YouTube Facebook Twitter RSS
29 Feb 2020, 0

Hukum

Kasus PLTU Riau-1, Direktur Utama PT. PLN (Persero) Non Aktif Mangkir Dari Pemeriksaan KPK

Friday, 24 May 2019 | View : 146

siarjustisia.com-JAKARTA.

Direktur Utama (Dirut) nonaktif PT. PLN (Persero), Sofyan Basir mangkir atau tak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (24/5/2019).

Sofyan Basir sedianya diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Ketidakhadiran ini disampaikan Sofyan Basir melalui surat kepada tim penyidik.

"Sudah ada surat yang kami terima dari pihak SFB (Sofyan Basir)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019).

Febri Diansyah tak menjelaskan secara rinci alasan Sofyan Basir mangkir dari panggilan penyidik. Yang jelas, imbuh Febri Diansyah, dalam surat itu, Sofyan Basir meminta penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaannya.

"Intinya tidak bisa hadir memenuhi penggilan penyidik hari ini dan meminta penjadwalan ulang," papar Febri Diansyah.

Febri Diansyah menyatakan pihaknya belum menentukan sikap atas permintaan Sofyan Basir tersebut. Tim penyidik, kata Febri Diansyah akan menelaah terlebih dahulu untuk menentukan langkah berikutnya.

"Surat tersebut nanti kami pelajari dulu untuk menentukan apa yang akan dilakukan sesuai kebutuhan lenyidikan ini," terang Febri Diansyah.

Dalam kasus ini, Sofyan Basir diduga bersama-sama atau membantu mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Eni Maulani Saragih dan mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menerima suap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

Lembaga antirasuah tersebut, KPK menduga Sofyan Basir dijanjikan mendapat fee yang sama besar dengan Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham.

Keterlibatan Sofyan Basir dalam kasus ini bermula pada Oktober 2015. Saat itu Direktur PT. Samantaka Batubara mengirimkan surat pada PT. PLN (Persero) yang pada pokoknya memohon pada PT. PLN (Persero) agar memasukkan proyek dimaksud ke dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT. PLN (Persero).

Namun, tak ada tanggapan hingga akhirnya Johannes Budisutrisno Kotjo mencari bantuan agar diberikan jalan untuk berkoordinasi dengan PT. PLN (Persero) untuk mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau-1.

Diduga telah terjadi sejumlah pertemuan yang dihadiri oleh Sofyan Basir, Eni Maulani Saragih dan Johannes Budisutrisno Kotjo untuk membahas proyek senilai US$ 900 juta tersebut.

Setelah sejumlah pertemuan pada 2016, Sofyan Basir lantas menunjuk Johannes Budisutrisno Kotjo untuk mengerjakan proyek di Riau-1 karena untuk PLTU di Jawa sudah penuh dan sudah ada kandidat. Padahal, saat itu belum terbit Peraturan Presiden Nomor 4 tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan yang menugaskan PT. PLN (Persero) menyelenggarakan Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan (PIK).

Kemudian, PLTU Riau-I dengan kapasitas 2x300 MW masuk dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN.

Johannes pun meminta anak buahnya siap-siap karena sudah dipastikan Riau-I milik PT. Samantaka. Selanjutnya, Sofyan Basir diduga menyuruh salah satu Direktur PT. PLN (Persero) agar PPA antara PT. PLN (Persero) dengan Blackgold Natural Resources Limited dan CHEC segera direalisasikan. (bs)

See Also

Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 15 Saksi Pemilik Rekening Saham
Polda Metro Jaya Akan Musnahkan Sejumlah Narkoba
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
Polda Metro Jaya Tahan Lucinta Luna Di Ruang Khusus Blok Perempuan
Kasus Suap PAW, KPK Periksa Mantan Kepala Sekretariat DPP PDIP
Wali Kota Non Aktif Medan Segera Diadili
Bupati Non Aktif Indramayu Segera Diadili
Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan Dikembalikan Ke Jaksa
Polres Metro Jakarta Utara Ungkap Sindikat Penyedia PSK Di Bawah Umur
Polda Metro Jaya Tangkap Artis Pengedar Kokain
Pembunuh Suami Dan Anak Tiri Terancam Hukuman Mati
Diskotek Golden Crown Ditutup Pemprov DKI Jakarta
Kasus Suap PAW, KPK Periksa Anggota DPR RI Riezky Aprilia
KPK Tahan Bupati Bengkalis
Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Baru Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero)
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
jQuery Slider

Comments

Archives :2020201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 9.287.030 Since: 07.04.14 | 0.6867 sec