YouTube Facebook Twitter RSS
20 Jul 2019, 0

Olahraga

Garuda Muda Ke Final Piala AFF U-22 Tantang Thailand

Monday, 25 February 2019 | View : 106

siarjustisia.com-PHNOM PENH.

Laga semifinal Piala AFF U-22 antara Vietnam melawan Indonesia berlangsung Minggu (24/2/2019) sore di Stadion Nasional Kamboja atau lebih dikenal dengan nama The National Olympic Stadium, Charles de Gaulle Boulevard, 12253, Phnom Penh, Kamboja.

Daftar penyerang tersubur Piala AFF U-22 saat ini dihuni oleh dua pemain yakni penyerang Vietnam Tran Danh Trung dan penyerang Indonesia Marinus Wanewar.

Keduanya sama-sama mengemas tiga gol setelah tampil di dua dari tiga pertandingan negara masing-masing dalam fase penyisihan grup.

Danh Trung lebih dulu mencapainya ketika ia mengantarkan Vietnam mengempaskan Timor Leste 4-0 dalam laga kedua penyisihan Grup A sekaligus memastikan tiket ke babak semifinal kala itu.

Sedangkan, Marinus Wanewar memborong dua gol penentu keberhasilan Indonesia mempecundangi tuan rumah Kamboja 2-0 di laga pamungkas penyisihan Grup B, yang juga memastikan satu tiket terakhir ke semifinal.

Praktis laga semifinal antara Vietnam melawan Indonesia yang berlangsung Minggu (24/2/2019) sore di Stadion Nasional, Phnom Penh, juga menjadi panggung adu ketajaman antara Marinus Wanewar dan Danh Trung.

Hari berlangsungnya laga semifinal juga bertepatan dengan hari ulang tahun yang ke-22 Marinus Wanewar sehingga tentu penyerang Bhayangkara FC itu memiliki motivasi lebih untuk bisa menunjukkan yang terbaik.

Pun demikian, Danh Trung memiliki keuntungan lebih yakni masa istirahat yang jauh lebih panjang dibandingkan Marinus Wanewar.

Setelah mencetak dua gol di laga kedua dan Vietnam sudah dipastikan lolos ke semifinal, Danh Trung menjadi penghangat bangku cadangan di laga ketiga melawan Thailand. Sehingga secara keseluruhan penyerang berusia 18 tahun itu memiliki waktu istirahat selama kurang lebih empat hari menjelang semifinal.

Sebaliknya, Marinus Wanewar praktis hanya memiliki waktu istirahat sehari lantaran ia harus pahlawan kemenangan atas Kamboja pada Jumat (22/2/2019) dan segera merumput lagi pada Minggu (24/2/2019), tentunya jika tetap diberi kepercayaan oleh Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri meski rasanya tidak ada alasan bagi dia untuk tidak memberikannya.

"Semoga kami lebih siap lagi di semifinal," demikian harapan pendek yang diutarakan Marinus Wanewar selepas menorehkan dua gol kemenangan Indonesia melawan Kamboja, Jumat (22/2/2019) lalu.

Marinus Wanewar tampil sangat perkasa dan mengintimidasi dalam laga melawan Kamboja, ketika ia berhasil membuat para pemain bertahan tuan rumah gugup tiap kali bola ada di dekat penyerang asal Papua itu.

Bahkan gol kedua yang dicetaknya ke gawang Kamboja menggambarkan penuh betapa Marinus Wanewar mampu menjadi makhluk buas di dalam kotak penalti. Dia menaklukkan dua orang bek lawan dalam memperebutkan bola lambung yang tiba dan dengan tenang mampu melepaskan tendangan ke arah gawang.

Atas kemampuannya itu, Pelatih Timnas Vietnam U-22 Nguyen Quoc Tuan menjadikan Marinus Wanewar sebagai satu dari tiga pemain yang bakal diincar mendapatkan pengawalan ketat dari anak-anak asuhannya, bersama Witan Sulaeman dan Osvaldo Haay.

"Nomor tiga, sepuluh, dan delapan," kata Quoc Tuan penuh keyakinan ketika diminta menyebutkan para pemain Indonesia yang diwaspadai.

