YouTube Facebook Twitter RSS
25 Apr 2019, 0

Hukum

KPK Amankan 6 Orang Dalam OTT Krakatau Steel

Saturday, 23 March 2019 | View : 31

siarjustisia.com-JAKARTA.

Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengamankan dua orang terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Direktur PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Dua orang yang terdiri dari unsur swasta dan pegawai BUMN ini telah dibawa ke Gedung KPK, Jakarta Sabtu (23/3/2019) pagi untuk menjalani pemeriksaan intensif. Hingga saat ini, KPK telah menangkap enam orang terkait OTT tersebut.

"Sampai pagi ini ada dua orang lagi yang dibawa ke kantor KPK," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Sabtu (23/3/2019) pagi.

Sebelumnya KPK telah menangkap empat orang dalam OTT di Jakarta dan kawasan BSD, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Jumat (22/3/2019). Keempat orang yang dibekuk terdiri dari petinggi PT. Krakatau Steel, pegawai Krakatau Steel dan pihak swasta. Keempat orang tersebut ditangkap lantaran diduga terlibat transaksi suap terkait dengan proyek di Krakatau Steel.

"Kami menduga sudah terjadi transaksi pada salah satu direktur BUMN diduga menerima uang dari pihak swasta dalam hal ini kontraktor yang kami indikasikan sebelumnya pernah punya kerja sama atau pengerjaan proyek dengan BUMN tersebut," kata Febri Diansyah.

Selain menangkap direktur PT. Krakatau Steel dalam operas tangkap tangan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menangkap tiga orang lainnya. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, empat orang itu sudah dibawa ke Gedung KPK.

"Sampai saat ini ada empat orang yang telah diamankan dan sudah berada di gedung KPK," kata Basaria Panjaitan dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (22/3/2019) malam. Dikatakan, keempat orang tersebut dibawa ke Gedung KPK untuk diklarifikasi lebih lanjut oleh penyidik KPK.

Basaria Panjaitan belum bisa memberikan keterangan lebih detail tentang OTT kali ini. Pimpinan KPK, ujarnya, akan memberi keterangan pers terkait OTT ini pada Sabtu (23/3/2019). "KPK memiliki waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak-pihak yang diamankan tersebut," kata Basaria Panjaitan.

Berdasarkan informasi, petinggi Krakatau Steel yang turut diamankan KPK tersebut adalah seorang direktur berinisial WK. Informasi yang beredar di kalangan wartawan menyebutkan bahwa uang itu digunakan untuk biaya pernikahan anak WK.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Febri Diansyah masih enggan mengungkap dan membenarkan identitas petinggi Krakatau Steel yang diamankan atau peruntukan suap tersebut. Febri Diansyah hanya mengatakan identifikasi KPK sejauh ini mengindikasikan bahwa pihak kontraktor pernah mempunyai kerja sama atau akan bekerja sama dengan Krakatau Steel terkait proyek.

“Jadi, kaitan kepentingannya sejauh ini terkait dengan hal itu (proyek, Red)," kata Febri Diansyah.

Direktur PT Krakatau Steel tersebut tak hanya menerima suap dalam bentuk uang tunai dalam pecahan rupiah dan dolar, tetapi juga menerima suap melalui sarana perbankan. Saat ini, KPK sedang mendalami transaksi suap tersebut

"Transaksi yang didalami saat ini karena diduga ada kombinasi antara pemberian secara cepat dan penggunaan sarana perbankan. Keduanya sedang didalami, baik transaksi yang gunakan rupiah ataupun dolar," kata Febri Diansyah.

Febri Diansyah juga masih enggan membeberkan secara terperinci nominal uang suap yang diterima direktur Krakatau Steel tersebut. Febri Diansyah berjanji akan menyampaikan lebih detail mengenai kasus ini dalam konferensi pers yang rencananya digelar Sabtu (23/3/2019) sore.

"Baru kita sampaikan informasinya dalam konferensi pers. Semoga bisa kita sampaikan Sabtu sore," kata Febri Diansyah.

Sebelumnya diberitakan, Tim Satgas KPK membenarkan telah menangkap seorang petinggi salah satu perusahaan BUMN. Petinggi BUMN yang dibekuk KPK tersebut merupakan Direktur di PT. Krakatau Steel. "Iya. Salah satu direktur (Krakatau Steel)," kata Basaria Panjaitan.

Basaria mengatakan, selain petinggi BUMN terdapat tiga orang lainnya yang diringkus tim Satgas KPK. Keempat orang tersebut ditangkap lantaran diduga terlibat transaksi suap. OTT itu berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB.

KPK sebelumnya sudah mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai adanya rencana pemberian uang dari pihak swasta yang pernah atau berkepentingan dengan proyek di salah satu BUMN. Diduga sebagian uang telah diberikan secara tunai dan yang lainnya menggunakan sarana perbankan. Sedangkan didalami pula bahwa transaksi menggunakan baik mata uang rupiah maupun dolar.

Saat ini, enam orang yang ditangkap masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK. Lembaga Antikorupsi memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum mereka. (sp/jos)

See Also

KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
KPK Periksa GM Adhi Karya
KPK Tetapkan Direktur PT. Krakatau Steel Tersangka Suap
KPK OTT Direktur Produksi Dan Teknologi PT. Krakatau Steel
KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.707.568 Since: 07.04.14 | 0.5977 sec