YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Hukum

KPK Jemput Paksa Presiden Direktur PT. Sentul City

Tuesday, 30 September 2014 | View : 477

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil paksa Direktur Utama PT. Sentul City Tbk., Kwee Cahyadi Kumala alias Suiteng. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput paksa Presiden Direktur PT. Sentul City Tbk. sekaligus Komisaris PT. Bukit Jonggol Asri (BJA), Kwee Cahyadi Kumala alias Suiteng terkait kasus pemberian suap kepada Bupati Bogor Rachmat Yasin terkait rekomendasi tukar guling kawasan hutan. "Ada 6 orang yang dibawa," ungkap Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Selasa (30/9/2014).

Cahyadi Kumala yang mengenakan kemeja lengan pendek warna krem dijemput paksa di Sentul dan tiba di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said Kav C-1, Kuningan, Jakarta Selatan pada sekitar pukul 12.35 WIB dengan dikawal oleh polisi Brimob. KPK mengerahkan Brimob bersenjata jemput paksa Bos Sentul City tersebut.

Dia langsung dibawa ke dalam Gedung KPK untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Ada rombongan 5 mobil yang terdiri dari 3 mobil Toyota Kijang Innova, 1 mobil Lexus B 706 CK miliki CK dan 1 mobil lagi.

Ketika datang, Cahyadi Kumala menaiki mobilnya Lexus B 706 CK dengan didampingi tim KPK. Walaupun diberondong dengan sejumlah pertanyaan, namun Bos Sentul City tersebut tetap diam dan tak memberikan komentar. Cahyadi Kumala tidak mengungkapkan apapun mengenai pemanggilan paksanya tersebut.

KPK masih melanjutkan proses penyidikan dalam kasus suap pengurusan izin pengubahan Rancangan Umum Tata Ruang di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Cahyadi Kumala masih berstatus saksi dalam kasus suap alih fungsi hutan dengan tersangka Bupati Bogor Rahmat Yasin. Untuk kesekian kalinya, penyidik lembaga penegak hukum itu memeriksa Direktur Utama PT. Sentul City Tbk., Kwee Cahyadi Kumala alias Suiteng, sebagai saksi perkara setelah berusaha mangkir dari panggilan KPK. “Sementara ini dijemput paksa dari kawasan Sentul,” beber Juru Bicara KPK Johan Budi SP.

Kwee Cahyadi Kumala alias Suiteng merangkap jabatan sebagai Komisaris PT. Bukit Jonggol Asri. Selain Cahyadi Kumala alias Suiteng, KPK juga telah memanggil seorang saksi bernama Robin Zulkarnaen. "Diperiksa untuk tersangka RY (Rachmat Yasin)," tulis Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha.

Uang suap itu berasal dari Cahyadi Kumala yang diberikan secara bertahap oleh Robin Zulkarnaen kepada Yohan Yap. Robin Zulkarnaen adalah orang kepercayaan Cahyadi Kumala.

Yohan Yap ditugasi untuk meneruskan suap kepada mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin untuk kepentingan PT. BJA dalam pembangunan Kota Mandiri.

Uang suap dari Cahyadi Kumala tersebut diberikan kepada Bupati Bogor Rachmat Yasin sejak Februari 2014. Pada 6 Februari di rumah Rachmat Yasin, Yohan Yap memberikan Rp 1 miliar. Pada Maret 2014, Robin Zulkarnaen memberi tahu Yohan Yap bahwa Rachmat Yasin membutuhkan Rp 2 miliar. Yohan Yap lalu memberikan lagi Rp 2 miliar melalui Tenny Ramdhani, sekretaris pribadi Bupati Bogor.

Terakhir, pada 7 Mei 2014, sekitar pukul 16.00 WIB, Yohan Yap bertemu Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor, Muhammad Zairin di Taman Budaya, Kabupaten Bogor, untuk menyerahkan sisa komitmen suap kepada Rachmat Yasin sebesar Rp 1,5 miliar dan setelahnya keduanya ditangkap KPK.

Pihak perusahaan berkeinginan Rachmat Yasin mempercepat terbitnya rekomendasi tukar-menukar kawasan hutan atas nama PT. BJA seluas 2.754 hektar, yang merupakan syarat untuk pemanfaatan lahan 30 ribu hektare Kota Mandiri.

Dalam perkara ini, KPK sudah menetapkan tiga tersangka, adalah RY (Rahmat Yasin) selaku Bupati Bogor dan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor, MZ (Muhammad Zairin) diduga sebagai penerima suap.

Keduanya disangkakan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 5 ayat (2) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sedangkan, anak buah Cahyadi Kumala, Direktur PT. Bukit Jonggol Asri, YY (Yohan Yap) disangkakan sebagai pemberi suap. YY dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

YY diduga menyuap Bupati Bogor Rahmat Yasin sebesar Rp 4,5 miliar melalui Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor, Muhammad Zairin. Sogokan itu diberikan supaya Pemkab Bogor menerbitkan surat rekomendasi penukaran lahan hutan sebesar 2.754 hektar di kawasan Sentul, Bogor.

Yohan Yap (YY) sudah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat. Dalam berkas dakwaannya, KPK menyebut Suiteng turut serta bersama-sama dengan Yohan Yap menyuap Bupati Bogor Rachmat Yasin. Bahkan, Suiteng menyiapkan duit sogok buat Rachmat Yasin.

Yohan Yap sudah divonis 1 tahun 6 bulan ditambah denda Rp 100 juta subsider 1 bulan kurungan pada 24 September 2014 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung karena dinilai terbukti bersalah karena menyerahkan suap Rp 4,5 miliar kepada Bupati Bogor Rachmat Yasin untuk memperoleh rekomendasi tukar-menukar kawasan hutan seluas 2.754 hektar. (mer/jos)

See Also

KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.971.330 Since: 07.04.14 | 0.6159 sec