Quoc Tuan boleh saja mewaspadai Marinus Wanewar, tapi bukan berarti sang penyerang akan membiarkan pengawalan ketat maupun provokasi yang mungkin akan dilancarkan kepadanya mengganggu konsentrasinya untuk berjuang memenangkan Indonesia.

Lagipula, Marinus Wanewar genap berusia 22 tahun di hari pertandingan, tentu ia semakin dewasa dalam menghadapi setiap tantangan yang datang.

Menjaga optimisme tim di tengah mengikuti sebuah turnamen adalah kewajiban pelatih kepala masing-masing.

Jika pelatih kepala kerap memuji penampilan lawan dan pelit mengumbar kebanggaan atas para pemainnya sendiri, bukan tidak mungkin kondisi moral di ruang ganti akan terganggu. Setidaknya demikian yang diajarkan dalam gim simulasi pelatih sepak bola, Fooball Manager dan sejenisnya.

Namun tentu Indra Sjafri mengamini benar pandangan tersebut, dalam keadaan apapun ia tak pernah kehabisan optimisme atas kualitas timnya, yang secara tidak langsung mewakili kualitasnya memilih skuat di dalamnya.

Ketika seorang wartawan dari media Vietnam mengikuti jumpa pers seusai kemenangan Indonesia atas Kamboja, segera terlontar permintaan komentar bagaimana Indra melihat lawannya di semifinal itu.

"Saya pernah bertemu Vietnam beberapa kali, juga ketika melatih U-19 kami pernah berhadapan di final (Piala AFF U-19 2013). Vietnam tim yang bagus, tapi bukan tidak bisa dikalahkan," papar Indra Sjafri.

"Bahkan di 2013 itu, Vietnam mencapai final dengan status tak terkalahkan, namun pada akhirnya kami bisa mengalahkan mereka lewat adu penalti," ujar dia menambahkan.

Sebelum pertandingan semifinal ini, status tak terkalahkan itu masih disandang baik Vietnam maupun Indonesia dalam Piala AFF U-22. Vietnam sedikit lebih baik karena memiliki catatan dua kemenangan dan satu kali imbang, sedangkan Indonesia "cuma" sekali menang dan dua kali bermain imbang.

Quoc Tuan optimistis bahwa waktu normal 90 menit akan cukup untuk menentukan pemenang dari laga tersebut.

"Saya kira pemenang akan ditentukan dalam 90 menit," kata Quoc Tuan.

Optimisme itu disambut dengan kelakar oleh Indra, sembari mengatakan "ya bagus dong, kita juga 85 menit selesai." Namun di balik optimisme yang ada, Indra rupanya tidak mau jemawa dan lengah.

Ia tetap mengantisipasi semua kemungkinan yang ada dalam laga semifinal, termasuk jika harus diteruskan sampai adu penalti. Oleh karenanya, di sesi latihan Sabtu (23/2/2019) sore, menu pamungkas sebelum pendinginan adalah simulasi tendangan penalti.

"Semua kemungkinan yang akan terjadi besok kita antisipasi dari sekarang," kata Indra Sjafri.

Sehari sebelum pertandingan Pelatih Vietnam U-22, Nguyen Quoc Tuan, menyatakan akan mewaspadai Marinus Wanewar bersama dua tandemnya di lini depan yakni Osvaldo Haay dan Witan Sulaeman.

Kewaspadaan itu kemudian diterjemahkan dalam bentuk provokasi tingkat tinggi kepada Marinus Wanewar sejak tendangan mula dilakukan lewat gangguan yang dilakukan oleh bek Nguyen Van Hanh.

Di menit-menit awal, Marinus Wanewar sempat sedikit terprovokasi ketika ia berbenturan dengan Van Hanh dan mendapatkan peringatan dari wasit Thant Zin Oo asal Myanmar tersebut.

Namun, justru Van Hanh yang mendapatkan ganjaran atas tindakannya, ketika dengan sengaja menjatuhkan Marinus Wanewar dalam pergerakan tanpa bola di tengah situasi serangan balik Indonesia pada menit ke-31.

Marinus Wanewar kemudian bahkan kerap menjadi penengah tiap kali situasi memanas di tengah lapangan antara para pemain Indonesia dan Vietnam hingga laga. Saat laga usai dia bisa meluapkan kegembiraannya turut membantu Indonesia mencapai partai final AFF U-22.

