YouTube Facebook Twitter RSS
13 Dec 2019, 0

Olahraga

All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019

siarjustisia.com-JAKARTA.

Pasangan Indonesia yang merupakan pasangan nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo melaju ke final ganda putra Indonesia Terbuka 2019 setelah menundukkan wakil China, Li Jun Hui/Liu Yu Chen, Sabtu (20/9/2019).

Dalam pertandingan di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menundukkan unggulan ketiga tersebut dengan kemenangan dua gim langsung 21-9 dan 21-13. Pasangan ganda putra nomor satu dunia yang merupakan Juara Bertahan Indonesia Terbuka tersebut hanya butuh waktu 29 menit untuk memastikan tiket ke final.

Meski kalah dalam soal postur, Marcus/Kevin ternyata mampu mendominasi permainan. Permainan cepat yang diperagakan juara ganda putra Indonesia Terbuka 2018 ini membuat Li/Liu kewalahan. 

Pada gim kedua permainan nyaris berlangsung sama dengan yang pertama. Marcus/Kevin terus melakukan serangan dan tak mampu diantisipasi dengan baik. Angka yang diraih pasangan China lebih sering didapat karena kesalahan sendiri yang dilakukan pasangan Indonesia.

Namun Marcus/Kevin berhasil mengunci pasangan China hingga cuma bisa mencapai poin 13. Tuan rumah pun berhasil membuat final sesama Indonesia di nomor ganda putra tahun ini. 

Pada partai final yang digelar Minggu (21/7/2019) di tempat yang sama, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo akan ditantang rekan senegara mereka, Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan.

Lewat pertandingan sengit, pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan akhirnya sukses menyegel tiket ke final Indonesia Open 2019. Ini dipastikan setelah pasangan berjuluk "The Daddies" berhasil mengalahkan pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dalam semifinal yang dimainkan di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7/2019) siang WIB.

Pasangan Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan unjuk gigi dalam menumbangkan pasangan muda Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi di babak semifinal turnamen bulutangkis Indonesia Terbuka 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7/2019).

Ahsan/Hendra harus melalui pertarungan sengit sebelum menembus babak final dengan usai memenangkan laga ketat melawan pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dalam pertandingan selama 57 menit. Mereka memerlukan waktu 57 menit, untuk mengemas kemenangan dalam rubber game 17-21, 21-19, dan 21-17.

Di gim pertama, Hendra/Ahsan “telat panas” sehingga banyak melakukan kesalahan sendiri. Sempat imbang 3-3, perlahan perolehan poin Hendra/Ahsan tertinggal jauh menjadi 6-10. Pukulan backhand Ahsan yang nyangkut di net membuat Hoki/Kobayashi unggul 11-6.

Banyaknya kesalahan sendiri membuat Hendra/Ahsan kian tertinggal 9-16. Perlahan Hendra/Ahsan mulai menemukan bentuk permainan. Namun, Hoki/Kobayashi yang sempat ditahan berhasil menutup gim pertama dengan kemenangan 20-17.

Pertandingan semakin sengit di gim kedua. Hendra/Ahsan mampu unggul di awal 4-2 sebelum mampu disamakan menjadi 7-7. Setelah itu Hoki/Kobayashi berbalik unggul 10-8. Dua poin beruntun didapat Hendra/Ahsan guna menjadikan skor imbang 10-10. Perolehan skor terus ketat. Hendra/Ahsan yang sudah unggul 17-14 kembali melakukan kesalahan. Tiga poin beruntun didapat lawan guna menyamakan skor menjadi 17-17. Di saat-saat poin krusial, Hendra/Ahsan yang sudah unggul 20-17 juga membuat cemas setelah lawan mampu meraih dua poin beruntun sehingga skor menjadi 20-19. Namun gim kedua berhasil ditutup Hendra/Ahsan dengan kemenangan 21-19 setelah pukulan Kobayashi keluar.

