YouTube Facebook Twitter RSS
17 Jul 2019, 0

Hukum

Tim Bareskrim Polri Tangkap Penyebar Hoax Soal Polisi China Pada Kerusuhan 22 Mei

Friday, 24 May 2019 | View : 35

siarjustisia.com-JAKARTA.

Tim Bareskrim Polri akhirnya berhasil menangkap Said Djamalul Abidin (SDA) terkait dugaan penyebaran informasi bohong alias hoax soal polisi China di aksi depan Bawaslu.

SDA diduga menyebarkan informasi hoax itu lewat aplikasi percakapan dan media sosial.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. mengatakan pelaku ditangkap pada 23 Mei 2019 di Bekasi, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Tim Bareskrim Polri juga menyita barang bukti berupa satu buah unit ponsel.

"Terhadap tersangka disangkakan sebagaimana dimaksud Pasal 45A ayat (20 jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 16 Jo pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar dan/atau pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500 ribu dan/atau denda paling lama 3 tahun," kata mantan Kapolres Ponorogo, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum, M.Si., M.M. di Mabes Polri Jalan Trunojoyo No.3, RT02/RW01, Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019).

Mantan Kapolres Lumajang pada tahun 2009, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. mengatakan konten yang disebarkan oleh Said mengandung informasi yang dapat menghasut permusuhan. Kabar yang disampaikan oleh SDA ditegaskan oleh mantan Karo SDM Polda Kalteng pada tahun 2012 itu, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. sama sekali tidak benar. 

"Konten yang ditemukan dan disebarkan tersangka SDA tersebut mengandung informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dan/atau dengan sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis dan/atau menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat," ujar mantan WaKapolda Kalteng pada tahun 2017, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. 

Mantan Kabagmutjab Robinkar SSDM Polri pada tahun 2016 itu, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. mengatakan pelaku menyebarkan konten tersebut agar adanya semangat nasionalisme bahwa seharusnya anggota Polri harus berasal dari anak bangsa sendiri.

Sebelumnya dikabarkan, foto anggota Brimob bermata sipit viral di media sosial seusai demo di depan Bawaslu kemarin.

Polisi angkat bicara dan menegaskan semua anggotanya WNI. 

Dalam foto yang beredar, tampak 3 polisi yang memakai penutup wajah dan seolah-olah disebut berasal dari China karena dinilai memiliki mata sipit. Di frame lain, para polisi tersebut diisukan berkomunikasi dengan bahasa China.

Polri menepis tuduhan tersebut. Polri menegaskan semua personel Brimob yang dikerahkan adalah WNI.

"Banyak foto dan anggota Polri bahwa pasukan dari negeri seberang yang bermata sipit. Kalau dilihat, saya sipit juga. Ini tidak ada, kita bantah. Murni bahwa itu personel Brimob WNI," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Muhammad Iqbal, S.IK., M.H. di Kantor Kemenko Polhukam, Jl. Medan Merdeka Barat No.15, RT02/RW03, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Polri juga mengklarifikasi isu viral lain yang menyerang institusinya. Polri membantah ada personel Brimob yang menyerang Masjid.

"Kita punya ahli siber, patroli siber kita 24 jam. Kita tahu akun-akun mana yang memviralkan dan connect ke kelompok tertentu, Brimob tidak pernah menyerang Masjid. Rekan kami, TNI, juga tidak pernah menyerang Masjid," jelas mantan Kapolres Gresik Polda Jatim dan Kapolres Sidoarjo Polda Jatim, Irjen Pol. Muhammad Iqbal, S.IK., M.H.

Atas perbuatan tersebut, SDA terancam 6 tahun penjara.

Berikut ini pesan yang disebar oleh SDA:

Info tkp depan bawaslu.... Innalillahi Waa Innaillaihi Roji'un Telah gugur saudara kita Eri dari Bantul terkena tembakan Semoga HUSNUL KHOTIMAH Kader pejuang gerindra... Info lanjut masih menunggu rekan2 Yg masih dilapangan Biadap polisi cina ikut2an apa ini negara... apa negara komunis ini...siapa yg bolehkan masuk k Indonesia...

See Also

Hasil Rapat MK Soal Penerimaan Gugatan Pilpres Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Susunan Tim Kuasa Hukum Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Hashim Djojohadikusumo Penanggung Jawab Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ke MK
Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia
BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Daftarkan Gugatan Hasil Pilpres Ke MK Malam Nanti
MK Putuskan Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Maksimum 14 Hari
Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.100.281 Since: 07.04.14 | 0.5653 sec