YouTube Facebook Twitter RSS
20 Aug 2019, 0

Internasional

Thailand Dilanda Badai Pabuk

Saturday, 05 January 2019 | View : 111
Tags : Thailand

siarjustisia.com-BANGKOK.

Negeri Gajah Putih, Thailand dilanda badai terburuk dalam 30 puluh tahun terakhir. Angin dan hujan badai tropis bernama Pabuk itu menghantam Thailand selatan.

Seperti dilaporkan BBC, badai Pabuk melanda daratan Jumat (4/1/2019) pada pukul 12.45 waktu setempat, menyebabkan pohon tumbang mengenai perumahan di provinsi Nakhon Si Thammarat.

Badai kemudian bergerak ke Thailand selatan, mengenai daerah yang digemari para wisatawan. Ribuan orang telah meninggalkan kepulauan Koh Samui, Koh Tao, dan Koh Phangan.

Paling tidak dua bandara terdekat di daratan utama telah ditutup dan layanan feri dihentikan sementara.

Para wisawatan yang terjebak di Koh Samui mengatakan kepada BBC bahwa pulau tersebut mengalami hujan deras, angin kencang dan ombak besar, serta mati listrik.

Penduduk juga diminta tetap di dalam rumah setelah pukul 16:00 sampai Sabtu (5/1/2019) pagi.

"Saya berbicara dengan warga asing semalam dan mereka tidak ketakutan, mereka memahami keadaaan," kata Krikkrai Songthanee, Kepala Daerah Koh Phangan, yang terkenal sebagai tempat diadakannya pesta meriah, lapor kantor berita AFP.

Kepala Daerah Koh Phangan mengatakan terdapat 10.000 turis yang masih berada di pulau itu.

Pusat badai tropis melewati Nakhon Si Thammarat, ke arah Selatan dan diperkirakan akan melemah di atas provinsi Surat Thani.

"Tetapi semua kepulauan wisata di Teluk Thailand termasuk Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao akan terkena pengaruhnya karena badai Pabuk sangat kuat," kata pimpinan kantor metereologi Phuwieng Prakhammintara.

Seorang nelayan dilaporkan meninggal pada Jumat (4/1/2019) pagi di provinsi Pattani, dekat perbatasan dengan Malaysia karena kapalnya ditelan ombak.

Kementerian Luar Negeri Inggris meminta warganya untuk hanya melakukan perjalanan jika memang diperlukan. (bbc/afp)

See Also

Presiden AS Harap Presiden China Temui Pendemo Hong Kong
Hong Kong Menghangat
Uskup Melbourne Peter Comensoli Pilih Masuk Penjara Dibanding Bocorkan Pengakuan Dosa Jemaat
Survei Sebut Advokat Australia Dan Selandia Baru Alami Kecemasan Dan Depresi
Jerman Bersiap Dihantam Gelombang Panas
Perempuan Lempar Telur Ke PM Australia Dihukum Kerja Sosial 18 Bulan
Kelompok Triad Hong Kong Diduga Terlibat Penyerbuan Stasiun MRT Yuen Long
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Michelle Obama Terpilih Sebagai Wanita Paling Dikagumi Di Dunia
Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.267.889 Since: 07.04.14 | 0.6108 sec