Di gim penentu, kedua pasangan yang sama-sama sudah panas membuat laga semakin sengit. Sempat ketat perolehan skor di awal-awal pertandingan, Hendra/Ahsan perlahan mulai unggul 10-7 sampai 17-14. Keunggulan itu berhasil dipertahankan keduanya dengan berlanjut 20-17. Gim ketiga ditutup setelah upaya antisipasi Kobayashi terhadap pukulan Ahsan gagal. Gim ketiga ditutup dengan kemenangan 21-17.

Meski sukses melaju ke laga pamungkas, Ahdan/Hendra mengakui mereka sempat berada dalam tekanan lawan.

Kemenangan ini sekaligus menjadi partai final kedua bagi Hendra/Ahsan di turnamen BWF World Tour Super 1000 sepanjang tahun ini. Sebelumnya, final pertama mereka di All England 2019.

Hendra mengaku meski non-unggulan, Takuro/Yugo menunjukkan permainan yang menawan di gim pertama. Mereka bermain sangat rapi dari segi serangan dan pertahanan. Permainan net dan dropshot mereka juga sangat halus. Tentu saja ini sangat merepotkan barisan pertahanan "The Daddies", julukan Hendra/Ahsan.

"Kami bersyukur bisa menang padahal pertandingan tadi tidak mudah. Lawan bermain bagus sementara tadi saya bermain masih merasa kurang pas. Saya masih banyak main ragu-ragu sampai lawan balik menekan dan akhirnya banyak bola nanggung. Tapi kami berjuang terus," kata Hendra, usai laga.

"Di gim kedua kami banyak menekan. Kami inisiatif dari gerakan, kalau gim pertama kami lebih banyak menunggu sehingga jadi kesempatan mereka untuk menyerang terbuka lebar," tambah Ahsan.

"Sebenarnya tak terpikir juga untuk bisa masuk final karena sejak awal target kami adalah semifinal. Untuk besok kami akan bermain lebih maksimal dan berjuang sampai titik akhir," kata Hendra.

See Also

Petenis Tunggal Putri Aldila Sutjiadi Sumbangkan Emas SEA Games 2019
Pratu TNI AU Ongen Saknosiwi Juara Dunia Tinju Kelas Bulu
Alex Rins Navarro Juara MotoGP Inggris 2019
The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Sejumlah TNI Satgas TMMD Sempatkan Latih Fisik Anak-Anak SMA
TNI Pelopori Hidup Sehat, Sekaligus Jalin Kebersamaan Dengan Warga Sasaran TMMD
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
Pelatih PS Tira-Persikabo Minta Pemainnya Tak Lihat Hasil Buruk Persebaya
Puasa Tidak Mengurangi Semangat Berolahraga Prajurit Kodim 0716/Demak
Garuda Muda Ke Final Piala AFF U-22 Tantang Thailand
Babinsa Koramil Pantau Kegiatan Lomba Bola Voli Antar SMK Se-Kabupaten Demak
Dandim 0716/Demak Gembleng 27 Atlet FORKI
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Melalui Senam Aerobik, Persit Kodim 0716/Demak Jalin Kebersamaan
Hempaskan UEA 1-0, Indonesia U-19 Melaju Ke Perempat Final
Presiden Joko Widodo Dan Petinggi Negara Ikut Pecahkan Rekor Dunia Poco-Poco
Pemecahan Rekor Dunia Poco-Poco
Dandim 0716/Demak Ajak Danramil Beserta Perwira Staf Untuk Bertanding Bola Voli
Kodim 0716/Demak Dan Polres Siap Amankan Pengambilan Api Abadi Di Mrapen
Menko PMK Bilang Manfaatkan Asian Games 2018 Untuk Tingkatkan UKM, Ekonomi, Dan Parawisata
Muhammad Zohri Juarai Lari 100 Meter Putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20
Kalahkan Inggris 2-1, Kuda Hitam Kroasia Bikin Kejutan Maju Ke Final
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.899.095 Since: 07.04.14 | 0.6814 sec