YouTube Facebook Twitter RSS
17 Oct 2019, 0

Internasional

Menlu Inggris Ancam Iran

Sunday, 21 July 2019 | View : 50
Tags : Inggris, Iran

siarjustisia.com-LONDON.

Inggris mengancam akan membalas tindakan Iran yang menyita kapal tanker Inggris.

"Akan ada "konsekuensi-konsekuensi"serius jika Iran tidak melepaskan kapal tanker berbendera Inggris yang disita di kawasan Teluk," ancam Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt.

Seperti dilaporkan BBC, Hunt menegaskan jika penyitaan itu tidak diselesaikan secara cepat akan ada konsekuensi-konsekuensi serius.

"Kami tidak mencari opsi militer, kami mencari cara diplomatic untuk menyelesaikan situasi ini. Namun, kami sangat jelas bahwa hal ini harus diselesaikan."

Peringatan itu mengemuka setelah kapal bernama Stena Impero itu disita oleh militer Iran pada Jumat (19/7/2019).

Stena Bulk, selaku perusahaan pemilik kapal, serta Northern Marine Management, sebagai pengelola kapal, mengonfirmasi bahwa Stena Impero didekati pada pukul 16.00 waktu Inggris ketika kapal tersebut berada di perairan internasional.

Menlu Inggris, Jeremy Hunt, mengatakan Stena Impero dikepung empat kapal dan sebuah helikopter.

Media Iran melaporkan Stena Impero disita oleh Garda Revolusioner Iran.

Kantor berita Tasnim mengutip Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran yang menyatakan: "Kami menerima sejumlah laporan bahwa kapal tanker Inggris, Stena Impero, menimbulkan sejumlah masalah. Kami meminta pasukan militer untuk mengawal kapal tanker ini menuju Pelabuhan Bandar Abbas untuk menjalani penyelidikan."

Kantor berita yang berafiliasi dengan Garda Revolusioner Iran itu menyebutkan Stena Impero disita karena melanggar tiga aturan: mematikan GPS; melalui gerbang keluar Selat Hormuz alih-alih gerbang masuk; dan mengabaikan peringatan.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Iran dilaporkan menyita dua kapal tanker milik perusahaan Inggris di Selat Harmouz, kawasan Teluk Persia.

Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt, mengatakan akan ada konsekuensi yang berat bagi Iran jika tidak membebaskan kapal Inggris. Namun Inggris tidak akan menempuh langkah militer.

"Kami tidak mencari opsi militer, kami mencari cara diplomatik untuk menyelesaikan masalah ini. Namun, kami sangat menegaskan apa saja yang harus diselesaikan (dengan Iran, Red)," ujar Hunt.

Peringatan Hunt tersebut mengemuka setelah kapal bernama Stena Impero disita oleh militer Iran pada Jumat (19/7/2019). Stena Bulk, selaku perusahaan pemilik kapal, mengonfirmasi bahwa Stena Impero didekati oleh kapal militer Iran pada jumat sore waktu setempat.

"Kapal Stena Impero berlayar di kawasan yang diizinkan untuk jalur internasional, namun dikepung empat kapal dan sebuah helikopter," ujar Hunt.

Media Iran melaporkan Stena Impero disita oleh Garda Revolusioner Iran. Kantor berita Tasnim mengutip Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran, menyatakan bahwa mereka menahan kapal tanker Inggris, Stena Impero, karena mendapat laporan bahwa kapal tersebut menimbulkan masalah.

"Kami meminta pasukan militer untuk mengawal kapal tanker ini menuju Pelabuhan Bandar Abbas untuk meminta izin," bunyi pernyataan Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran. (bbc)

See Also

Akademisi Asing Ditahan Otoritas Iran
Alumnus Universitas Top Australia Peroleh Gaji Lebih Kecil
Permintaan Suaka Australia Lewat Udara Capai Rekor Tertinggi
China Akan Pamerkan Rudal Nuklir Dalam Parade Militer
Petani Australia Kesulitan Cari Pekerja
Arab Saudi Terbitkan Visa Turis Untuk 49 Negara
Pengawal Raja Arab Saudi Tewas Ditembak
Gempa Guncang Chile 6,8 SR
Ratusan Keluarga Di Queensland Mengungsi
Topan Faxai Hantam Jepang
Gelombang Panas Di Prancis Menelan Hampir 1.500 Korban
Rusia Bikin Lagi Rudal Jarak Menengah
Presiden AS Harap Presiden China Temui Pendemo Hong Kong
Hong Kong Menghangat
Uskup Melbourne Peter Comensoli Pilih Masuk Penjara Dibanding Bocorkan Pengakuan Dosa Jemaat
Survei Sebut Advokat Australia Dan Selandia Baru Alami Kecemasan Dan Depresi
Jerman Bersiap Dihantam Gelombang Panas
Perempuan Lempar Telur Ke PM Australia Dihukum Kerja Sosial 18 Bulan
Kelompok Triad Hong Kong Diduga Terlibat Penyerbuan Stasiun MRT Yuen Long
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Michelle Obama Terpilih Sebagai Wanita Paling Dikagumi Di Dunia
Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.580.799 Since: 07.04.14 | 0.9161 sec