YouTube Facebook Twitter RSS
21 Nov 2019, 0

Hukum

Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui

Thursday, 16 May 2019 | View : 154

siarjustisia.com-GARUT.

Tersangka, Riswan Ginanjar (26 tahun), yang mengaku dukun dan telah mencabuli 20 gadis asal Kabupaten Garut.

Hal itu dilakukan Riswan saat korban menjalankan ritual bugil. Riswan yang mengaku dukun spesialis penghilang galau dan sial ini melakoni aksinya saat para korban mengikuti ritual bugil.

Riswan terancam hukuman 15 tahun penjara.

Riswan masih menjalani pemeriksaan lanjutan di MaPolres Garut, Jalan Jenderal Sudirman No.204, Sucikaler, Karangpawitan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kamis (16/5/2019).

Kepada penyidik, Riswan mengakui perbuatannya melanggar hukum.

"Saya menyesal, khilaf," ungkap Riswan saat ditanya penyidik soal kelakuannya, di MaPolres Garut, Jl. Jenderal Sudirman No.204, Sucikaler, Karangpawitan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Kamis (16/5/2019).

Riswan selesai menjalani pemeriksaan lanjutan pada Kamis (16/5/2019). Pernyataannya yang berubah-ubah membuat polisi bekerja ekstra untuk mengungkap kasus ini. Dia irit bicara saat ditanya selepas menjalani pemeriksaan.

"Iya (lakukan ritual bugil). Saya mengaku jadi dukun. Kegiatannya di rumah saya," katanya. 

Aksi bujangan asal Kecamatan Cisewu ini berlangsung sudah setahun, sejak Juni 2018. Dalam waktu itu, dia sukses memperdayai 20 gadis Cisewu. Yang teranyar, dia melakukan aksinya pada akhir April 2019. ABG 16 tahun yang jadi korban terakhirnya.

"Total ada 20 korban. Rata-rata usia berkisar 15-17 tahun. Berkaitan dengan jumlah, ini masih kami perdalam lagi karena keterangan tersangka ini berubah-ubah," beber Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, S.IK. kepada wartawan di lokasi yang sama, di MaPolres Garut, Jl. Jenderal Sudirman No.204, Sucikaler, Karangpawitan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Kamis (16/5/2019).

Sebelumnya, Riswan menyebut ada 16 gadis yang jadi korbannya. Namun, setelah ditelusuri, ternyata korban Riswan ada 20 orang. Polisi kini membuka posko pengaduan di Polsek Cisewu dan Polres Garut untuk memudahkan proses pelaporan jika seandainya ada korban lain yang hendak melapor.

Ada pengakuan baru dari Riswan untuk menjebak dan mengelabui korbannya agar bersedia mengikuti ritual bugil.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, S.IK. mengatakan Riswan mengincar korbannya lewat Facebook dan WhatsApp. Dia menyasar gadis berusia 15-17 tahun.

"Setelah kenalan, kemudian diajaknya ngobrol sampai lama-lama si korban ini curhat masalah kehidupannya ke tersangka," ujar AKBP Budi Satria Wiguna, S.IK. kepada wartawan di MaPolres Garut, Jalan Jenderal Sudirman No.204, Sucikaler, Karangpawitan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kamis (16/5/2019).

Setelah itu, Riswan mempraktikkan tipu daya. Dia berlagak bisa meramal hidup si korban melalui garis telapak tangan.

"Berdasarkan keterangan tersangka demikian. Kebetulan ramalannya bener jadi si korban percaya sama tersangka ini," ungkap AKBP Budi Satria Wiguna, S.IK.

Setelah para korban sudah percaya, barulah Riswan menjalankan aksi intinya. Pelaku mengaku sebagai dukun dan menawarkan jasa menghilangkan sial serta galau kepada para korban.

Para korban yang ingin terlepas dari kesialan dan rasa galau harus mengikuti perintah Riswan, yakni mengikuti ritual bugil dan berhubungan badan dengannya.

"Nama ritualnya kias untuk menghilangkan sial dan pangasaluntuk mengembalikan seolah korban terlahir kembali. Ujung-ujungnya ada ritual membuka baju hingga telanjang dan berhubungan intim," tutur AKBP Budi Satria Wiguna, S.IK.

Riswan melakukan aksinya di berbagai tempat. "Enggak tentu, tergantung situasi. Di rumahnya ada," papar AKBP Budi Satria Wiguna, S.IK. 

Riswan kini harus mendekam di sel tahanan MaPolres Garut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Riswan hingga Kamis (16/5/2019) pagi masih diperiksa intensif penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Garut. 

Dia dijerat Pasal 82 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. 

"Kita maksimalkan (hukumannya)," pungkas AKBP Budi Satria Wiguna, S.IK. (det/jos)

See Also

Ledakan Bom Bunuh Diri Terjadi Di Polrestabes Medan
Kasus Suap Wali Kota Medan, KPK Panggil Direktur PT. Kani Jaya Sentosa
KPK Panggil Direktur Ritel PT. Sarinah (Persero)
KPK Akan Periksa Mantan Wakil Bupati Lampung Utara Hari Ini
KPK Akan Periksa Istri Wali Kota Medan Hari Ini
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
KPK Cecar GM PT. Waskita Beton Precast Tbk. Terkait Kasus Korupsi Jembatan Waterfront City
KPK Tahan Mantan Ketua DPRD Tulungagung
Polresta Palembang Tangkap Ibu Bunuh Bayi Dalam Mesin Cuci
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Komjen Pol Idham Azis Jadi Kapolri?
Komjen Pol Ari Dono Sukmanto Ditunjuk Menjadi Plt Kapolri
Kasus Penyidikan Fuad Amin Imron Dihentikan
KPK Panggil Staf Keuangan PT. Waskita Karya Tbk
KPK Tetapkan 2 Mantan Kalapas Sukamiskin Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap
Polda Metro Jaya Amankan Artis Vicky Nitinegoro Diduga Terkait Narkotika
KPK Tahan Wali Kota Medan
22 Teroris Dibekuk Di 8 Provinsi Pasca Penusukan MenkoPolhukam
KPK Periksa Anggota BPK Sebagai Tersangka
Polda Metro Jaya Gerebek Kasino Tersembunyi
Putri Sri Bintang Pamungkas Sebut Kasusnya Tak Berkaitan Dengan Politik
Putri Sri Bintang Pamungkas Diduga Sudah Dua Tahun Lebih Konsumsi Sabu-sabu
Putri Sri Bintang Pamungkas Diamankan Terkait Dugaan Narkoba
Putri Sri Bintang Pamungkas Terjerat Kasus Narkoba
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.761.600 Since: 07.04.14 | 0.9863 sec