YouTube Facebook Twitter RSS
24 May 2019, 0

Hukum

Polda Metro Jaya Telusuri AK

Tuesday, 14 May 2019 | View : 9

siarjustisia.com-JAKARTA.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (WaDir Reskrimum) Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary Syam Indradi, S.H., S.IK., M.H. mengatakan, petugas sejauh ini sudah menangkap HS (27 tahun) pemuda yang mengancam “penggal kepala Jokowi “ dalam sebuah video pendek berdurasi 1,34 menit.

HS ditangkap petugas dari Polda Metro Jaya, saat berada di rumah keluarganya di Parung, Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Minggu (12/5/2019) pagi.

Namun Polda Metro Jaya  juga akan menindak lanjuti pelaku perekam video tersebut. Perekam sendiri sudah diketahui keberadannya.

“Kita masih lajukan penelusuran (terhadap perekam) diduga berasal dari Sukabumi,” kata mantan Kapolres Cimahi pada tahun 2015 tersebut, AKBP Ade Ary Syam Indradi, S.H., S.IK., M.H. saat memberikan keterangan pers di MaPolda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. No.55, RT05/RW03, Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019).

Perekam video yang akhirnya viral tersebut, ungkap AKBP Ade Ary Syam Indradi, berinisial A. Untuk menggali motivasi dan tujuan perekam menyebar video itu sendiri polisi akan melakukan pendalaman.

“(untuk motifnya belum) Ibu A kita masih belum, nanti kita tindak lanjuti. Kita lakukan pendalaman maksud dan tujuannya menyebarkan video tersebut,” tambah mantan Kapolres Karawang pada tahun 2017, AKBP Ade Ary Syam Indradi, S.H., S.IK., M.H.

Sebelumnya, relawan Jokowi Mania melaporkan seorang wanita perekam video tersebut. Dalam video tersebut, tampak ada dua perempuan paruh baya ikut bersuara ketika HS melontarkan ancaman penggal kepala Jokowi.

Satu perempuan mengenakan kacamata hitam yang diduga sembari merekam peristiwa itu. Satunya lagi perempuan memakai kacamata sembari mempertontonkan “dua jari.”

Sebelumnya Polres Sukabumi Kota, Polda Jawa Barat, memastikan wanita yang merekam video pelaku pengancaman terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) bukan Agnes Kusumahandari guru SDN Citamiang 1, Citamiang, Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

“PNS bernama Agnes Kusumahandari ini sempat viral di media sosial karena dituduh sebagai pelaku perekam dan penyebar video aksi pemuda yang mengancam akan memenggal Presiden Jokowi,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro, S.H., S.IK., M.Si. di MaPolres Sukabumi Kota, Jl. Perintis Kemerdekaan No.10, Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Senin (13/5/2019).

Menurut dia, karena unggahan fotonya di media sosial dan viral, yang bersangkutan secara sukarela datang ke MaPolres Sukabumi Kota untuk melakukan klarifikasi terkait kasus tersebut.

Awalnya foto guru ini menjadi viral karena ulah warganet yang tidak bertanggung jawab dengan menuduhnya sebagai perekam video “penggal kepala Jokowi “ saat aksi yang dilakukan di Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Pusat di Jl. M.H. Thamrin No.14, RT08/RW04, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.

Hasil klarifikasi ternyata pada saat Jumat (10/5/2019) Agnes Kusumahandari berada di Kota Sukabumi dan tetap bertugas sebagai guru untuk mengajar di sekolahnya sebagai wali kelas VI SDN Citamiang 1.

Selain itu, bukti lainnya bahwa dirinya tidak berada di Jakarta pada Jumat saat aksi unjuk rasa berlangsung di Bawaslu dengan menunjukkan struk pembayaran di minimarket dan penarikan uang ATM di Kota Sukabumi sekitar pukul 15.00 WIB.

Maka dari hasil klarifikasi itu, polisi menyimpulkan bahwa wanita yang berada di video tersebut bukanlah Agnes seperti apa yang disampaikan oleh para netizen. “Ibu Agnes pada Jumat tersebut mengajar di Sukabumi disertai dengan berbagai bukti bahwa dirinya tidak berada di Jakarta pada saat itu,” jelas Kapolres Sukabumi Kota.

Mantan Kabag Ops Polrestro Jakarta Pusat, AKBP Susatyo Purnomo Condro, S.H., S.IK., M.Si. mengapresiasi kepada guru tersebut yang proaktif datang ke Mapolres Sukabumi Kota untuk melakukan klarifikasi dan pihaknya pun mengimbau kepada netizen agar tidak mudah untuk mengaupload konten-konten yang belum jelas kebenarannya. (ant/jos)

See Also

Hashim Djojohadikusumo Penanggung Jawab Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ke MK
Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia
BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Daftarkan Gugatan Hasil Pilpres Ke MK Malam Nanti
MK Putuskan Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Maksimum 14 Hari
Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
KPK Periksa GM Adhi Karya
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.841.149 Since: 07.04.14 | 0.5815 sec