YouTube Facebook Twitter RSS
25 Mar 2019, 0

Hukum

KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara

Saturday, 12 January 2019 | View : 66

siarjustisia.com-JAKARTA.

Buron kasus dugaan suap anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut), Ferry Suando Tanuray Kaban, akhirnya menyerahkan diri. Ferry Suando Tanuray Kaban langsung dibawa ke KPK setelah menyerahkan diri ke polisi.

Buron kasus dugaan suap anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) yang menyerahkan diri, Ferry Suando Tanuray Kaban, langsung ditahan KPK. Ferry ditahan di Rumah Tahanan Cabang KPK. Ferry sudah berada di KPK.

"FST (Ferry Suando Tanuray Kaban) ditahan di Rutan Cabang KPK di belakang gedung Merah Putih KPK," kata Kabiro Humas Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (11/1/2019).

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menuturkan saat ini Ferry sedang menjalani pemeriksaan.

"Tadi pukul 10.00 WIB datang ke KPK dan sekarang sedang proses pemeriksaan oleh penyidik," ujar Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (10/1/2019).

KPK mengatakan Ferry terancam hukuman lebih tinggi dibanding tersangka lain.

Ferry menyerahkan diri ke Polsek Kelapa Dua, Tangerang, Banten, hari ini sekitar pukul 09.30 WIB. Dia menjadi buron KPK sejak 1 Oktober 2018.

"Ya benar (Ferry menyerahkan diri). Sudah dibawa ke KPK," ungkap Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho saat dimintai konfirmasi terpisah.

Ferry merupakan salah seorang di antara 38 anggota DPRD Sumut yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Sebelumnya, KPK menyebut tersangka kasus dugaan suap anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) Ferry Suando Tanuray Kaban, masih buron. Ferry Suando terancam hukuman lebih tinggi dibanding tersangka lain.

"Tuntutan terhadap pelaku yang tidak kooperatif dan melarikan diri kami pastikan akan lebih tinggi dibanding pelaku lain yang kooperatif. Perlu diingat ancaman pidana untuk penerimaan suap adalah 4 sampai 20 tahun penjara," tukas Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (27/11/2018).

Febri Diansyah mengatakan KPK sudah mendatangi pihak keluarga Ferry. Namun, pihak keluarga mengaku tak pernah berkomunikasi dengan Ferry.

"KPK telah mendatangi pihak keluarga. Saat itu keluarga menyampaikan pada tim bahwa tidak ada komunikasi antara tersangka dengan keluarga," paparnya.

"Kami perlu mengingatkan, jika ada pihak-pihak tertentu yang menyembunyikan informasi dan keberadaan seorang DPO atau memberikan keterangan palsu terkait hal tersebut maka ada resiko pidana untuk perbuatan itu, yaitu di Pasal 21 atau Pasal 22 UU Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana paling sedikit 3 tahun hingga 12 tahun," sambung Febri Diansyah.

Ferry sudah masuk DPO sejak 1 Oktober 2018 . Dia merupakan 1 dari 38 orang yang ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus ini.

Selain Ferry, KPK menahan tersangka lain, Dermawan Sembiring. Febri Diansyah mengatakan seluruh tersangka dalam kasus suap anggota DPRD Sumut sudah ditahan.

"Sebagian di antaranya telah masuk ke persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," beber Febri Diansyah.

Febri Diansyah mengatakan tersangka Dermawan juga mengembalikan uang kepada KPK senilai Rp 270 juta. Menurut Febri Diansyah, hal itu bisa jadi faktor yang meringankan tersangka.

"Kami hargai sikap kooperatif tersebut, yang tentu akan dipertimbangkan sebagai faktor meringankan," ucapnya.

Dalam kasus ini, setidaknya KPK telah menetapkan 38 tersangka.

Ke-38 orang itu diduga menerima suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho senilai Rp 300-350 juta per orang.

Suap tersebut terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut pada 2015. (det)

See Also

KPK Tetapkan Direktur PT. Krakatau Steel Tersangka Suap
KPK Amankan 6 Orang Dalam OTT Krakatau Steel
KPK OTT Direktur Produksi Dan Teknologi PT. Krakatau Steel
KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.570.863 Since: 07.04.14 | 0.5846 sec