YouTube Facebook Twitter RSS
27 Jun 2019, 0

Hukum

KPK Amankan 6 Orang Dalam OTT Krakatau Steel

Saturday, 23 March 2019 | View : 53

siarjustisia.com-JAKARTA.

Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengamankan dua orang terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Direktur PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Dua orang yang terdiri dari unsur swasta dan pegawai BUMN ini telah dibawa ke Gedung KPK, Jakarta Sabtu (23/3/2019) pagi untuk menjalani pemeriksaan intensif. Hingga saat ini, KPK telah menangkap enam orang terkait OTT tersebut.

"Sampai pagi ini ada dua orang lagi yang dibawa ke kantor KPK," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Sabtu (23/3/2019) pagi.

Sebelumnya KPK telah menangkap empat orang dalam OTT di Jakarta dan kawasan BSD, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Jumat (22/3/2019). Keempat orang yang dibekuk terdiri dari petinggi PT. Krakatau Steel, pegawai Krakatau Steel dan pihak swasta. Keempat orang tersebut ditangkap lantaran diduga terlibat transaksi suap terkait dengan proyek di Krakatau Steel.

"Kami menduga sudah terjadi transaksi pada salah satu direktur BUMN diduga menerima uang dari pihak swasta dalam hal ini kontraktor yang kami indikasikan sebelumnya pernah punya kerja sama atau pengerjaan proyek dengan BUMN tersebut," kata Febri Diansyah.

Selain menangkap direktur PT. Krakatau Steel dalam operas tangkap tangan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menangkap tiga orang lainnya. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, empat orang itu sudah dibawa ke Gedung KPK.

"Sampai saat ini ada empat orang yang telah diamankan dan sudah berada di gedung KPK," kata Basaria Panjaitan dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (22/3/2019) malam. Dikatakan, keempat orang tersebut dibawa ke Gedung KPK untuk diklarifikasi lebih lanjut oleh penyidik KPK.

Basaria Panjaitan belum bisa memberikan keterangan lebih detail tentang OTT kali ini. Pimpinan KPK, ujarnya, akan memberi keterangan pers terkait OTT ini pada Sabtu (23/3/2019). "KPK memiliki waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak-pihak yang diamankan tersebut," kata Basaria Panjaitan.

Berdasarkan informasi, petinggi Krakatau Steel yang turut diamankan KPK tersebut adalah seorang direktur berinisial WK. Informasi yang beredar di kalangan wartawan menyebutkan bahwa uang itu digunakan untuk biaya pernikahan anak WK.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Febri Diansyah masih enggan mengungkap dan membenarkan identitas petinggi Krakatau Steel yang diamankan atau peruntukan suap tersebut. Febri Diansyah hanya mengatakan identifikasi KPK sejauh ini mengindikasikan bahwa pihak kontraktor pernah mempunyai kerja sama atau akan bekerja sama dengan Krakatau Steel terkait proyek.

“Jadi, kaitan kepentingannya sejauh ini terkait dengan hal itu (proyek, Red)," kata Febri Diansyah.

Direktur PT Krakatau Steel tersebut tak hanya menerima suap dalam bentuk uang tunai dalam pecahan rupiah dan dolar, tetapi juga menerima suap melalui sarana perbankan. Saat ini, KPK sedang mendalami transaksi suap tersebut

"Transaksi yang didalami saat ini karena diduga ada kombinasi antara pemberian secara cepat dan penggunaan sarana perbankan. Keduanya sedang didalami, baik transaksi yang gunakan rupiah ataupun dolar," kata Febri Diansyah.

Febri Diansyah juga masih enggan membeberkan secara terperinci nominal uang suap yang diterima direktur Krakatau Steel tersebut. Febri Diansyah berjanji akan menyampaikan lebih detail mengenai kasus ini dalam konferensi pers yang rencananya digelar Sabtu (23/3/2019) sore.

"Baru kita sampaikan informasinya dalam konferensi pers. Semoga bisa kita sampaikan Sabtu sore," kata Febri Diansyah.

Sebelumnya diberitakan, Tim Satgas KPK membenarkan telah menangkap seorang petinggi salah satu perusahaan BUMN. Petinggi BUMN yang dibekuk KPK tersebut merupakan Direktur di PT. Krakatau Steel. "Iya. Salah satu direktur (Krakatau Steel)," kata Basaria Panjaitan.

Basaria mengatakan, selain petinggi BUMN terdapat tiga orang lainnya yang diringkus tim Satgas KPK. Keempat orang tersebut ditangkap lantaran diduga terlibat transaksi suap. OTT itu berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB.

KPK sebelumnya sudah mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai adanya rencana pemberian uang dari pihak swasta yang pernah atau berkepentingan dengan proyek di salah satu BUMN. Diduga sebagian uang telah diberikan secara tunai dan yang lainnya menggunakan sarana perbankan. Sedangkan didalami pula bahwa transaksi menggunakan baik mata uang rupiah maupun dolar.

Saat ini, enam orang yang ditangkap masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK. Lembaga Antikorupsi memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum mereka. (sp/jos)

See Also

Hasil Rapat MK Soal Penerimaan Gugatan Pilpres Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Susunan Tim Kuasa Hukum Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Hashim Djojohadikusumo Penanggung Jawab Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ke MK
Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia
BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Daftarkan Gugatan Hasil Pilpres Ke MK Malam Nanti
MK Putuskan Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Maksimum 14 Hari
Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.023.210 Since: 07.04.14 | 0.5758 sec