YouTube Facebook Twitter RSS
21 Nov 2019, 0

Hukum

Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia

Friday, 24 May 2019 | View : 147

siarjustisia.com-JAKARTA.

Penyebar hoax soal anggota Brimob dari "China" diciduk Bareskrim Polri. Tim Bareskrim Polri akhirnya berhasil membekuk Said Djamalul Abidin (SDA) terkait dugaan penyebaran informasi bohong alias hoax soal polisi China di aksi depan Bawaslu.

SDA diduga menyebarkan informasi hoax itu lewat aplikasi percakapan dan media sosial (medsos).

Anggota Brimob yang dituduh itu pun buka suara.

Tiga orang anggota Brimob yang dituduh dari China hadir saat jumpa pers di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo No.3, RT02/RW01, Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019). Mereka adalah anggota Brimob yang bertugas mengamankan aksi pada 21 Mei 2019.

Awalnya, anggota Brimob tersebut hadir dengan memakai penutup wajah dan helm.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. terlebih dahulu menjelaskan pengungkapan kasus ini, lalu meminta tiga anggota Brimob itu untuk bicara.

Ketiganya lalu membuka penutup wajah. Mereka mengatakan berasal dari Sumatera Utara, bukan China.

"Kami tegaskan lagi bahwa kami adalah asli Brimob, bukan polisi China. Bahwa saya adalah Brimob Sumatera Utara. Saya asli dari Sumatera Utara," kata salah satu anggota Brimob.

Anggota Brimob yang kedua juga memberi penegasan yang sama. "Saya dari Brimob Sumatera Utara, tepatnya Tebingtinggi. Saya asli orang Indonesia," ucapnya.

Penegasan juga datang dari anggota Brimob yang ketiga. Dia mengatakan bahwa informasi yang menyebutkan bahwa ada anggota Brimob berasal dari China adalah tidak benar.

"Berita yang disebarkan murni hoax," cetusnya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. mengatakan pelaku ditangkap pada 23 Mei 2019 di Bekasi, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Tim Bareskrim Polri juga menyita barang bukti berupa satu buah unit ponsel.

"Terhadap tersangka disangkakan sebagaimana dimaksud Pasal 45A ayat (20 jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 16 Jo pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar dan/atau pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500 ribu dan/atau denda paling lama 3 tahun," kata mantan Kapolres Ponorogo, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum, M.Si., M.M. di Mabes Polri Jalan Trunojoyo No.3, RT02/RW01, Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019).

Sebelumnya dikabarkan, foto anggota Brimob bermata sipit viral di media sosial seusai demo di depan Bawaslu kemarin.

Polisi angkat bicara dan menegaskan semua anggotanya WNI. 

Dalam foto yang beredar, tampak 3 polisi yang memakai penutup wajah dan seolah-olah disebut berasal dari China karena dinilai memiliki mata sipit. Di frame lain, para polisi tersebut diisukan berkomunikasi dengan bahasa China.

Polri menepis tuduhan tersebut. Polri menegaskan semua personel Brimob yang dikerahkan adalah WNI.

"Banyak foto dan anggota Polri bahwa pasukan dari negeri seberang yang bermata sipit. Kalau dilihat, saya sipit juga. Ini tidak ada, kita bantah. Murni bahwa itu personel Brimob WNI," beber Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Muhammad Iqbal, S.IK., M.H. di Kantor Kemenko Polhukam, Jl. Medan Merdeka Barat No.15, RT02/RW03, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

See Also

Ledakan Bom Bunuh Diri Terjadi Di Polrestabes Medan
Kasus Suap Wali Kota Medan, KPK Panggil Direktur PT. Kani Jaya Sentosa
KPK Panggil Direktur Ritel PT. Sarinah (Persero)
KPK Akan Periksa Mantan Wakil Bupati Lampung Utara Hari Ini
KPK Akan Periksa Istri Wali Kota Medan Hari Ini
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
KPK Cecar GM PT. Waskita Beton Precast Tbk. Terkait Kasus Korupsi Jembatan Waterfront City
KPK Tahan Mantan Ketua DPRD Tulungagung
Polresta Palembang Tangkap Ibu Bunuh Bayi Dalam Mesin Cuci
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Komjen Pol Idham Azis Jadi Kapolri?
Komjen Pol Ari Dono Sukmanto Ditunjuk Menjadi Plt Kapolri
Kasus Penyidikan Fuad Amin Imron Dihentikan
KPK Panggil Staf Keuangan PT. Waskita Karya Tbk
KPK Tetapkan 2 Mantan Kalapas Sukamiskin Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap
Polda Metro Jaya Amankan Artis Vicky Nitinegoro Diduga Terkait Narkotika
KPK Tahan Wali Kota Medan
22 Teroris Dibekuk Di 8 Provinsi Pasca Penusukan MenkoPolhukam
KPK Periksa Anggota BPK Sebagai Tersangka
Polda Metro Jaya Gerebek Kasino Tersembunyi
Putri Sri Bintang Pamungkas Sebut Kasusnya Tak Berkaitan Dengan Politik
Putri Sri Bintang Pamungkas Diduga Sudah Dua Tahun Lebih Konsumsi Sabu-sabu
Putri Sri Bintang Pamungkas Diamankan Terkait Dugaan Narkoba
Putri Sri Bintang Pamungkas Terjerat Kasus Narkoba
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.761.590 Since: 07.04.14 | 0.6501 sec