YouTube Facebook Twitter RSS
22 May 2019, 0

Hukum

Kuasai Tanah Napi Narkoba, Polisi Tangkap Istri AKBP IEP

siarjustisia.com-JAKARTA.

Penyidikan Polda Kalimantan Barat (Kalbar) telah menemukan unsur pelanggaran hukum yang melibatkan Titi Yustinawati, istri AKBP Idha Endri Prastyono yang ditangkap Polisi Diraja Malaysia karena diduga terlibat jaringan nakoba internasional.

Istri dari AKBP Idha Endri Prastyono, Titi Yustinawati akhirnya ditangkap Polda Kalimantan Barat di rumahnya, Minggu (21/9/2014) sekitar pukul 23.30 waktu setempat.

Berbincang dengan wartawan melalui sambungan telepon, Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) Brigjen Pol. Arief Sulistyanto menjelaskan bila istri AKBP Idha Endri Prastyono ditangkap terkait pencucian uang yang dilakukan AKBP Idha Endri Prastyono. “Kita tangkap Titi Senin (22/9/2014) dini hari tadi untuk kemudian kita akan kenakan penahanan,” beber Kapolda Kalbar Brigjen Pol. Arief Sulistyanto saat dihubungi awak media, Senin (22/9/2014) siang.

Menurut mantan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Arief Sulistyanto, dugaan pidana yang menjerat Titi Yustinawati adalah menguasai dan menggelapkan asal-usul tanah milik Abdul Haris bin Joharno, napi narkoba yang sempat kabur dari rumah tahanan (Rutan) Klas II Pontianak, yang berhasil ditangkap di Jakarta Barat, provinsi DKI Jakarta pada Kamis (18/9/2014) pekan lalu. “Soal tanah milik Haris yang berusaha pelaku kuasai. Nanti lengkapnya saya kirim datanya," kata Brigjen Pol. Arief Sulistyanto yang menambahkan Titi Yustinawati ditangkap di kediamannya di Kompleks Jeruju Permai.

Seperti diberitakan, Abdul Haris bin Joharno adalah napi narkoba yang kasusnya pernah disidik AKBP Idha Endri Prastyono.

Abdul Haris bin Joharno ditangkap bersama dengan Chiew Yem Khuan alias Aciu dan Lau Ting Hee alias Alau pada 19 Agustus 2013.

Dalam proses penyidikan terhadap tiga bandar narkoba, Chiew Yem Khuan alias Aciu, Lau Ting Hee alias Alau, dan Abdul Haris bin Joharno beberapa kali AKBP Idha Endri Prastyono melakukan bon tahanan terhadap Abdul Haris bin Joharno untuk melakukan interogasi.

Pada saat itulah terjadi transaksi untuk meringankan hukuman terhadap Abdul Haris bin Joharno dengan memasukkan Pasal 127 tentang pengguna narkoba.

Namun, tetap dalam berkas penyidikan diterapkan juga Pasal 112 dan Pasal 114 tentang pengedar narkoba.

"Istri Idha juga ada pada saat interogasi tersebut," tutur mantan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Arief Sulistyanto, Senin (22/9/2014).

Imbalan dengan memasukan Pasal 127 tersebut supaya Abdul Haris bin Joharno bisa direhabilitasi, AKBP Idha Endri Prastyono mendapatkan empat kapling tanah dari Abdul Haris bin Joharno yang berada di Kabupaten Kuburaya.

"Empat kapling tanah dari Haris tersebut kemudian diambil alih Idha dengan diatasnamakan Istri Idha," ungkapnya.

Meskipun sudah memasukkan Pasal 127, tetapi Jaksa Penuntut Umum (JPU) tetap menjerat Abdul Haris bin Joharno dengan Pasal 112 dan Pasal 114 Undang-undang tentang Narkotika.

Akhirnya Abdul Haris bin Joharno pun dijatuhi hukuman 10 tahun 7 bulan penjara karena terbukti menjadi pengedar Narkoba.

Dari data yang diperoleh awak media, Abdul Haris bin Joharno telah dipidana 10 tahun 7 bulan penjara. Namun, Abdul Haris bin Joharno sempat melarikan diri saat menjalani penahanan dan kabur dari Lapas Pontianak pada 28 Juli 2014.

Vonis itu karena dia kedapatan menguasai 250 gram sabu dan 1.770 butir ekstasi. Namun, akhirnya pihak kepolisian berhasil menangkapnya kembali.

Abdul Haris bin Joharno berhasil kabur karena izin berobatnya disetujui oleh Karutan Kelas II A Pontianak bernama Johan Edwar.

Johan Edwar setuju karena ada rujukan dokter poliklinik rutan bernama dokter Teguh.

AKBP Idha Endri Prastyono dan Titi Yustinawati adalah pasangan bermasalah.

AKBP Idha Ednri Prastyono sebelumnya ditangkap Polisi Diraja Malaysia pada 30 Agustus 2014 silam karena diduga terlibat jaringan pengedar narkotik internasional meski akhirnya dilepas.

Setelah dilepas Malaysia, AKBP Idha Endri Prastyono pun disidik oleh Polri dimana kemudian diketahui dia menguasai Mercy New Eyes berwarna perak dengan nopol B 8000 SD milik bandar narkoba, Chiew Yem Khuan alias Aciu.

AKBP Idha Endri Prastyono kini telah berstatus tersangka dan ditahan. (jos)

See Also

Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
KPK Periksa GM Adhi Karya
KPK Tetapkan Direktur PT. Krakatau Steel Tersangka Suap
KPK Amankan 6 Orang Dalam OTT Krakatau Steel
KPK OTT Direktur Produksi Dan Teknologi PT. Krakatau Steel
KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.832.084 Since: 07.04.14 | 0.5486 sec