YouTube Facebook Twitter RSS
21 Sep 2019, 0

Hukum

KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara

Saturday, 12 January 2019 | View : 204

siarjustisia.com-JAKARTA.

Buron kasus dugaan suap anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut), Ferry Suando Tanuray Kaban, akhirnya menyerahkan diri. Ferry Suando Tanuray Kaban langsung dibawa ke KPK setelah menyerahkan diri ke polisi.

Buron kasus dugaan suap anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) yang menyerahkan diri, Ferry Suando Tanuray Kaban, langsung ditahan KPK. Ferry ditahan di Rumah Tahanan Cabang KPK. Ferry sudah berada di KPK.

"FST (Ferry Suando Tanuray Kaban) ditahan di Rutan Cabang KPK di belakang gedung Merah Putih KPK," kata Kabiro Humas Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (11/1/2019).

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menuturkan saat ini Ferry sedang menjalani pemeriksaan.

"Tadi pukul 10.00 WIB datang ke KPK dan sekarang sedang proses pemeriksaan oleh penyidik," ujar Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (10/1/2019).

KPK mengatakan Ferry terancam hukuman lebih tinggi dibanding tersangka lain.

Ferry menyerahkan diri ke Polsek Kelapa Dua, Tangerang, Banten, hari ini sekitar pukul 09.30 WIB. Dia menjadi buron KPK sejak 1 Oktober 2018.

"Ya benar (Ferry menyerahkan diri). Sudah dibawa ke KPK," ungkap Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho saat dimintai konfirmasi terpisah.

Ferry merupakan salah seorang di antara 38 anggota DPRD Sumut yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Sebelumnya, KPK menyebut tersangka kasus dugaan suap anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) Ferry Suando Tanuray Kaban, masih buron. Ferry Suando terancam hukuman lebih tinggi dibanding tersangka lain.

"Tuntutan terhadap pelaku yang tidak kooperatif dan melarikan diri kami pastikan akan lebih tinggi dibanding pelaku lain yang kooperatif. Perlu diingat ancaman pidana untuk penerimaan suap adalah 4 sampai 20 tahun penjara," tukas Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (27/11/2018).

Febri Diansyah mengatakan KPK sudah mendatangi pihak keluarga Ferry. Namun, pihak keluarga mengaku tak pernah berkomunikasi dengan Ferry.

"KPK telah mendatangi pihak keluarga. Saat itu keluarga menyampaikan pada tim bahwa tidak ada komunikasi antara tersangka dengan keluarga," paparnya.

"Kami perlu mengingatkan, jika ada pihak-pihak tertentu yang menyembunyikan informasi dan keberadaan seorang DPO atau memberikan keterangan palsu terkait hal tersebut maka ada resiko pidana untuk perbuatan itu, yaitu di Pasal 21 atau Pasal 22 UU Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana paling sedikit 3 tahun hingga 12 tahun," sambung Febri Diansyah.

Ferry sudah masuk DPO sejak 1 Oktober 2018 . Dia merupakan 1 dari 38 orang yang ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus ini.

Selain Ferry, KPK menahan tersangka lain, Dermawan Sembiring. Febri Diansyah mengatakan seluruh tersangka dalam kasus suap anggota DPRD Sumut sudah ditahan.

"Sebagian di antaranya telah masuk ke persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," beber Febri Diansyah.

Febri Diansyah mengatakan tersangka Dermawan juga mengembalikan uang kepada KPK senilai Rp 270 juta. Menurut Febri Diansyah, hal itu bisa jadi faktor yang meringankan tersangka.

"Kami hargai sikap kooperatif tersebut, yang tentu akan dipertimbangkan sebagai faktor meringankan," ucapnya.

Dalam kasus ini, setidaknya KPK telah menetapkan 38 tersangka.

Ke-38 orang itu diduga menerima suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho senilai Rp 300-350 juta per orang.

Suap tersebut terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut pada 2015. (det)

See Also

Ipda Erwin Yudha Wildani Yang Terbakar Saat Amankan Demo Akhirnya Meninggal Dunia
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Rumah Sakit Polri Sebut Polisi Yang Terbakar Saat Kawal Demo Alami Luka Bakar 64
Anggota Polres Cianjur Alami Luka Bakar
Artis Rio Reifan Kembali Ditangkap Terkait Narkoba
Umar Kei Ditangkap, Polisi Sita 5 Plastik Sabu Dan Senpi
Jefri Nichol Ditahan Sebagai Tersangka Kasus Ganja
Jefri Nichol Ditangkap Karena Narkoba
Terjerat Narkoba, Jamal Preman Pensiun Ajukan Rehabilitasi
Kronologi Penangkapan Nunung Dan Suaminya
Komedian Nunung Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Hasil Rapat MK Soal Penerimaan Gugatan Pilpres Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Susunan Tim Kuasa Hukum Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Hashim Djojohadikusumo Penanggung Jawab Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ke MK
Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia
BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Daftarkan Gugatan Hasil Pilpres Ke MK Malam Nanti
MK Putuskan Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Maksimum 14 Hari
Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.435.426 Since: 07.04.14 | 0.8457 sec