YouTube Facebook Twitter RSS
20 Jul 2019, 0

Ekonomi

Rabobank Indonesia Resmi Hengkang Dari Indonesia

Friday, 03 May 2019 | View : 75

siarjustisia.com-JAKARTA.

PT. Bank Rabobank International Indonesia (Rabobank Indonesia) resmi menghentikan operasinya di Indonesia. Rabobank akan melakukan konsolidasi bisnis ke Singapura.

Rabobank Indonesia adalah anak usaha Rabobank Group yang bermarkas di Utrecht, Belanda.

Perusahaan itu beroperasi di Indonesia sejak 1990 sebagai penyedia jasa keuangan.

Rabobank Indonesia atau PT. Bank Rabobank International Indonesia mengumumkan penghentian operasional di Indonesia secara bertahap mulai April ini setelah mulai beroperasi selama 29 tahun di Indonesia atau sejak tahun 1990.

Pada 2008, Rabobank mengklaim menjadi bank internasional nomor satu di Indonesia, setelah menyelesaikan proses merger dengan Hagabank dan Bank Hagakita. Dengan ketentuan single presence policy dari Bank Indonesia, maka Rabobank, Hagabank dan Bank Hagakita melakukan merger dengan nama baru Rabobank Indonesia.

Proses merger tiga bank ini membuat perseroan akan menjadi bank internasional terbesar karena memiliki 94 kantor cabang di Indonesia dan sekitar 1.700 karyawan. Selain itu, merger tersebut juga menghasilkan total aset gabungan saat itu mencapai Rp 10,2 triliun atau sekitar USD 1,1 miliar.

Setelahnya, Rabobank mulai melebarkan sayap ke sektor pangan dan agribisnis. Rabobank pun tertarik pada rantai suplai dua sektor itu, seperti produksi bibit, pupuk, dan peralatan ternak, demikian penjelasan di situs resmi Rabobank Indonesia.

Rabobank Indonesia memiliki 33 cabang yang tersebar di kota-kota Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Cabang paling banyak berada di DKI Jakarta.

Selain memiliki personal banking, produk Rabobank lain yang mereka tawarkan di Indonesia adalah SME & commercial banking, trade finance, cash management, dan foreign exchange.

Rabobank menyebut memiliki delapan cabang di Asia Pasifik. Ada pula cabang di China, Hong Kong, dan Jepang. Mereka menyebut memiliki 8,7 juta klien di seluruh dunia.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso akhirnya berkomentar soal tutupnya operasional PT. Bank Rabobank International Indonesia atau Rabobank Indonesia secara bertahap mulai April 2019.

Wimboh Santoso mengatakan pihaknya menghargai keputusan pemegang saham Rabobank Indonesia yang hengkang dari perbankan tanah air untuk melakukan konsolidasi secara grup. Rabobank Indonesia adalah anak perusahaan Rabobank Group yang berpusat di Utrecht, Belanda.

"Bahwa Rabobank ingin mengakhiri operasinya di Indonesia ini merupakan keputusan dari korporasi. Kami hargai kalau memang ternyata mempunyai alasan yang menurut bisnis, pasti dia alasan bisnis lebih menguntungkan bagi mereka kalau tidak beroperasi lagi di Indonesia. Kami hargai keputusan itu," tegas Wimboh Santoso di Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Namun, tambah Wimboh Santoso, untuk menutup operasinya Rabobank harus mengikuti proses karena berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dan kepentingan nasabah.

"Kami yakini, kami jamin tidak akan terganggu. Kami tentunya secara teknis akan minta beberapa hal kepada Rabobank, untuk bisa menjamin continuitas para nasabah untuk melakukan jasa perbankan," imbuhnya.

Terkait dengan nasib nasabah bank tersebut, Wimboh menegaskan ada beberapa opsi akan dilakukan dan terlebih dahulu dibahas bersama Rabobank.  Wimboh menegaskan penutupan bank ini bukan pertama kalinya terjadi sehingga ada beberapa cara dilakukan dan OJK juga nantinya memberikan opsi kepada nasabah Rabobank.

"Kami belum sampai sedetail itu teknisnya, tapi itu tidak sulit. Ada beberapa cara dilakukan, memberikan opsi ke nasabahnya untuk memindahkan rekening pada bank lain. Tapi juga bagaimana kerja sama Rabobank dengan baik lain, bank mana yang bisa melakukan itu," jelasnya.

Sebab itu, mantan Kepala Perwakilan Bank Indonesia di New York ini mengungkapkan perlu ada pembicaraan yang lebih mendetail dengan Rabobank terkait dengan teknis.

