YouTube Facebook Twitter RSS
17 Oct 2019, 0

Nusantara

Wiranto Menyesal Tunjuk OSO Jadi Ketua Umum Partai Hanura

Thursday, 16 May 2019 | View : 90

siarjustisia.com-JAKARTA.

Ketua Dewan Pembina Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jend. TNI (Purn.) H. Dr. Wiranto, S.H. menyesal memilih Oesman Sapta Odang alias OSO sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto mengaku menyesal menyerahkan kepemimpinan parpol tersebut ke Oesman Sapta Odang (OSO).

Hal itu menanggapi pernyataan OSO yang menyatakan Wiranto sebagai biang keladi kekalahan Partai Hanura di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Wiranto mengaku penyesalan itu disampaikan karena terkesan didesak harus bertanggung jawab atas kegagalan Hanura memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Dia tidak menyangka OSO memimpin Hanura seperti sekarang ini, gagal lolos masuk parlemen pada Pemilu 2019 ini.

"Tapi kalau saya didesak terus, seakan-akan saya (Pak Wiranto) yang salah. Kesalahan saya cuma satu ya, menunjuk Pak OSO menjadi Ketua Umum," kata Wiranto usai memberikan arahan pada Rakornas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tahun 2019 di Hotel Grand Paragon, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Wiranto mengaku heran dirinya dijadikan kambing hitam atas kegagalan Hanura memenuhi ambang batas parlemen. Padahal, ia menilai kegagalan Hanura merupakan tanggungjawab bersama.

Ia merasa semua pihak di internal Hanura seharusnya tidak saling menyalahkan. Ia berkata seharusnya semua pihak di Hanura melakukan intropeksi.

Dia menegaskan dengan kejadian sekarang sebenarnya tidak perlu saling menyalahkan. Yang harus dilakukan adalah introspeksi diri atas apa yang terjadi.

"Kan sudah terjadi, dan enggak perlu saling menyalahkan. Cukup introspeksi, ke depan nanti kita perbaiki," tutup Wiranto.

Selain itu, ia juga menyampaikan kesedihannya karena Hanura gagal lolos ke parlemen. Sebab, ia berkata telah berjuang untuk meloloskan Hanura sebanyak dua kali parlemen.

Selaku pendiri, dia mengaku sedih karena Hanura gagal lolos masuk parlemen. Selama 10 tahun, dia telah bersusah payah membangun Hanura agar menjadi salah satu partai yang diperhitungkan di republik ini.

"Saya sebagai pendiri partai ini, 10 tahun dirikan partai ini dan sudah dua kali lolos. Yang paling sedih kan saya sebagai pendiri, kalau kita bicara yang paling sedih," ujar Wiranto yang juga Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam).

Sebelumnya, OSO‎ mengungkap mengapa partai yang dipimpinnya kalah pada Pemilu 2019.

Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oso menyebut Wiranto sosok yang membuat Hanura kalah di Pemilu tahun 2019.

Dia menegaskan biang kekalahan Hanura adalah Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri Hanura yaitu Wiranto.

Menurutnya, Wiranto yang seharusnya menjawab seputar penyebab partai bernomor urut 13 itu gagal melenggang kembali ke Senayan tahun ini.

"Jadi ada yang bertanya kenapa Hanura kalah, ya tanya Wiranto lah bukan saya. Orang yang bikin kalah dia (Wiranto) kok," kata OSO salam sambutan saat acara buka puasa bersama Presiden Joko Widodo di kediamannya, Jalan Karang Asem, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (15/5/2019).

OSO yang juga Ketua DPD RI itu menyampaikan kepada Presiden Jokowi dan semua undangan bahwa acara tersebut dihadiri juga para Ketua Dewan Pimpinan Daerah Hanura tingkat propinsi.‎ Hal itu karena dirinya bukan hanya Ketua DPD RI tetapi juga Ketua Umum Hanura. Karena itu, dia mengundang seluruh pengurus Hanura untuk hadir.

"Meski Hanura kalah, tetapi 01 (Jokowi dan Ma'ruf Amin) menang. Bapak Jokowi, 100 persen kader Hanura memenangkan 01," tutur OSO yang juga Wakil Ketua MPR RI ini.

Sebagaimana diketahui, dalam hitungan sementara KPU hingga saat ini, Hanura tidak lolos masuk parlemen. Suara Hanura hanya sekitar 2 persen dan tidak mencapai syarat minimal masuk parlemen 4 persen.

Beberapa minggu sebelum penetapan partai peserta pemilu, Hanura terlibat konflik internal. Hanura terbelah antara kubu yang meminta OSO dipecat dari ketua umum dengan kubu yang mempertahankannya. Diduga kuat, di belakang kader yang meminta OSO dipecat adalah Wiranto.

Hingga saat ini, antara dua kubu tersebut belum berdamai atau islah. Wiranto sendiri disebut-sebut sudah tidak pernah bertemu OSO lagi. (cnn/bs)

See Also

PT. PLN (Persero) Akan Siapkan 22 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik
24 Ribu TNI-Polri Siap Amankan Pelantikan Anggota DPR RI
Lalu Lintas Menuju Gedung DPR MPR RI Lancar
711 Anggota DPR RI Dan DPD RI Terpilih Akan Dilantik Besok
70 Pesantren Dari Jateng & DIY Studi Banding Ke Mawaddah Kudus
KPU Sebut Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden Terpilih Tetap 20 Oktober
Panglima TNI Tegaskan TNI Kawal Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Jelang HUT RI, Satgas TMMD Ajak Warga Bersihkan Lingkungan
Sejak Ada TMMD, Tidak Ada Lagi Kamus Takut Sama Tentara
Seberangkan Anak Sekolah Juga Dilakoni Satgas TMMD
Ngojek Anak Sekolah Di Desa TMMD Juga Dilakukan TNI
TNI Buka Biro Angkutan Antar Jemput Anak-Anak Sekolah
Danramil 01/Demak Kota Katakan Lega Rasanya Bisa Bantu Warga Mempunyai Rumah Layak Huni
Pelopori Peduli Kebersihan Lingkungan, TNI Gelar Jumat Bersih
TNI Ajarkan Anak-Anak SD Untuk Berperan Di Kebersihan Masjid
Ini Salah Satu Cara TNI Satgas TMMD Diidolakan Anak-anak
Terkait Upacara Penutupan TMMD Sudah Mulai Dirapatkan
Wawasan Kebangsaan Di Desa Sasaran TMMD Mulai Tampak
Sesibuk Apapun Kerja Di TMMD, TNI Satgas Tetap Tak Meninggalkan Ibadah
Dansatgas TMMD Kodim 0716/Demak Wujudkan Impian Warga Dukuh Duduk
Kami Guru Di Kalikondang Tak Pernah Lupa Dengan Jasa TNI
Sosok Prajurit TNI Yang Berandil Besar Di Pengecoran Jalan
Luar Biasa Saya Bisa Ngangsu Kawruh Dengan Banyak Ulama
Berkat TMMD, Lapangan Kalikondang Menjadi Kebanggaan Warga
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.578.632 Since: 07.04.14 | 0.6907 sec