YouTube Facebook Twitter RSS
17 Jul 2019, 0

Hukum

Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia

Friday, 24 May 2019 | View : 46

siarjustisia.com-JAKARTA.

Penyebar hoax soal anggota Brimob dari "China" diciduk Bareskrim Polri. Tim Bareskrim Polri akhirnya berhasil membekuk Said Djamalul Abidin (SDA) terkait dugaan penyebaran informasi bohong alias hoax soal polisi China di aksi depan Bawaslu.

SDA diduga menyebarkan informasi hoax itu lewat aplikasi percakapan dan media sosial (medsos).

Anggota Brimob yang dituduh itu pun buka suara.

Tiga orang anggota Brimob yang dituduh dari China hadir saat jumpa pers di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo No.3, RT02/RW01, Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019). Mereka adalah anggota Brimob yang bertugas mengamankan aksi pada 21 Mei 2019.

Awalnya, anggota Brimob tersebut hadir dengan memakai penutup wajah dan helm.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. terlebih dahulu menjelaskan pengungkapan kasus ini, lalu meminta tiga anggota Brimob itu untuk bicara.

Ketiganya lalu membuka penutup wajah. Mereka mengatakan berasal dari Sumatera Utara, bukan China.

"Kami tegaskan lagi bahwa kami adalah asli Brimob, bukan polisi China. Bahwa saya adalah Brimob Sumatera Utara. Saya asli dari Sumatera Utara," kata salah satu anggota Brimob.

Anggota Brimob yang kedua juga memberi penegasan yang sama. "Saya dari Brimob Sumatera Utara, tepatnya Tebingtinggi. Saya asli orang Indonesia," ucapnya.

Penegasan juga datang dari anggota Brimob yang ketiga. Dia mengatakan bahwa informasi yang menyebutkan bahwa ada anggota Brimob berasal dari China adalah tidak benar.

"Berita yang disebarkan murni hoax," cetusnya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. mengatakan pelaku ditangkap pada 23 Mei 2019 di Bekasi, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Tim Bareskrim Polri juga menyita barang bukti berupa satu buah unit ponsel.

"Terhadap tersangka disangkakan sebagaimana dimaksud Pasal 45A ayat (20 jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 16 Jo pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar dan/atau pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500 ribu dan/atau denda paling lama 3 tahun," kata mantan Kapolres Ponorogo, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum, M.Si., M.M. di Mabes Polri Jalan Trunojoyo No.3, RT02/RW01, Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019).

Sebelumnya dikabarkan, foto anggota Brimob bermata sipit viral di media sosial seusai demo di depan Bawaslu kemarin.

Polisi angkat bicara dan menegaskan semua anggotanya WNI. 

Dalam foto yang beredar, tampak 3 polisi yang memakai penutup wajah dan seolah-olah disebut berasal dari China karena dinilai memiliki mata sipit. Di frame lain, para polisi tersebut diisukan berkomunikasi dengan bahasa China.

Polri menepis tuduhan tersebut. Polri menegaskan semua personel Brimob yang dikerahkan adalah WNI.

"Banyak foto dan anggota Polri bahwa pasukan dari negeri seberang yang bermata sipit. Kalau dilihat, saya sipit juga. Ini tidak ada, kita bantah. Murni bahwa itu personel Brimob WNI," beber Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Muhammad Iqbal, S.IK., M.H. di Kantor Kemenko Polhukam, Jl. Medan Merdeka Barat No.15, RT02/RW03, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

See Also

Hasil Rapat MK Soal Penerimaan Gugatan Pilpres Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Susunan Tim Kuasa Hukum Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Hashim Djojohadikusumo Penanggung Jawab Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ke MK
BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Daftarkan Gugatan Hasil Pilpres Ke MK Malam Nanti
MK Putuskan Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Maksimum 14 Hari
Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.100.133 Since: 07.04.14 | 0.5582 sec