada tanggal 26 Desember 2018.

Kapolres Kota Magelang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kristanto Yoga Darmawan mengatakan aksi perusakan makam diperkirakan terjadi pada malam hari, 26 Desember 2018, saat kondisi TPU sepi. "Dugaan sementara, kejadian pada 26 Desember 2018," beber dia.

Sedangkan polisi menerima laporan kasus tersebut pada Selasa (1/1/2019). "Dari hasil penyelidikan sementara, peristiwa terjadi pada 26 Desember 2018 saat malam hari yang situasinya sepi. Kami masih terus dalami," imbuh AKBP Kristanto.

Selain penyelidikan di lokasi, polisi juga mencari barang bukti maupun rekaman CCTV di sekitar TPU.

Selain itu, polisi juga meminta keterangan beberapa pihak seperti penjaga makam, pengelola makam, dan beberapa warga sekitar. Sejumlah orang termasuk penjaga dan petugas kebersihan makam juga dimintai keterangan. "Penyidik masih memanggil beberapa pihak terkait untuk dimintakan keterangannya. Dugaan sementara adalah pelaku vandalisme," jelas AKBP Kristanto.

Seorang penjaga sekaligus petugas kebersihan TPU Giriloyo, Mulyono mengatakan nisan makam yang dirusak tersebar di empat blok makam, yaitu A1, A2, B1, dan B2.

Nisan salib dari bahan kayu tercabut dari makam dengan posisi kayu yang sudah terbelah tidak berbentuk. Nisan salib berbahan marmer hancur berserakan di sekitar makam.

"Jumlahnya cukup banyak, ada belasan. Nisan yang rusak memang bentuknya salib. Ada yang dicabut dan ada juga yang rusak seperti dipecah," katanya dikutip Antara, Rabu (2/1/2019).

TPU Giriloyo memiliki luas sekitar 16,8 hektar dengan jumlah 22 ribu makam. Karena itu, tambah AKBP Kristanto, polisi butuh waktu untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Kami terus lakukan penyelidikan menyeluruh secara runtut," ujarnya.

Atas kejadian ini, polisi berharap masyarakat tidak membuat kesimpulan sendiri, apalagi dikaitkan dengan isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA). Sebab makam yang dirusak kebanyakan adalah makam umat Nasrani.

Pascakejadian ini, katanya, telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Magelang dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar kejadian tersebut tidak menjadi sentimen agama.

"Kami juga melibatkan tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk mendampingi proses penyelidikan," terang AKBP Kristanto.

Namun demikian, AKBP Kristanto akan mencari pelakunya agar segera dibekuk. "Mohon doanya, pelaku masih dicari," pungkasnya. (det/antara)

See Also

KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Artis Kembali Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.405.025 Since: 07.04.14 | 0.5975 sec