Terlebih lagi, kemenangan itu diraih bersamaan dengan Marinus Wanewar merayakan hari ulang tahun ke-22.

"Tolong kepada media dan masyarakat Indonesia kawal dan dukung Marinus," kata Indra Sjafri.

"Saya ingin dia menjadi penyerang terbaik Indonesia," ujar mantan pelatih Timnas U-19 tersebut.

Gol semata wayang dari Muhamad Luthfi Kamal Baharsyah ke gawang Vietnam akhirnya memastikan Timnas Indonesia U-22 merebut tiket ke final Piala AFF U-22 dengan kemenangan 1-0 dalam laga semifinal Piala AFF U-22 di Stadion Nasional Kamboja atau lebih dikenal dengan nama The National Olympic Stadium, Charles de Gaulle Boulevard, 12253, Phnom Penh, Kamboja.

Tidak mudah buat Indonesia memastikan kemenangan atas Vietnam dalam laga yang dimainkan di Stadion Nasional Kamboja tersebut.

Gol kemenangan Indonesia baru tercipta di menit 70 lewat tendangan bebas Muhamad Luthfi Kamal Baharsyah. Upaya Indonesia untuk mempertahankan keunggulan harus dibayar dengan 6 kartu kuning yang diterima pemain Indonesia.

Laga kedua tim berlangsung sengit sejak menit awal babak pertama. Kedua tim saling berbalas serangan. Ancaman pertama datang dari Vietnam di menit 20 ketika sundulan Tran Duc Nam masih melambung dari gawang yang dijaga kiper Awan Setho.

Setelah itu gantian Indonesia membalas lewat serangan meski belum membuahkan hasil. Meski tempo permainan menjadi semakin tinggi, tidak ada gol tercipta sampai turun minum.

Laga semakin sengit di babak kedua. Pada menit 60, Vietnam mempunyai peluang emas untuk menjebol gawang timnas Indonesia U-22. Tembakan keras yang dilepaskan Tran Duc Nam, masih mampu diamankan Awan.

Akhirnya timnas Indonesia U-22 mampu merobek gawang Vietnam setelah mendapat tendangan bebas. Sepakan keras yang terarah dilepaskan Muhamad Luthfi Kamal Baharsyah, tak mampu dihalau Phan Van Bieu.

Setelah itu tekanan dihadapi pertahanan Indonesia menghadapi gempuran pemain-pemain Vietnam. Namun, solidnya pertahanan membuat Indonesia mampu menjaga keunggulan 1-0 sampai peluit panjang berbunyi.

Di final, Garuda Muda akan menghadapi timnas Thailand U-22. Tim nasional Thailand U-22 menjadi lawan Indonesia di partai final Piala AFF U-22 setelah berhasil menyingkirkan tuan rumah Kamboja lewat adu penalti dengan kemenangan 5-3 dalam laga semifinal di Stadion Nasional atau lebih dikenal dengan nama The National Olympic Stadium, Charles de Gaulle Boulevard, 12253, Phnom Penh, Kamboja, Minggu (24/2/2019) malam (24/2/2019).

Kedua tim diharuskan melakoni drama adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol dalam 90 menit waktu normal dan 2x15 menit babak tambahan.

Thailand sebetulnya sempat dua kali memperoleh peluang berbahaya di babak tambahan kedua, namun dua kali pula percobaan mereka ditolak oleh mistar gawang, yakni sepakan Kittipong Sansanit dan tendangan bebas Korawich Tasa.

Lima algojo Thailand dalam drama adu penalti berhasil menyarangkan bola ke gawang Kamboja yang dikawal kiper Hul Kumhuy dari titik putih, yakni secara berurutan kapten Saringkan Promsupa, penyerang Ritthidet Phensawat, gelandang Jedsadakorn Kowngam, penyerang Korawich Tasa dan bek Marco Ballini.

Kumhuy sebetulnya sempat menepis tendangan pamungkas dari Ballini, namun ia tak mampu menghentikan bola untuk tetap melesak ke dalam gawangya sehingga memastikan kemenangan Thailand.

Pasalnya, penendang ketiga Kamboja Narong Kakada gagal melakukan tugasnya dengan baik ketika mengarahkan bola ke tengah namun terlalu tinggi dan membentur bagian atas mistar gawang sebelum keluar lapangan.

