YouTube Facebook Twitter RSS
26 May 2019, 0

Hot News

KPU Ingatkan Debat Capres Bukan Reality Show

Sunday, 06 January 2019 | View : 65

siarjustisia.com-JAKARTA.

Debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) merupakan bentuk penyampaian gagasan. Dengan demikian, debat tersebut bukanlah reality show yang penuh tebak-tebakan.

Demikian disampaikan oleh Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi kepada media, Minggu (6/1/2018).

Menurutnya, pemberian pertanyaan kepada masing-masing pasangan calon presiden-calon wakil presiden sudah dilakukan berdasarkan kesepakatan antara KPU dengan kedua Timses pasangan Capres-Cawapres untuk memberikan kisi-kisi soal kepada paslon satu minggu sebelum debat kandidat untuk "mengembalikan debat ke khittahnya".

Pramono menyebut, debat sebagai salah satu metode kampanye yang diatur Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, yang menyebutkan kampanye merupakan kegiatan peserta pemilu meyakinkan pemilih menawarkan visi, misi, dan program dan/atau citra diri peserta pemilu.

"Memberikan soal sebelummya, maka gagasan yang disampaikan paslon bisa diuraikan dengan jelas dan utuh. Apa visi jika terpilih, apa misi membangun bangsa, dan apa programnya mengatasi berbagai masalah rakyat," terangnya.

Sehingga, melalui penyampaian pertanyaan terlebih dahulu, menurutnya, yang dikedepankan adalah penyampaian gagasan, bukan pertunjukan atau show.

Lagipula debat kandidat bukan acara kuis atau reality showyang penuh tebak-tebakan, tambahnya.

"Karena bukan itu substansinya. Toh, yang lebih dibutuhkan pemilih adalah gagasannya, visi-misinya. Bukan shownya, sehingga publik bisa memberikan penilaian bukan berdasarkan informasi yang sepotong-sepotong," ujarnya.

Oleh karena itu, maka soal-soal yang diberikan tidak sepenuhnya terbuka. KPU mengkombinasikan metode setengah terbuka dan tertutup.

Dia menjelaskan, setiap segmen, KPU menggunakan metode setengah tertutup, di mana masing-masing paslon diberikan lima soal yang sama.

Dan masing-masing paslon akan diundi untuk mengambil salah satu di antara lima soal itu.

Atas dasar itu, dia meminta setiap paslon harus tetap menyiapkan diri secara serius. Karena mereka tak tahu, soal yang mana yang harus mereka jawab. Dan metode ini akan dilakukan untuk beberapa segmen.

"Dalam salah satu segmen KPU juga menerapkan metode pertanyaan tertutup, di mana antar paslon bisa saling mengajukan pertanyaan. Tentu pertanyaan yang sifatnya rahasia. Namun tak boleh keluar dari tema utama: hukum, HAM, korupsi, dan terorisme," demikian Pramono Ubaid Tanthowi. (rri)

See Also

Dapil I DKI Jakarta Dikuasai Petahana
Raih Suara Terbanyak Dapil III DKI Jakarta, Grace Natalie Tetap Gagal Ke Senayan
Dirtipidkor Bareskrim Brigjen Pol Erwanto Kurniadi Wafat
Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
Artis Senior Titi Qadarsih Meninggal
Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa Untuk Korban KM Sinar Bangun
Pernyataan Presiden Jokowi Terkait Musibah KM Sinar Bangun Di Perairan Danau Toba
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Pendiri Matahari Group Ditemukan Meninggal Di Sungai Ciliwung
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jabar Meninggal Dunia
Perdana Menteri Jepang Bubarkan Majelis Rendah Parlemen
Press Release MESANIH Pelayanan Jasa Online Berbasis Budaya Lokal
Kodim 0721/Blora Gelar Doa Bersama 171717
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Doa Bersama 171717 Demi Keutuhan NKRI
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Rektor UMK Tegaskan Tolak Narkoba Dan Paham Radikal
Dandim 0716/Demak Tangkal Radikalisme Lewat Mujahadah
Rotasi Sejumlah Perwira Tinggi Dan Perwira Menengah Di Tubuh Polri
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Kodim 0716/Demak Kehilangan Putra Terbaik Bangsa
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.851.699 Since: 07.04.14 | 0.5884 sec