YouTube Facebook Twitter RSS
20 Jul 2019, 0

Nusantara

Wiranto Menyesal Tunjuk OSO Jadi Ketua Umum Partai Hanura

Thursday, 16 May 2019 | View : 50

siarjustisia.com-JAKARTA.

Ketua Dewan Pembina Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jend. TNI (Purn.) H. Dr. Wiranto, S.H. menyesal memilih Oesman Sapta Odang alias OSO sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto mengaku menyesal menyerahkan kepemimpinan parpol tersebut ke Oesman Sapta Odang (OSO).

Hal itu menanggapi pernyataan OSO yang menyatakan Wiranto sebagai biang keladi kekalahan Partai Hanura di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Wiranto mengaku penyesalan itu disampaikan karena terkesan didesak harus bertanggung jawab atas kegagalan Hanura memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Dia tidak menyangka OSO memimpin Hanura seperti sekarang ini, gagal lolos masuk parlemen pada Pemilu 2019 ini.

"Tapi kalau saya didesak terus, seakan-akan saya (Pak Wiranto) yang salah. Kesalahan saya cuma satu ya, menunjuk Pak OSO menjadi Ketua Umum," kata Wiranto usai memberikan arahan pada Rakornas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tahun 2019 di Hotel Grand Paragon, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Wiranto mengaku heran dirinya dijadikan kambing hitam atas kegagalan Hanura memenuhi ambang batas parlemen. Padahal, ia menilai kegagalan Hanura merupakan tanggungjawab bersama.

Ia merasa semua pihak di internal Hanura seharusnya tidak saling menyalahkan. Ia berkata seharusnya semua pihak di Hanura melakukan intropeksi.

Dia menegaskan dengan kejadian sekarang sebenarnya tidak perlu saling menyalahkan. Yang harus dilakukan adalah introspeksi diri atas apa yang terjadi.

"Kan sudah terjadi, dan enggak perlu saling menyalahkan. Cukup introspeksi, ke depan nanti kita perbaiki," tutup Wiranto.

Selain itu, ia juga menyampaikan kesedihannya karena Hanura gagal lolos ke parlemen. Sebab, ia berkata telah berjuang untuk meloloskan Hanura sebanyak dua kali parlemen.

Selaku pendiri, dia mengaku sedih karena Hanura gagal lolos masuk parlemen. Selama 10 tahun, dia telah bersusah payah membangun Hanura agar menjadi salah satu partai yang diperhitungkan di republik ini.

"Saya sebagai pendiri partai ini, 10 tahun dirikan partai ini dan sudah dua kali lolos. Yang paling sedih kan saya sebagai pendiri, kalau kita bicara yang paling sedih," ujar Wiranto yang juga Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam).

Sebelumnya, OSO‎ mengungkap mengapa partai yang dipimpinnya kalah pada Pemilu 2019.

Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oso menyebut Wiranto sosok yang membuat Hanura kalah di Pemilu tahun 2019.

Dia menegaskan biang kekalahan Hanura adalah Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri Hanura yaitu Wiranto.

Menurutnya, Wiranto yang seharusnya menjawab seputar penyebab partai bernomor urut 13 itu gagal melenggang kembali ke Senayan tahun ini.

"Jadi ada yang bertanya kenapa Hanura kalah, ya tanya Wiranto lah bukan saya. Orang yang bikin kalah dia (Wiranto) kok," kata OSO salam sambutan saat acara buka puasa bersama Presiden Joko Widodo di kediamannya, Jalan Karang Asem, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (15/5/2019).

OSO yang juga Ketua DPD RI itu menyampaikan kepada Presiden Jokowi dan semua undangan bahwa acara tersebut dihadiri juga para Ketua Dewan Pimpinan Daerah Hanura tingkat propinsi.‎ Hal itu karena dirinya bukan hanya Ketua DPD RI tetapi juga Ketua Umum Hanura. Karena itu, dia mengundang seluruh pengurus Hanura untuk hadir.

"Meski Hanura kalah, tetapi 01 (Jokowi dan Ma'ruf Amin) menang. Bapak Jokowi, 100 persen kader Hanura memenangkan 01," tutur OSO yang juga Wakil Ketua MPR RI ini.

Sebagaimana diketahui, dalam hitungan sementara KPU hingga saat ini, Hanura tidak lolos masuk parlemen. Suara Hanura hanya sekitar 2 persen dan tidak mencapai syarat minimal masuk parlemen 4 persen.

Beberapa minggu sebelum penetapan partai peserta pemilu, Hanura terlibat konflik internal. Hanura terbelah antara kubu yang meminta OSO dipecat dari ketua umum dengan kubu yang mempertahankannya. Diduga kuat, di belakang kader yang meminta OSO dipecat adalah Wiranto.

Hingga saat ini, antara dua kubu tersebut belum berdamai atau islah. Wiranto sendiri disebut-sebut sudah tidak pernah bertemu OSO lagi. (cnn/bs)

See Also

Ritme Pekerjaan TMMD Terus Meningkat
Dandim 0716/Demak Matangkan Acara Pembukaan TMMD
Lestarikan Tradisi Leluhur Di TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
Senyum Bahagia Bapak Nur Rochman Yang Rumahnya Akan Dibedah Di TMMD
Rumahnya Akan Dirobohkan, Mbah Warsini Bahagia
Danramil 01/Demak Kota Terjun Langsung Pasang Patok
Satgas TMMD Beri Motivasi Anak Atlet Sepak Bola
Tentara Akan Ciptakan Bangunan Berkualitas
Jelang Pembukaan TMMD, Bersama Warga TNI Kodim 0716/Demak Gelar Kerja Bhakti Bersama
Datangkan Bego Untuk Permak Lokasi Upacara Pembukaan TMMD Kodim 0716/Demak
Terus Dimatangkan, Persiapan Pembukaan TMMD Kodim 0716/Demak
Penentuan Warga Penerima Rehab RTLH Dijamin Selektif
Dansatgas TMMD Yang Dekat Dengan Warga
Berharap Ada Over Prestasi Di TMMD Kalikondang
Ternyata Pak Tentara Orangnya Ramah
Keakraban Warga Dan Satgas TMMD Terus Meningkat
Jaga Semangat TMMD Masih Panjang
TNI Wartawan Diminta Jaga Kesehatan Saat Handle Berita TMMD
TNI Dan Warga Adu Ilmu Operasional Molen
Demi Sukses TMMD, Ketua RW Rela Jadi Distributor Snack
Rakitan Besi Untuk Jalan TMMD Terus Dipersiapkan
Di Lokasi TMMD, Berat Sama Dipikul TNI Dan Warga
Santri Akan Total Bantu TMMD Hingga Tuntas
Dagangan Bakso Saya Laris Manis Sejak Ada TMMD
Bina Anak-Anak Desa TMMD Saat Berkesenian
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.110.740 Since: 07.04.14 | 0.5576 sec