Dengan demikian, Thailand bakal menghadapi Indonesia di partai final Piala AFF U-22 yang berlangsung pada Selasa (26/2/2019) malam di Stadion Nasional atau lebih dikenal dengan nama The National Olympic Stadium, Charles de Gaulle Boulevard, 12253, Phnom Penh, Kamboja.

Pertemuan dengan Thailand sayangnya kurang sesuai dengan keinginan Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, yang berharap bisa kembali bertemu tuan rumah di partai final.

"Saya pingin Kamboja, supaya ditonton lebih banyak orang di stadion," kata Indra dalam jumpa pers purnalaga, merujuk pada kondisi tribun Stadion Nasional yang hanya dipadati penonton ketika Kamboja bermain saja.

Indonesia lolos ke final setelah berhasil melewati Vietnam dengan kemenangan 1-0 di laga semifinal berkat gol semata wayang dari tendangan bebas Muhammad Luthfi Kamal Baharsyah.

Pelatih tim nasional Indonesia U-22 Indra Sjafri menyebut bahwa penyerangnya, Marinus Wanewar, sebagai sosok yang cerdas dan bisa mengontrol emosi dalam pertandingan.

Hal itu dilontarkan Indra dalam jumpa pers usai Indonesia sukses mengalahkan Vietnam 1-0 di semifinal Piala AFF U-22. Dalam laga tersebut Marinus sejak menit pertama hingga pengujung laga selalu menjadi sasaran provokasi para pemain lawan.

"Saya kenal Marinus tujuh minggu, sekarang minggu kedelapan ini. Dia anak cerdas," kata Indra di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja, Minggu (25/2/2019) petang.

"Jangan pikir dia gampang dipancing emosinya sama lawan, dia bisa kontrol emosinya," ujarnya menambahkan.

Pelatih tim nasional Vietnam U-22, Nguyen Quoc Tuan, "mengkambinghitamkan" kepemimpinan wasit Thant Zin Oo atas kekalahan mereka 0-1 dari Indonesia dalam laga semifinal Piala AFF U-22 di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja, Minggu sore (24/2/2019).

Padahal dalam laga yang diwarnai banyak kontak fisik dan pelanggaran tersebut, wasit asal Myanmar itu sudah memberikan enam kartu kuning kepada para pemain Indonesia.

Quoc Tuan merasa Vietnam seharusnya mendapatkan banyak pelanggaran di dalam kotak penalti Indonesia, terutama pada babak kedua.

"Yang pertama wasit selalu membela Indonesia, kami punya banyak situasi di dalam kotak penalti, tetapi wasit tidak melakukan apa-apa atas itu. Tidak ada pelanggaran bagi Indonesia di dalam kotak penalti mereka," kata Quoc Tuan dalam jumpa pers purnalaga.

Lebih lanjut, Quoc Tuan bahkan menyebut Indonesia tidak seperti sedang bermain bola dalam pertandingan tersebut.

"Indonesia seperti tidak bermain bola, terlalu banyak kontak fisik," ujar Quoc Tuan.

Secara keseluruhan wasit mengeluarkan tak kurang dari delapan kartu kuning sepanjang laga, enam di antaranya ia berikan kepada para pemain Indonesia.

Demikian juga kartu kuning pertama yang dikeluarkan wasit diberikan kepada bek Vietnam Nguyen Van Hanh, sosok yang sepanjang laga selalu berusaha memprovokasi demi memancing emosi penyerang Indonesia Marinus Wanewar.

Van Hanh kala itu menghantam jatuh Marinus pada menit ke-31 ketika sang penyerang Bhayangkara FC itu tengah bergerak tanpa bola dalam situasi serangan balik.

Meski demikian, pertandingan yang perlahan mulai memanas membuat para pemain Indonesia banyak melakukan keputusan gegabah dan/atau terpancing emosinya ketika diprovokasi pemain Vietnam.

Maka jadilah Bagas Adi Nugroho, Osvaldo Ardiles Haay, Firza Andika, Awan Setho Raharjo, Witan Sulaiman dan M. Rafi Syarahil diganjar kartu kuning atas pelanggaran-pelanggaran yang mereka lakukan.

