YouTube Facebook Twitter RSS
25 Apr 2019, 0

Hukum

KPK Tetapkan Direktur PT. Krakatau Steel Tersangka Suap

Saturday, 23 March 2019 | View : 39

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Teknologi dan Produksi PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk., Wisnu Kuncoro (WNU) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Krakatau Steel, Sabtu (23/3/2019).

Tak hanya Wisnu Kuncoro status tersangka juga disematkan KPK terhadap tiga orang lainnya, yakni Presdir PT. Grand Kartech, Kenneth Sutardja; bos Tjokro Group, Kurniawan Eddy Tjokro; dan seorang swasta lainnya bernama Alexander Muskitta. Penetapan tersangka itu dilakukan KPK setelah memeriksa intensif para pihak yang ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta dan kawasan BSD, Tangerang Selatan, Jumat (22/3/2019).

"Setelah melakukan pemeriksaan dan sebelum batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, dilanjutkan dengan gelar perkara, maka disimpulkan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa di PT. Krakatau Steel (Persero) Tahun 2019. KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan empat orang sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3/2019).

Saut Situmorang memaparkan, Direktorat Teknologi dan Produksi PT. Krakatau Steel yang dipimpin Wisnu Kuncoro merencanakan kebutuhan barang dan peralatan masing-masing bernilai Rp 24 miliar dan Rp 2,4 miliar. Alexander Muskitta kemudian menawarkan sejumlah rekanan untuk menggarap proyek tersebut dan disetujui Wisnu Kuncoro. Alexander Muskitta pun menyepakati commitment fee dengan rekanan yang disetujui untuk ditunjuk, yakni PT. Grand Kartech dan Group Tjokro senilai 10 persen dari nilai kontrak.

"AMU (Alexander Muskitta) diduga bertindak mawakili dan atas nama WNU (Wisnu Kuncoro) sebagai Direktur Teknologi dan Produksi PT. KS (Krakatau Steel). Selanjutnya, AMU meminta Rp 50 juta kepada KSU (Kenneth Sutardja) dari PT. GK (Grand Kartech) dan Rp 100 juta kepada KET (Kurniawan Eddy Tjokro) dari GT (Group Tjokro).

Seperti diberitakan sebelumnya, tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap seorang Direktur PT Krakatau Steel dan tiga orang lainnya dalam operasi tangkap tangan di Jakarta dan kawasan BSD, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Jumat (22/3/2019).

Keempat orang itu ditangkap lantaran diduga terlibat transaksi suap.

Direktur Krakatau Steel tersebut diduga menerima suap dari pihak kontraktor. Suap ini terkait dengan proyek di Krakatau Steel.

"Kami menduga sudah terjadi transaksi pada salah satu direktur BUMN diduga menerima uang dari pihak swasta dalam hal ini kontraktor yang kami indikasikan sebelumnya pernah punya kerja sama atau pengerjaan proyek dengan BUMN tersebut. Jadi, kaitan kepentingannya sejauh ini yang teridentifikasi dan saya dapatkan informasinya terkait hal itu," beber Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (22/3/2019) malam.

Tak hanya dalam bentuk uang tunai dalam pecahan rupiah dan dolar AS, Direktur Krakatau Steel tersebut diduga menerima suap melalui sarana perbankan. Saat ini, KPK sedang mendalami transaksi suap tersebut "Transaksi yang didalami saat ini krn diduga ada kombinasi antara pemberian secara tunai dan pemggunaan sarana perbankan, keduanya sedang didalmi. Baik transaksi yang gunakam rupiah ataupun dolar," paparnya.

Meski demikian, Febri Diansyah belum membeberkan secara rinci nominal uang suap yang diterima direktur Krakatau Steel tersebut.

Febri Diansyah berjanji akan menyampaikan lebih detil mengenai kasus ini dalam konferensi pers yang rencananya digelar pada Sabtu (23/3/2019).

"Besok, baru kita sampaikan informasinya dalam konferensi pers. Semoga bisa kita sampaikan Sabtu sore besok," katanya.

Saat ini, keempat orang yang ditangkap telah berada di Gedung KPK dan menjalani pemeriksaan intensif. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka. (sp/jos)

See Also

KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
KPK Periksa GM Adhi Karya
KPK Amankan 6 Orang Dalam OTT Krakatau Steel
KPK OTT Direktur Produksi Dan Teknologi PT. Krakatau Steel
KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.707.551 Since: 07.04.14 | 0.6189 sec