YouTube Facebook Twitter RSS
14 Dec 2019, 0

Internasional

Kelompok Triad Hong Kong Diduga Terlibat Penyerbuan Stasiun MRT Yuen Long

Wednesday, 24 July 2019 | View : 116

siarjustisia.com-HONG KONG.

Sekelompok pria bertopeng yang dipersenjatai tongkat menyerbu stasiun kereta api di distrik Yuen Long, Hong Kong, Minggu (21/07/2019). Sekelompok orang menyerbu stasiun MTR Yuen Long sekitar pukul 22:30 waktu setempat, beberapa jam setelah bentrokan antara demonstran dan polisi di wilayah Sheung Wan.

Yuen Long adalah distrik di pinggiran Hong Kong, dan jauh dari lokasi unjuk rasa pro-demokrasi.

Massa bertopeng tersebut menyerbu stasiun kereta dan menyebabkan puluhan orang terluka.

Sebanyak 45 orang terluka dalam insiden yang membuat warga Hong Kong terkejut.

Setidaknya 36 orang terluka dalam insiden tersebut, demikian laporan media setempat.

Serangan gerombolan itu terjadi menyusul unjuk rasa pro-demokrasi terbaru di pusat Hong Kong, yaitu lokasi saat aparat polisi anti huru-hara menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah para pengunjuk rasa.

Rekaman video penyerbuan pun ramai dibagikan di media sosial.

Dalam rekaman video yang dibagikan di media sosial tampak sejumlah orang berkaus putih menyerang seorang demonstran di stasiun kereta Hong Kong, Minggu (21/07/2019).

Rekaman video yang diunggah di media sosial memperlihatkan sekelompok pria, yang semuanya mengenakan kaus putih, melakukan kekerasan terhadap orang-orang di peron dan di dalam gerbong kereta.

Tidak jelas siapa gerombolan bertopeng tersebut atau apa motif di balik serangan itu.

Sebagian besar orang berspekulasi bahwa serangan itu dilakoni kelompok triad, julukan terhadap jaringan preman di Hong Kong dan juga dikenal dengan sebutan mafia China.

Muncul banyak tudingan bahwa kelompok yang menyerang pengunjuk rasa pada Minggu (21/07/2019) adalah preman bayaran.

Ada kecurigaan bahwa triad terlibat dan sumber-sumber kepolisian mengatakan kepada harian South China Morning Post bahwa mereka meyakini para penyerang mencakup anggota triad dari 14K dan Wo Shing Wo.

Prof Varese dari City University of Hong Kong mengatakan serangan Minggu (21/07/2019) tampak seperti "jiplakan atas apa yang terjadi pada 2014", meskipun serangan kali ini "lebih serius" mengingat orang yang melintas pun diserang.

Tujuan penyerangan itu, menurutnya, tampak "bukan untuk membunuh tapi menakut-nakuti orang supaya pergi" serta mengintimidasi para demonstran.

"Saya pikir ini taktik yang disengaja, karena jika mereka ingin membunuh, mereka pasti sudah melakukannya, walau triad tidak dikenal menggunakan kekerasan mematikan."

Patut dicatat pula bahwa kejadian pada Minggu (21/07/2019) berlangsung di kawasan permukiman kelas pekerja, alih-alih di area bisnis di tengah kota tempat demonstrasi banyak digelar.

"Triad tidak beroperasi di mana-mana. Kemungkinan sulit secara logistik untuk menyerang kawasan yang lebih internasional, pusat kota, dan beragam," papar dia.

Kalangan demonstran dan aktivis menuding keterkaitan antara aparat dan triad, namun tuduhan itu selalu dibantah mentah-mentah oleh aparat.

Pada serangan Minggu (21/07), banyak demonstran dan anggota parlemen prodemokrasi menuding polisi lamban beraksi.

Mereka mengatakan polisi tiba di lokasi setelah semua penyerang sudah pergi jauh setelah panggilan pertama ke nomor layanan darurat dilakukan.

