YouTube Facebook Twitter RSS
17 Oct 2019, 0

Editorial

Mas Arswendo: Menulis Itu Gampang

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Saturday, 20 July 2019 | View : 90

siarjustisia.com-SURABAYA.

Selamat jalan Mas Wendo. Semoga kau kembali padaNya dalam damai. Ada 3 karya berdampak besar yang dilakukan Mas Wendo. Demikian aku panggilnya ketika masih aktif di Gramedia.

Karya pertama adalah tulisan berserinya di majalah HAI yang dipimpin. Kolom yang diasuh berjudul MENULIS ITU GAMPANG. Mas Wendo membuka ruang harapan dan mind set tentang siapa saja bisa menulis asalkan dengan serangkaian syarat yang ia tulis. Ia tidak hanya mengasuh kolom namun mampu menciptakan gerakan. Ia juga menyampaikan pesan optimisnya pada masyarakat langsung melalui training dan seminar. Aku mengenalnya melalui jalur ini. Saat itu aku jadi penanggung jawab dan pemimpin redaksi majalah sekolah berjudul MANDIRI. untuk meneruskan virus optimis menulis maka aku undang ia dan Hilman penulis Lupus datang ke sekolah. Sejak itu aku beberapa kali bertemu.

Karya fenomenalnya yang kedua adalah majalah televisi dan film berjudul MONITOR. majalah ini laku keras. Mas Wendo pintar membaca trend. Ia permudah masyarakat untuk masuk dan memberi apresiasi ke televisi dan film melalui Monitor. Sayang ia terantuk karena "kenakalan"nya dengan menampilkan tokoh terpopuler. Ia sajikan angket yang meletakkan Nabi Muhammad bukan di urutan pertama. Masyarakat pemeluk agama Islam marah. Lalu muncullah gelombang demonstrasi ke Gramedia. Mas Wendo di penjara dan mulai saat itu masalah agama menjadi isu yang sensitif. Peristiwa ini menjadi musibah besar untuk Gramedia dan Mas Wendo.

Ketiga adalah produktifitas dalam menulis. Mas Wendo penulis fiksi yang sangat produktif. Beberapa karya novelnya fenomenal dan difilmkan seperti Senopati Pamungkas.

Sekeluar dari penjara Mas Wendo tetap bisa eksis. Hanya tangan dinginnya dalam membuat karya fenomenal dan atau populer tak muncul lagi. Semoga ada memoar yang ditulis. Memoarnya tentang perubahan radikal dari orang yang begitu populer dan kuasa dalam pengaruh terkait film dan televisi, berubah dan terbanting ke titik nadir terbawah. Yang saya ikuti adalah ia menjadi serius beragama. Kehidupan batin yang dihidupkan sungguh menarik dibaca. Apalagi kalau penulisnya Mas Wendo sendiri. Semoga buku semacam ini ditulisnya.

Selamat jalan Mas Wendo. Semoga kau kembali padaNya dalam damai.

See Also

Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Widjanarko, Dosen Fakultas Psikologi UMK Raih Doktor
UMK Rilis Buku Sedulur Sikep Menggugat
Pidato Pertanggungjawaban Atas Penerimaan Soetandyo Wignjosoebroto Award
Keluarga Besar DPP IPHI Dan DPP KAI Gelar Acara Halal Bihalal Bersama
Sugeng Tindak K. H. Mahfudz Ridwan
Ekspedisi 1.000 Jembatan Gantung Untuk Indonesia
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Sejarah Kota Jakarta Di Musium Kota Jakarta
Lukisan Mengisahkan Tentang Keadilan Di Depan Ruang Pengadilan
Lebih Mengenal Jakarta Melalui Kota Tua
Dialog Dengan Alam, Budaya, Dan Orang
Audiensi AHY Dengan DPD KAI DKI Jakarta
Turut Berduka Cita, Kiai Nafis Misbah Mustofa Berpulang
Silaturahmi Sowan Gus Mus
Transparansi Memberdayakan Masyarakat
Marhaenisme Dan Penutupan Sosial Dengan Pengucilan
Menuliskan Pengamalan Ilmu Seseorang
Analisis Hubungan Partnership Bung Karno
Syafii Maarif Penerus Gus Dur
Di Tanah Rantau, Keluarga Kudus Yogyakarta Akan Gelar Makrab Bersama Bupati
1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila
Tua Bersinar, Bisakah Kita Lakukan?
Batik Print Yang Murah Meriah
Plumbon Dan Film Everything Is Illuminated
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.580.726 Since: 07.04.14 | 0.6412 sec