"Ini hanya beberapa opsi yang disiapkan. Kami juga belum tahu detailnya, kewajiban-kewajiban apa yang lain yang harus diselesaikan. Banyak hal yang harus kami bicarakan teknis lebih detail antara Rabobank terutama dengan kami sebagai otoritas pengawas, secara detail."

Dianugrahi Bank Dengan Komitmen Investasi Hijau Terbaik

International NGO Forum on Indonesian Development (INVID) dan Indonesia Working Group and on Forest Finance (IWGFF) meluncurkan Indeks Investasi Hijau (IIH) perbankan Indonesia. Indeks ini bertujuan untuk melihat sejauh mana komitmen investasi hijau yang dilakukan oleh perbankan di Indonesia.

Koordinator Indonesia Working Group and on Forest Finance (IWGFF), Willem Pattinasarany mengatakan, indeks ini merupakan upaya mendorong perbaikan kebijakan pada lembaga jasa keuangan khususnya perbankan di Indonesia. Hal ini diupayakan dapat sejalan dengan konsep keuangan berkelanjutan peta jalan (road map) dan regulasinya telah diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Penyusunan indeks investasi hijau ini menggunakan data yang diambil dari laporan tahunan dan laporan berkelanjutan tahun 2016 dari bank-bank yang berkomitmen menjalankan kebijakan keuangan berkelanjutan OJK, memiliki aset besar, serta memberikan pinjaman dan investasi pada sektor bisnis perkebunan kelapa sawit, hutan dan tambang," ungkapnya.

Berdasarkan kriteria, terdapat 12 bank nasional maupun internasional yang beroperasi di Indonesia masuk ke dalam penilaian indeks. Bank-bank tersebut di antaranya adalah Bank Negara Indonesia (BNI 46), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, BCA, Danamon, Panin Bank, CIMB Niaga, Citibank, Permata, Rabobank, Sumitomi, DBS Bank.

Willem membeberkan, dari hasil temuan indeks ini tidak ada bank yang memiliki persentase 'sangat bagus' karena berdasarkan hasil penilaian dan pengukuran yang dilakukan tidak ada bank yang masuk dalam interval nilai 81-100 persen. "Hanya ada dua bank yang masuk dalam interval 61-80 persen atau kategori bagus yaitu Citibank dan Rabobank," imbuhnya.

Willem menyimpulkan, hasil pengukuran indeks investasi hijau ini menunjukkan bahwa Citibank dan Rabobank sebagai bank asing memperoleh skor indeks yang lebih tinggi dibandingkan 10 bank lainnya. Dirinya menilai, bank-bank lain pun umumnya juga sudah menunjukkan perhatian pada isu lingkungan dan sosial dalam program-program CSR, namun belum sampai pada penyediaan dana secara khusus dan pendanaan berkelanjutan secara inklusif.

"Boleh dikatakan kedua bank ini (Citibank dan Rabobank) sudah mempunyai produk-produk finansial yang terintegrasi pada nilai-nilai keberlanjutan green banking baik secara internal maupun eksternal," pungkasnya.

Rabobank Indonesia mengumumkan penghentian operasional di Indonesia secara bertahap mulai April ini setelah beroperasi selama 29 tahun di Indonesia atau sejak tahun 1990.

Dalam surat pemberitahuan kepada para nasabah loyal perusahaan per 22 April 2019, yang diteken Presiden Direktur Rabobank Indonesia Jos Luhukay, manajemen Rabobank Indonesia menegaskan bahwa penghentian operasional tersebut akan dilakukan secara bertahap.

"Setelah puluhan tahun Rabobank Indonesia, sebagai bagian dari Rabobank Group, telah bertumbuh dan berkembang bersama para nasabah, mitra, dan seluruh karyawan," kata Jos Luhukay, dalam suratnya, dikutip CNBC Indonesia, Selasa (30/4/2019).

Jos adalah bankir senior di Indonesia, pernah memimpin Bank Lippo (kini menjelma menjadi PT Bank CIMB Niaga Tbk) dan juga sebagai Wakil Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

Dari sisi kinerja, jika melihat laporan keuangan perusahaan yang dikendalikan Rabobank Belanda ini, performa terus menurun.

Di sisi neraca, jumlah aset turun 9% dari Rp 13,1 triliun pada 2016 menjadi Rp 11,9 triliun pada 2017. Penurunan aset terutama disebabkan karena turunnya jumlah kredit yang disalurkan seiring dengan fokus perusahaan memperbaiki proses internal dan pendekatan yang lebih berhati-hati dalam penyaluran kredit untuk mengurangi risiko kredit.

