YouTube Facebook Twitter RSS
20 Jul 2019, 0

Hukum

Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui

Thursday, 16 May 2019 | View : 65

siarjustisia.com-GARUT.

Tersangka, Riswan Ginanjar (26 tahun), yang mengaku dukun dan telah mencabuli 20 gadis asal Kabupaten Garut.

Hal itu dilakukan Riswan saat korban menjalankan ritual bugil. Riswan yang mengaku dukun spesialis penghilang galau dan sial ini melakoni aksinya saat para korban mengikuti ritual bugil.

Riswan terancam hukuman 15 tahun penjara.

Riswan masih menjalani pemeriksaan lanjutan di MaPolres Garut, Jalan Jenderal Sudirman No.204, Sucikaler, Karangpawitan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kamis (16/5/2019).

Kepada penyidik, Riswan mengakui perbuatannya melanggar hukum.

"Saya menyesal, khilaf," ungkap Riswan saat ditanya penyidik soal kelakuannya, di MaPolres Garut, Jl. Jenderal Sudirman No.204, Sucikaler, Karangpawitan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Kamis (16/5/2019).

Riswan selesai menjalani pemeriksaan lanjutan pada Kamis (16/5/2019). Pernyataannya yang berubah-ubah membuat polisi bekerja ekstra untuk mengungkap kasus ini. Dia irit bicara saat ditanya selepas menjalani pemeriksaan.

"Iya (lakukan ritual bugil). Saya mengaku jadi dukun. Kegiatannya di rumah saya," katanya. 

Aksi bujangan asal Kecamatan Cisewu ini berlangsung sudah setahun, sejak Juni 2018. Dalam waktu itu, dia sukses memperdayai 20 gadis Cisewu. Yang teranyar, dia melakukan aksinya pada akhir April 2019. ABG 16 tahun yang jadi korban terakhirnya.

"Total ada 20 korban. Rata-rata usia berkisar 15-17 tahun. Berkaitan dengan jumlah, ini masih kami perdalam lagi karena keterangan tersangka ini berubah-ubah," beber Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, S.IK. kepada wartawan di lokasi yang sama, di MaPolres Garut, Jl. Jenderal Sudirman No.204, Sucikaler, Karangpawitan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Kamis (16/5/2019).

Sebelumnya, Riswan menyebut ada 16 gadis yang jadi korbannya. Namun, setelah ditelusuri, ternyata korban Riswan ada 20 orang. Polisi kini membuka posko pengaduan di Polsek Cisewu dan Polres Garut untuk memudahkan proses pelaporan jika seandainya ada korban lain yang hendak melapor.

Ada pengakuan baru dari Riswan untuk menjebak dan mengelabui korbannya agar bersedia mengikuti ritual bugil.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, S.IK. mengatakan Riswan mengincar korbannya lewat Facebook dan WhatsApp. Dia menyasar gadis berusia 15-17 tahun.

"Setelah kenalan, kemudian diajaknya ngobrol sampai lama-lama si korban ini curhat masalah kehidupannya ke tersangka," ujar AKBP Budi Satria Wiguna, S.IK. kepada wartawan di MaPolres Garut, Jalan Jenderal Sudirman No.204, Sucikaler, Karangpawitan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kamis (16/5/2019).

Setelah itu, Riswan mempraktikkan tipu daya. Dia berlagak bisa meramal hidup si korban melalui garis telapak tangan.

"Berdasarkan keterangan tersangka demikian. Kebetulan ramalannya bener jadi si korban percaya sama tersangka ini," ungkap AKBP Budi Satria Wiguna, S.IK.

Setelah para korban sudah percaya, barulah Riswan menjalankan aksi intinya. Pelaku mengaku sebagai dukun dan menawarkan jasa menghilangkan sial serta galau kepada para korban.

Para korban yang ingin terlepas dari kesialan dan rasa galau harus mengikuti perintah Riswan, yakni mengikuti ritual bugil dan berhubungan badan dengannya.

"Nama ritualnya kias untuk menghilangkan sial dan pangasaluntuk mengembalikan seolah korban terlahir kembali. Ujung-ujungnya ada ritual membuka baju hingga telanjang dan berhubungan intim," tutur AKBP Budi Satria Wiguna, S.IK.

Riswan melakukan aksinya di berbagai tempat. "Enggak tentu, tergantung situasi. Di rumahnya ada," papar AKBP Budi Satria Wiguna, S.IK. 

Riswan kini harus mendekam di sel tahanan MaPolres Garut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Riswan hingga Kamis (16/5/2019) pagi masih diperiksa intensif penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Garut. 

Dia dijerat Pasal 82 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. 

"Kita maksimalkan (hukumannya)," pungkas AKBP Budi Satria Wiguna, S.IK. (det/jos)

See Also

Hasil Rapat MK Soal Penerimaan Gugatan Pilpres Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Susunan Tim Kuasa Hukum Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Hashim Djojohadikusumo Penanggung Jawab Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ke MK
Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia
BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Daftarkan Gugatan Hasil Pilpres Ke MK Malam Nanti
MK Putuskan Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Maksimum 14 Hari
Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.110.723 Since: 07.04.14 | 0.5613 sec