Dalam pernyataannya, pemerintah mengatakan bahwa di distrik Yuen Long "ada beberapa orang berkumpul di peron stasiun MTR dan di dalam gerbong kereta, dan menyerang penumpang".

"Ini benar-benar tidak dapat diterima bagi Hong Kong yang masyarakatnya mematuhi aturan hukum. Pemerintah SAR (Daerah Administratif Khusus) sangat mengutuk setiap kekerasan dan secara serius akan mengambil tindakan penegakan hukum."

Polisi Hong Kong juga mengatakan: "Beberapa orang menyerang penumpang di peron stasiun MTR Yuen Long dan di dalam gerbong kereta, yang mengakibatkan banyak orang cedera."

Kepala kepolisian mengatakan asumsi merupakan "pencemaran". Dia menegaskan jajarannya banyak tersebar guna menanggapi demonstrasi antipemerintah di tempat lain.

Sejumlah peneliti mengatakan preman bayaran adalah fenomena signifikan di China daratan, ketika pemerintah daerah setempat mengandalkan bandit-bandit untuk "mempercepat proyek dan mengumpulkan persetujuan formal dari komunitas-komunitas".

Bekas koloni Inggris itu adalah bagian dari China, tetapi dijalankan di bawah pengaturan "satu negara, dua sistem" yang menjamin adanya otonomi.

Akan tetapi, sistem hukum dan yudisial Hong Kong terpisah dari China daratan dan bahkan punya pemerintahan sendiri.

Hong Kong memiliki peradilan sendiri, dan sistem hukum independen dari intervensi Cina daratan.

Preman bayaran bukan fenomena umum di Hong Kong. (bbc)

See Also

PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
Raja Arab Saudi Kecam Pelaku Penembakan Di Pangkalan AL Florida
Pejabat AS Sebut Pelaku Penembakan Di Pangkalan AL Florida Anggota AU Arab Saudi
Penembakan Brutal Di Pangkalan AL Florida Tewaskan 4 Orang
Penembakan Di Pangkalan AL Florida
Amerika Serikat Selidiki Motif Penembakan Di Pangkalan AL Florida
Sekelompok Pria Bersenjata Tewaskan 15 Orang Saat Demo Irak
Amerika Serikat Tuduh Iran Bunuh Lebih Dari 1.000 Demonstran BBM
Petugas Pabean Swasta Australia Ditangkap Fasilitasi Penyelundupan Narkoba 1,6 Ton
Turki Pulangkan Militan ISIS Asing Ke Negara Asalnya
Turki Mulai Pulangkan Militan ISIS Asing
Presiden Bolivia Mengundurkan Diri
Jerman Peringati 30 Tahun Jatuhnya Tembok Berlin
Kartel Narkoba Meksiko Bunuh 9 Orang
Negara Bagian Texas Suntik Mati Mantan Bos Geng Supremasi Kulit Putih
Presiden Turki Sebut Istri Abu Bakr Al-Baghdadi Tertangkap
Donald Trump Serukan Perang Lawan Kartel Narkoba
Amerika Serikat Mulai Mundur Secara Resmi Dari Perjanjian Iklim Paris
Negara Bagian South Dakota Suntik Mati Napi Kasus Pembunuhan
Otoritas Turki Umumkan Penangkapan Saudara Perempuan Abu Bakr Al-Baghdadi
39 Jenazah Ditemukan Dalam Truk Dekat London
Pemerintah China Akan Copot Pemimpin Hong Kong Carrie Lam
Gempuran Turki Mengakibatkan 2.300 Orang Mengungsi Dari Suriah Ke Irak
Pria Kurdi Bakar Diri Di Depan Markas Utama Badan Pengungsi PBB
5 Perampok Indonesia Dibekuk Usai Beraksi Di Malaysia
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.903.016 Since: 07.04.14 | 0.671 sec