YouTube Facebook Twitter RSS
17 Oct 2019, 0

Ekonomi

Bursa Saham AS Menguat

Saturday, 23 February 2019 | View : 115

siarjustisia.com-NEW YORK.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada perdagangan Jumat (22/2/2019) malam waktu setempat atau Sabtu (23/2/2019) pagi WIB menguat.

Mengacu data Bloomberg, Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 181,1 poin (0,70 persen) mencapai 26.031, Nasdaq composite index naik 67,8 (0,91 persen) mencapai 7.527 sedangkan S&P 500 index naik 17,7 (0,64 persen) mencapai 2.792.

Indeks S&P 500 menutup level tertinggi sejak 8 November 2018 karena investor mencermati adanya tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Investor menilai banyak hal utama dalam perundingan, dari kedua negara untuk diselesaikan dalam satu minggu. Diharapkan diskusi tentang beberapa masalah paling sulit dalam perang dagang dapat diselesaikan.

Jika kedua pihak gagal mencapai kesepakatan pada tengah malam pada 1 Maret, maka perang dagang yang sudah berlangsung tujuh bulan dapat meningkat.

"Orang-orang mengharapkan semacam berita positif tentang perdagangan dan tarif dengan China dalam waktu dekat," kata Presiden Chase Investment Counsel Peter Tuz, di Charlottesville, Virginia, AS.

Indeks saham S&P 500 pun naik sekitar 19 persen sejak level terendah pada akhir Desember. Indeks saham teknologi S&P 500 naik 1,3 persen, dan memimpin kenaikan dari antara 11 sektor saham di indeks S&P 500. Sementara itu, indeks saham industri perdagangan menguat 0,6 persen di Wall Street.

Dikabarkan sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada perdagangan Kamis (21/2/2019) malam waktu setempat atau Jumat (22/2/2019) pagi WIB melemah.

Mengacu data Bloomberg, Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 103,8 poin (0,40 persen) mencapai 25.851, Nasdaq composite index tergerus 29,4 (0,39 persen) mencapai 7.460 sedangkan S&P 500 index melemah 9,9 (0,35 persen) mencapai 2.775.

Bursa saham AS jatuh pada Kamis setelah rilis data ekonomi yang mengecewakan di tengah perundingan perdagangan yang sedang berlangsung antara tim Presiden AS Donald Trump dan rekan-rekan China.

Departemen Perdagangan mengatakan pesanan baru untuk barang-barang modal utama buatan AS secara tak terduga turun pada Desember. Hal ini menunjukkan perlambatan lebih lanjut pengeluaran bisnis untuk peralatan yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

Data terpisah menunjukkan ukuran aktivitas bisnis Mid-Atlantic AS dari Philadelphia Federal Reserve menurun pada Februari ke level terlemah sejak Mei 2016. Sementara laporan lain menunjukkan penjualan existing home (rumah yang sebelumnya telah dimiliki atau rumah yang sudah dibangun sebelumnya selama satu bulan atau dikenal juga dengan home resales/rumah bekas) di AS turun bulan lalu ke level terendah sejak November 2015.

Sementara itu, AS dan China mulai menguraikan komitmen dasar pada masalah paling sulit dalam perselisihan perdagangan. Hal ini menandai kemajuan signifikan meski belum mengakhiri perang dagang selama tujuh bulan. Demikian sejumlah sumber-sumber kepada Reuters. Kedua belah pihak berusaha mencapai kesepakatan sebelum 1 Maret.

Indeks perawatan kesehatan S&P turun 0,9 persen, terbebani penurunan 0,7 persen Johnson & Johnson. Raksasa perawatan kesehatan itu mengatakan mereka menerima panggilan pengadilan dari regulator AS terkait litigasi yang melibatkan dugaan kontaminasi asbes di lini produk bedak bayinya.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada perdagangan Rabu (20/2/2019) malam waktu setempat atau Kamis (21/2/2019) pagi WIB menguat.

Mengacu data Bloomberg, Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 63,1 poin (0,24 persen) mencapai 25.954, Nasdaq composite index menguat 2,3 (0,03 persen) mencapai 7.488 sedangkan S&P 500 index naik 4,9 (0,18 persen) mencapai 2.785. Kenaikan Nasdaq untuk kedelapan hari berturut-turut.

Bursa saham AS ditutup naik dalam sesi perdagangan yang berfluktuatif ketika investor mencerna rilis bank sentral AS (the Federal Reserve/the Fed) yang merangkum pertemuan bulan lalu di mana bank sentral mengindikasikan akan lebih sabar untuk menaikkan suku bunga di masa mendatang.

"Para peserta menunjuk berbagai pertimbangan yang mendukung pendekatan 'sabar' terhadap kebijakan moneter saat ini, sebagai langkah yang tepat dalam mengelola berbagai risiko dan ketidakpastian," kata risalah.

Tetapi para pembuat kebijakan memberikan sedikit petunjuk tentang berapa lama sikap "sabar" kebijakan suku bunga AS yang mengakibatkan aktivitas perdagangan sore fluktuasi.

Pasar juga memantau perkembangan terbaru perundingan perdagangan China dan Amerika Serikat di Washington minggu ini.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa (19/2/2019) bahwa perundingan perdagangan dengan China berjalan baik dan menyatakan dia terbuka untuk mendorong tenggat waktu guna menyelesaikan negosiasi.

Tarif impor dari China senilai US$ 200 miliar dijadwalkan naik menjadi 25 persen dari 10 persen pada 1 Maret, jika dua ekonomi terbesar dunia itu tidak menyelesaikan perselisihan perdagangan. Namun, Presiden AS Donald Trump telah menyatakan beberapa kali bahwa ia akan terbuka untuk menunda tenggat waktu. (bloomberg/reuters)

See Also

Bursa Eropa Dibuka Positif
Kristalina Georgieva Dipilih Sebagai Direktur Pelaksana IMF
Jerman Tawarkan Pinjaman Untuk Perusahaan Agen Perjalanan Inggris Thomas Cook
Perusahaan Pariwisata Inggris Thomas Cook Bangkrut
24 Aplikasi Android Berbahaya
CEO Nissan Motor Co Ltd Mengundurkan Diri
Sony Akan Rilis Edisi Khusus Walkman
Bursa Asia Di Zona Positif
Bursa Asia Berguguran
The Fed Siap Buyback Jika China Lepas Obligasi AS
TNI Ajak Warga Untuk Beternak Sapi
TNI Dorong Warga Sasaran TMMD Budidaya Blewah
Dipelopori TNI, Penghijauan Di Desa Sasaran TMMD Menggeliat
TNI Kodim 0716/Demak Juga Benahi Saluran Irigasi Di Desa TMMD
Camilan Khas Kalikondang Kenangan Bagi Satgas TMMD
Penjual Blewah Juga Meraup Rejeki Di TMMD Kalikondang
Satgas TMMD Beri Kursus Fotografi Kepada Warga
Berbagi Ilmu Tanaman Di Lokasi TMMD Kalikondang
Pelangsiran Anyaman Besi Hantarkan Kesejahteraan Warga
Jepang Hapus Daftar Putih Negara Korea Selatan Tujuan Ekspor
Harga Emas Melemah
Harga Minyak Anjlok
Bursa Asia Dan Eropa Menguat
Harga Emas Terpangkas
Wall Street Melemah
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.578.718 Since: 07.04.14 | 0.6677 sec