YouTube Facebook Twitter RSS
20 Feb 2020, 0

Hukum

Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia

Friday, 24 May 2019 | View : 217

siarjustisia.com-JAKARTA.

Penyebar hoax soal anggota Brimob dari "China" diciduk Bareskrim Polri. Tim Bareskrim Polri akhirnya berhasil membekuk Said Djamalul Abidin (SDA) terkait dugaan penyebaran informasi bohong alias hoax soal polisi China di aksi depan Bawaslu.

SDA diduga menyebarkan informasi hoax itu lewat aplikasi percakapan dan media sosial (medsos).

Anggota Brimob yang dituduh itu pun buka suara.

Tiga orang anggota Brimob yang dituduh dari China hadir saat jumpa pers di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo No.3, RT02/RW01, Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019). Mereka adalah anggota Brimob yang bertugas mengamankan aksi pada 21 Mei 2019.

Awalnya, anggota Brimob tersebut hadir dengan memakai penutup wajah dan helm.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. terlebih dahulu menjelaskan pengungkapan kasus ini, lalu meminta tiga anggota Brimob itu untuk bicara.

Ketiganya lalu membuka penutup wajah. Mereka mengatakan berasal dari Sumatera Utara, bukan China.

"Kami tegaskan lagi bahwa kami adalah asli Brimob, bukan polisi China. Bahwa saya adalah Brimob Sumatera Utara. Saya asli dari Sumatera Utara," kata salah satu anggota Brimob.

Anggota Brimob yang kedua juga memberi penegasan yang sama. "Saya dari Brimob Sumatera Utara, tepatnya Tebingtinggi. Saya asli orang Indonesia," ucapnya.

Penegasan juga datang dari anggota Brimob yang ketiga. Dia mengatakan bahwa informasi yang menyebutkan bahwa ada anggota Brimob berasal dari China adalah tidak benar.

"Berita yang disebarkan murni hoax," cetusnya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. mengatakan pelaku ditangkap pada 23 Mei 2019 di Bekasi, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Tim Bareskrim Polri juga menyita barang bukti berupa satu buah unit ponsel.

"Terhadap tersangka disangkakan sebagaimana dimaksud Pasal 45A ayat (20 jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 16 Jo pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar dan/atau pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500 ribu dan/atau denda paling lama 3 tahun," kata mantan Kapolres Ponorogo, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum, M.Si., M.M. di Mabes Polri Jalan Trunojoyo No.3, RT02/RW01, Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019).

Sebelumnya dikabarkan, foto anggota Brimob bermata sipit viral di media sosial seusai demo di depan Bawaslu kemarin.

Polisi angkat bicara dan menegaskan semua anggotanya WNI. 

Dalam foto yang beredar, tampak 3 polisi yang memakai penutup wajah dan seolah-olah disebut berasal dari China karena dinilai memiliki mata sipit. Di frame lain, para polisi tersebut diisukan berkomunikasi dengan bahasa China.

Polri menepis tuduhan tersebut. Polri menegaskan semua personel Brimob yang dikerahkan adalah WNI.

"Banyak foto dan anggota Polri bahwa pasukan dari negeri seberang yang bermata sipit. Kalau dilihat, saya sipit juga. Ini tidak ada, kita bantah. Murni bahwa itu personel Brimob WNI," beber Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Muhammad Iqbal, S.IK., M.H. di Kantor Kemenko Polhukam, Jl. Medan Merdeka Barat No.15, RT02/RW03, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

See Also

Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 15 Saksi Pemilik Rekening Saham
Polda Metro Jaya Akan Musnahkan Sejumlah Narkoba
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
Polda Metro Jaya Tahan Lucinta Luna Di Ruang Khusus Blok Perempuan
Kasus Suap PAW, KPK Periksa Mantan Kepala Sekretariat DPP PDIP
Wali Kota Non Aktif Medan Segera Diadili
Bupati Non Aktif Indramayu Segera Diadili
Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan Dikembalikan Ke Jaksa
Polres Metro Jakarta Utara Ungkap Sindikat Penyedia PSK Di Bawah Umur
Polda Metro Jaya Tangkap Artis Pengedar Kokain
Pembunuh Suami Dan Anak Tiri Terancam Hukuman Mati
Diskotek Golden Crown Ditutup Pemprov DKI Jakarta
Kasus Suap PAW, KPK Periksa Anggota DPR RI Riezky Aprilia
KPK Tahan Bupati Bengkalis
Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Baru Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero)
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
jQuery Slider

Comments

Archives :2020201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 9.251.229 Since: 07.04.14 | 0.6998 sec