YouTube Facebook Twitter RSS
22 Sep 2019, 0

Internasional

Uskup Melbourne Peter Comensoli Pilih Masuk Penjara Dibanding Bocorkan Pengakuan Dosa Jemaat

Thursday, 15 August 2019 | View : 43

siarjustisia.com-MELBOURNE.

Pemerintah negara bagian Victoria di Australia telah mengusulkan perubahan UU bahwa semua pemimpin spiritual keagamaan harus melaporkan kasus pengakuan seksual yang mereka dengar dalam pengakuan dosa.

Pelaporan Pelecehan Seksual

  • Aturan di Victoria mewajibkan pendeta melaporkan kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak ke polisi
  • Uskup Melbourne Peter Comensoli mengatakan dia akan mendorong pelaku melapor ke polisi
  • Namun mengatakan akan mempertahankan kerahasiaan pengakuan dosa bila umat tidak mau melaporkan sendiri

Bila tidak melaporkan, mereka bisa dikenai hukuman penjara maksimal tiga tahun.

Dalam UU yang sudah berlaku sejak tahun 2018, guru, polisi, perawat, petugas kesehatan, dan mereka yang bekerja di sekolah wajib memberitahu pihak berwenang bila mereka mengetahui adanya anak-anak yang dilecehkan secara seksual di tempat kerja mereka.

Namun sebelumnya pendeta dan tokoh keagamaan lainnya tidak tercakup dalam peraturan tersebut, karena di dalam gereja ada kebiasaan pengakuan dosa oleh umat di hadapan pastur/pendeta, yang dianggap sebagai hal yang suci dan tidak bisa disebarkan ke luar dari ruang pengakuan dosa.

Perubahan UU ini di negara bagian Victoria tampaknya akan lolos dengan dukungan dari seluruh partai yang ada, yang sebelumnya sudah menyatakan akan menyetujui perubahan tersebut.

Sudah merupakan tradisi dalam Gereja Katolik bahwa pengakuan dosa seorang umat adalah hal yang akan menjadi rahasia antara umat dan pendetanya.

Dalam reaksinya Uskup Agung Melbourne Peter Comensoli mengatakan bahwa dia siap dipenjara daripada harus melaporkan pelecehan seksual terhadap anak-anak yang didengarnya dari pengakuan dosa.

Gereja Katolik di Australia sebagai institusi tahun 2018 sudah secara resmi menolak pendapat bahwa para tokoh agama harus secara hukum dipaksa melaporkan kasus pelecehan seksual yang mereka dengar dalam pengakuan dosa.

"Saya menghormati prinsip keharusan melapor, dan saya juga memegang teguh prinsip kerahasiaan pengakuan dosa." kata Uskup Peter Comensoli kepada Radio ABC Melbourne hari Rabu (14/8/2019).

"Dalam pandangan saya, keduanya tidaklah bisa saling berdiri sendiri."

Uskup Comensoli mengatakan bahwa dia akan menganjurkan mereka yang mengakui perbuatan mereka di pengakuan dosa untuk kemudian melapor ke polisi.

Uskup kemudian akan mengatakan hal tersebut lagi di luar ruang pengakuan dosa dimana dia bisa melakukan hal tersebut tanpa menodai kerahasiaan pengakuan dosa.

Namun bila orang tersebut menolak melaporkan diri ke polisi, Uskup Comensoli mengatakan dia tidak akan melaporkan kasus tersebut sendiri.

"Secara pribadi, saya akan tetap menjaga kerahasiaan di pengakuan dosa." katanya.

Para uskup Gereja Katolik di Australia Selatan dan di Canberra dimana negara bagian setempat juga sudah membuat aturan agar para pendeta melaporkan apa yang mereka dengar dalam pengakuan dosa, juga bertekad untuk tidak mematuhi aturan tersebut.

Menteri Urusan Perlindungan Anak Australia Luke Donnellan mengatakan perubahan tersebut akan menjadi 'perubahan budaya' yang akan membuat anak-anak di negara bagian Victoria lebih aman.

"Pesannya sederhana. Bila ada kejadian penganiayaan seksual terhadap anak maka kasus itu harus dilaporkan ke pihak berwenang." katanya.

Salah seorang pegiat anti pelecehan seksual terhadap anak Chrissie Foster juga mengatakan perubahan aturan ini merupakan terobosan dan menyebut sebagai hari bersejarah. (abc)

See Also

Ratusan Keluarga Di Queensland Mengungsi
Topan Faxai Hantam Jepang
Gelombang Panas Di Prancis Menelan Hampir 1.500 Korban
Rusia Bikin Lagi Rudal Jarak Menengah
Presiden AS Harap Presiden China Temui Pendemo Hong Kong
Hong Kong Menghangat
Survei Sebut Advokat Australia Dan Selandia Baru Alami Kecemasan Dan Depresi
Jerman Bersiap Dihantam Gelombang Panas
Perempuan Lempar Telur Ke PM Australia Dihukum Kerja Sosial 18 Bulan
Kelompok Triad Hong Kong Diduga Terlibat Penyerbuan Stasiun MRT Yuen Long
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Michelle Obama Terpilih Sebagai Wanita Paling Dikagumi Di Dunia
Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.438.595 Since: 07.04.14 | 0.6492 sec