YouTube Facebook Twitter RSS
20 Jul 2019, 0

Ekonomi

Bursa Saham AS Turun

Friday, 03 May 2019 | View : 65
Tags : The Fed

siarjustisia.com-NEW YORK.

Saham-saham di Wall Street jatuh pada penutupan perdagangan Kamis (2/5/2019) atau Jumat (3/5/2019) pagi WIB, memperpanjang kerugian di hari sebelumnya, setelah bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed) mengurangi harapan penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 122,35 poin atau 0,46 persen, menjadi 26.307,79 poin. Indeks S&P 500 turun 6,21 poin atau 0,21 persen, menjadi 2.917,52 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 12,87 poin atau 0,16 persen, menjadi 8.036,77 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan sektor energi turun 1,71 persen, memimpin kerugian. Sementara sektor perawatan kesehatan naik 0,47 persen, mengungguli sektor lainnya.

Federal Reserve pada Rabu (2/4/2019) membiarkan suku bunga tidak berubah setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari, mengutip inflasi yang lemah.

Ketua the Fed Jerome Powell menambahkan bahwa kelemahan tekanan harga kemungkinan bersifat sementara dan inflasi akan kembali ke target dua persen.

Wall Street juga mencerna beberapa berita perusahaan dan sejumlah data ekonomi. Saham Tesla melonjak 4,31 persen setelah pembuat mobil listrik itu meluncurkan rencana untuk mengumpulkan dana sekitar US$ 2,3 miliar dengan menjual bauran surat utang dan ekuitas.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada perdagangan Rabu (1/5/2019) malam waktu setempat atau Kamis (2/5/2019) pagi WIB melemah.

Mengacu data Bloomberg, Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah 162,7 poin (0,61 persen) mencapai 26.430, Nasdaq composite index turun 45,8 (0,57 persen) mencapai 8.050, sedangkan S&P 500 index turun 22,1 (0,75 persen) mencapai 2.924.

Dow turun lebih dari 150 poin setelah Ketua the Fed, Jerome Powell memutuskan tidak menurunkan suku bunga meski didesak oleh Presiden AS ke-45 tersebut, Donald John Trump.

The Fed mempertahankan suku bunga stabil seperti yang diperkirakan di kisaran 2,25-2,5 persen. Powell yang berbicara setelah pernyataan The Fed, mengatakan penurunan inflasi tahun ini disebabkan faktor sementara.

Hal itu mengecewakan pandangan beberapa orang di pasar bahwa The Fed mungkin melakukan upaya preemptive untuk mencegah inflasi yang lebih rendah atau resesi dengan memangkas suku bunga.

Dari berita emiten, Apple mengumumkan rencana pembelian kembali saham baru senilai US$ 75 miliar dan meningkatkan dividen tunai sebesar 5,0 persen. Saham Apple berakhir naik 4,9 persen.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada perdagangan Senin (29/4/2019) malam waktu setempat atau Selasa (30/4/2019) pagi WIB melemah.

Mengacu data Bloomberg, Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 38,5 poin (0,15 persen) mencapai 26.592, Nasdaq composite index turun 66,4 (0,81 persen) mencapai 8.095 sedangkan S&P 500 index naik 2,8 (0,10 persen) mencapai 2.945.

Indeks saham Nasdaq turun terseret induk usaha Google, Alphabet karena pendapatan mengecewakan. Hal ini diperburuk dengan tertekannya  saham Apple.

Saham Alphabet Inc turun 7,5 persen atau penurunan terburuk sejak Januari 2012. Hal itu dipicu laporan perusahaan dimana pendapatannya melambat dalam tiga tahun.

Sektor jasa komunikasi turun 2,5 persen yang didorong saham Alphabet dan alami penurunan persentase terbesar dalam empat bulan.

Sebelumnya, setelah dibuka lebih rendah di awal Jumat (26/4/2019), Indeks AS ditutup lebih tinggi pada hari Jumat (26/4/2019) karena PDB AS 1Q19 yang lebih tinggi dari perkiraan sebesar 3,2 persen (vs konsensus 2,5 persen). S&P dan Nasdaq ditutup pada level tertinggi sepanjang masa.

Angka pertumbuhan PDB 1Q19 mewakili tingkat pertumbuhan terkuat untuk kuartal pertama dalam empat tahun. Namun, menganalisa lebih dalam ke pertumbuhan PDB AS 1Q19 menunjukkan pertumbuhan lebih banyak didorong oleh faktor-faktor
sementara seperti private inventory investment dan foreign trade, tetapi personal consumption, yang merupakan sekitar dua pertiga dari pertumbuhan ekonomi AS, melambat.

Saham-saham unggulan yang tergabung dalam Investor33 turun 0,8 persen ke kisaran 466,26, indeks LQ45 turun 0,6 persen ke kisaran 1004,56, JII turun 1 persen ke 685,44.

Sektor agri turun 0,1 persen, industri dasar turun 0,4 persen, konsumsi turun 0,1 persen, keuangan turun 0,5 persen, infrastruktur turun 0,4 persen, manufaktur turun 0,4 persen, tambang turun 0,1 persen, aneka industri turun 1,3 persen, properti naik 0,1 persen, perdagangan turun 0,2 persen.

Di bursa Asia hari ini, Hang Seng Hong Kong naik 0,22 persen ke 29.669,82, CSI 300 naik 0,77 persen ke 3.902,35, S&P/ASX 200 Australia turun 0,45 persen ke 6.356,8, Straits Times Index naik 0,73 persen ke 3.381,29.

Di penutupan Wall Street sebelumnya, Dow Jones Industrial Average naik 0,31 persen ke 26.543,33, S&P 500 naik 0,47 persen ke 2.939,88, Nasdaq naik 0,34 persen ke 8.146,4, NYSE naik 0,61 persen ke 12.991,2.

Harga minyak mentah dunia jenis WTI di Nymex turun 0,62 persen ke US$ 62,91 per barel untuk kontrak Juni 2019, sementara jenis Brent di ICE turun 0,57 persen ke US$ 71,74 per barel untuk kontrak Juni 2019. Harga emas Comex turun 0,08 persen ke US$ 1.287,8 per troy ons. (bloomberg/reuters)

See Also

Bursa Asia Ditutup Tergerus
Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Bervariasi
Bursa Asia Bervariasi
Wall Street Menguat
10 Maskapai Penerbangan Terbaik Di Dunia Tahun 2019
Boeing Tak Terima Pesanan Pesawat Sejak April 2019
12 Pelabuhan & Bandar Udara Deklarasi Zona Integritas
Rabobank Indonesia Resmi Hengkang Dari Indonesia
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Bursa Saham AS Ditutup Turun
Bursa Saham AS Menguat
Tingkatkan Harga Yang Maksimal, Babinsa 13/Karangawen Bantu Petani Jemur Hasil Panen
Bantu Percepatan Pembangunan, Danramil 01/Demak Kota Hadiri Musrembangdes
Babinsa 09/Karangtengah Beri Motivasi Kepada Para Petambak Bandeng
Tingkatkan Motivasi Petani Swasembada Pajale, Babinsa 13/Karangawen Bantu Panen Jagung
Babinsa 01/Demak Dampingi Program Kotaku Di Desa Mulyorejo
Antisipasi Kelangkaan Dan Kestabilan Harga Pupuk, Babinsa 12/Mranggen Cek Langsung
Wall Street Menguat
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Babinsa 09/Karangtengah Dampingi Pembangunan RTLH
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.110.808 Since: 07.04.14 | 0.5523 sec