Ironisnya bagi Quoc Tuan yang berharap mendapatkan penalti dari banyak situasi di kotak terlarang Indonesia, timnya justru kebobolan dari bola mati ketika M. Luthfi Kamal Baharsyah melesakkan tendangan bebas dari tepian kotak penalti pada menit ke-70.

Hingga saat ini Marinus masih berbagi tempat dengan penyerang Vietnam Tran Danh Trung di pucuk daftar top skor sementara AFF U-22 dengan koleksi tiga gol.

Marinus bisa saja menobatkan dirinya menjadi yang tersubur di Kamboja jika kembali memperkuat Indonesia di partai final melawan Thailand pada Selasa (26/2/2019) malam.

Meski kalah, Vietnam masih akan berada di Kamboja untuk menghadapi tuan rumah Kamboja yang kalah di laga semifinal lain. Sebelum Indonesia bertemu Thailand di partai final, Vietnam dan Kamboja akan terlebih dulu berhadapan dalam laga perebutan tempat ketiga pada Selasa (26/2/2019) sore, yang menjadi kali pertama tuan rumah tampil ketika matahari masih terik menyinari permukaan lapangan Stadion Nasional, sepanjang turnamen AFF U-22.

Susunan Pemain:

Vietnam:

Phan Van Bieu, Nguyen Van Dat, Nguyen Hoang Duy, Nguyen Hung Thien Duc, Dung Quang Nho, Nguyen Van Hanh, Tran Thanh Son, Nguyen Huu Thang, Phan Thanh Hau, Le Van Xuan, Tran Duc Nam

Pelatih: Nguyen Quoc Tuan

Indonesia:

Awan Setho, Asnawi Mangkualam Bahar, Nurhidayat Haji Haris, Bagas Adi Nugroho, Firza Andhika, Muhamad Luthfi Kamal Baharsyah, Sani Rizki Fauzi, Gian Zola Nasrullah, Osvaldho Haay, Marinus Wanewar, Witan Sulaeman

Pelatih: Indra Sjafri

Wasit: Thant Zin Oo (Myanmar)

Jumlah Penonton: 5,150

See Also

Puasa Tidak Mengurangi Semangat Berolahraga Prajurit Kodim 0716/Demak
Babinsa Koramil Pantau Kegiatan Lomba Bola Voli Antar SMK Se-Kabupaten Demak
Dandim 0716/Demak Gembleng 27 Atlet FORKI
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Melalui Senam Aerobik, Persit Kodim 0716/Demak Jalin Kebersamaan
Hempaskan UEA 1-0, Indonesia U-19 Melaju Ke Perempat Final
Presiden Joko Widodo Dan Petinggi Negara Ikut Pecahkan Rekor Dunia Poco-Poco
Pemecahan Rekor Dunia Poco-Poco
Dandim 0716/Demak Ajak Danramil Beserta Perwira Staf Untuk Bertanding Bola Voli
Kodim 0716/Demak Dan Polres Siap Amankan Pengambilan Api Abadi Di Mrapen
Menko PMK Bilang Manfaatkan Asian Games 2018 Untuk Tingkatkan UKM, Ekonomi, Dan Parawisata
Muhammad Zohri Juarai Lari 100 Meter Putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20
Kalahkan Inggris 2-1, Kuda Hitam Kroasia Bikin Kejutan Maju Ke Final
Kalahkan Belgia Skor Tipis 1-0, Prancis Capai Final Piala Dunia 2018
Dandim 0716/Demak Bersama Kapolres Buka Turnamen Usia Dini Se-Jateng Dan DIY
Kento Momota Rebut Gelar Indonesia Terbuka Untuk Kedua Kalinya
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo Raih Gelar Indonesia Terbuka 2018
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Juara Indonesia Terbuka 2018
Hempaskan Tuan Rumah 4-3 Lewat Adu Penalti, Kroasia Capai Semi Final
Tekuk Swedia 2-0, Inggris Melaju Ke Semi Final
Tenggelamkan Brazil 2-1, Belgia Maju Ke Semi Final
Prancis Maju Ke Semi Final Setelah Menang Telak 2-0 Atas Uruguay
Kemenpora Sosialisasikan ASIAN Games Di Kudus
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.110.768 Since: 07.04.14 | 0.6439 sec