YouTube Facebook Twitter RSS
23 Aug 2019, 0

Internasional

Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi

Saturday, 12 January 2019 | View : 129
Tags : Houthi, Yaman

siarjustisia.com-AL ANAD.

Pesawat nirawak pemberontak gerakan Houthi menghantam pangkalan udara terbesar Yaman, Kamis (10/1/2019). Serangan itu menewaskan enam tentara loyalis dalam parade militer dalam serangan yang mengancam menghambat upaya perdamaian yang dipimpin Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Pemberontak Syiah Houthi mengaku telah melakukan serangan di pangkalan udara Al-Anad, di provinsi Lahij yang dikuasai pemerintah sekitar 60 kilometer atau setara dengan 40 mil Utara kota kedua Yaman, Aden.

Setidaknya 12 orang terluka, termasuk komandan tinggi, menurut petugas medis di Rumah Sakit (RS) Ibn Khaldoun di Ibu Kota provinsi Huta. Rekaman serangan menunjukkan satu pesawat nirawak meledak di atas podium, tempat puluhan personel militer berdiri.

Para tentara bergegas membawa kawannya yang terluka ke kendaraan militer, sementara seorang pria memegang kamera tergelak berdarah di tanah. Seorang koresponden AFP di tempat kejadian mengatakan wartawan termasuk di antara yang terluka.

Dibangun oleh Uni Soviet saat Perang Dingin, pangkalan militer Al-Anad menjadi markas besar bagi pasukan AS. Pangkalan ini berfungsi untuk mengawasi perang pesawat nirawak yang telah berlangsung lama melawan Al-Qaeda sampai Maret 2014, ketika itu dikuasai oleh Houthi.

Pasukan pemerintah merebut pangkalan militer Al-Anad kembali pada Agustus 2015 ketika mereka merebut lagi wilayah dari pemberontak dengan dukungan dari koalisi militer yang dipimpin Saudi.

Para dokter di Rumah Sakit Ibn Khaldoun kepada AFP, tanpa menyebut nama mengatakan Wakil Kepala Staf Yaman Saleh al-Zandani, Brigadir Jenderal intelijen Saleh Tamah dan komandan senior militer Fadel Hasan termasuk di antara yang terluka, bersama dengan gubernur Lahij Ahmad Abdullah al-Turki. (afp)

See Also

Presiden AS Harap Presiden China Temui Pendemo Hong Kong
Hong Kong Menghangat
Uskup Melbourne Peter Comensoli Pilih Masuk Penjara Dibanding Bocorkan Pengakuan Dosa Jemaat
Survei Sebut Advokat Australia Dan Selandia Baru Alami Kecemasan Dan Depresi
Jerman Bersiap Dihantam Gelombang Panas
Perempuan Lempar Telur Ke PM Australia Dihukum Kerja Sosial 18 Bulan
Kelompok Triad Hong Kong Diduga Terlibat Penyerbuan Stasiun MRT Yuen Long
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Michelle Obama Terpilih Sebagai Wanita Paling Dikagumi Di Dunia
Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.284.028 Since: 07.04.14 | 0.6105 sec