Kredit perbankan korporasi tumbuh dari Rp 3,2 triliun menjadi Rp 3,8 triliun, sedangkan portofolio kredit perbankan bisnis turun dari Rp 6,2 triliun menjadi Rp 4,6 triliun.

Dalam hal pendanaan, simpanan dari nasabah turun sebesar 22% dari Rp 10,2 triliun pada akhir 2016 menjadi Rp 8 triliun pada akhir tahun 2017.

Per September 2018, laporan keuangan kuartal III mengungkapkan, perusahaan menderita rugi bersih setelah sebelumnya laba terus terkoreksi. Rugi Rabobank Indonesia pada periode tersebut mencapai Rp 132,12 miliar, dari September 2017 yang masih untung Rp 10,26 miliar.

Dari sisi pendapatan, pada 2017, Rabobank Indonesia mencatat pendapatan bunga bersih sebesar Rp 480,1 miliar. Selain pendapatan bunga, perseroan juga membukukan pendapatan dari provisi, komisi dan pendapatan operasional lainnya. Total pendapatan operasional lainnya selain bunga adalah sebesar Rp 124 miliar. 

Di akhir 2017, laba bersih setelah pajak sebesar Rp 1,5 miliar, amblas dari 2016 yang sempat mencapai Rp 260,41 miliar, dengan tingkat kredit bermasalah (NPL) bruto 2,45% dari sebelumnya 4,46%.

Per September 2018, laporan keuangan kuartal III mengungkapkan, perusahaan menderita rugi bersih setelah sebelumnya laba terus terkoreksi. Rugi Rabobank Indonesia pada periode tersebut mencapai Rp 132,12 miliar, dari September 2017 yang masih untung Rp 10,26 miliar.

Jumlah karyawan juga terus berkurang, dari 2009 sebanyak 1.708 orang, pada 2017 tersisa menjadi 722 orang. Aset pada September 2018 itu mencapai Rp 12,59 triliun.

Laporan keuangan Rabobank Group 2018 mengungkapkan aset perusahaan tahun lalu turun dari EUR 602,99 miliar pada 2017 menjadi EUR 590,44 miliar atau setara dengan Rp 9.438 triliun dengan asumsi kurs Rp 15.986/EUR.

Adapun pendapatan Rabobank Group pada periode tahun lalu relatif stagnan mencapai EUR 12,02 miliar atau sekitar Rp 192 triliun, sementara laba bersih EUR 3,00 miliar atau sekitar Rp 48,02 triliun.

Pada Maret 2019, perseroan melaporkan aset mulai naik menjadi Rp 17,38 triliun, dan mencatat rugi bersih pada periode itu sebesar Rp 9,78 miliar. 

"Dengan berat hati kami sampaikan bahwa, pemegang saham pengendali telah memutuskan untuk menghentikan operasional Rabobank Indonesia," kata Jos dalam surat tersebut.

Keputusan ini, katanya, merupakan keputusan yang sulit, namun merupakan bagian dari strategi global dari Rabobank Group terkait dengan visi Banking for Food yang berfokus pada rantai pasokan internasional untuk sektor pangan dan agrikultur.

"Kami berkomitmen untuk menjalankan keputusan dari seluruh pemegang saham dengan sebaik mungkin dan memastikan proses pengembalian izin perbankan dan izin usaha kepada otoritas terkait (Otoritas Jasa Keuangan/OJK) berjalan dengan baik, lancar, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia."

See Also

Bursa Asia Ditutup Tergerus
Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Bervariasi
Bursa Asia Bervariasi
Wall Street Menguat
10 Maskapai Penerbangan Terbaik Di Dunia Tahun 2019
Boeing Tak Terima Pesanan Pesawat Sejak April 2019
Bursa Saham AS Turun
12 Pelabuhan & Bandar Udara Deklarasi Zona Integritas
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Bursa Saham AS Ditutup Turun
Bursa Saham AS Menguat
Tingkatkan Harga Yang Maksimal, Babinsa 13/Karangawen Bantu Petani Jemur Hasil Panen
Bantu Percepatan Pembangunan, Danramil 01/Demak Kota Hadiri Musrembangdes
Babinsa 09/Karangtengah Beri Motivasi Kepada Para Petambak Bandeng
Tingkatkan Motivasi Petani Swasembada Pajale, Babinsa 13/Karangawen Bantu Panen Jagung
Babinsa 01/Demak Dampingi Program Kotaku Di Desa Mulyorejo
Antisipasi Kelangkaan Dan Kestabilan Harga Pupuk, Babinsa 12/Mranggen Cek Langsung
Wall Street Menguat
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Babinsa 09/Karangtengah Dampingi Pembangunan RTLH
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.110.757 Since: 07.04.14 | 0.5914 sec