YouTube Facebook Twitter RSS
11 Dec 2019, 0

Ekonomi

The Fed Siap Buyback Jika China Lepas Obligasi AS

Monday, 12 August 2019 | View : 74

siarjustisia.com-WASHINGTON D.C.

Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) dilaporkan siap melakukan pembelian kembali (buyback), apabila China melepas surat utang (obligasi) Amerika Serikat (AS). 

Sejumlah pengamat menilai ancaman senjata pamungkas China dengan melepas obligasi AS yang nilainya mencapai US$ 1,1 triliun atau setara Rp 14.202 triliun untuk menghadapi perang dagang, sudah diantisipasi AS. 

Diungkapkan, dalam laporan kepada Kongres sejak 2012, Departemen Keuangan AS menyatakan bahwa The Fed "sepenuhnya mampu" membeli Obligasi AS yang akan dilepaskan China ke pasar untuk mengendalikan konsekuensi ekonomi.

Tak hanya itu, The Fed bahkan meyakini bahwa China tidak akan mudah melepas obligasi AS karena menjanjikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan obligasi yang ditawarkan negara lain.

AS tetap menjadi tujuan utama pasar obligasi China, meski China memiliki beberapa tempat alternatif untuk memarkir cadangan devisanya yang US$ 3,1 triliun.

Selain obligasi AS, China juga tertarik dengan obligasi Jerman dan Jepang, tetapi kedua obligasi dari negara tersebut tidak menawarkan imbal hasil terbaik.

Namun imbal hasil 1,63% pada utang pemerintah AS 10-tahun, jauh lebih baik daripada pengembalian negatif 0,59% pada obligasi Jerman yang setara, yang mencapai rekor terendah pada Rabu (7/8/2019).

Sejumlah pengamat mengatakan, sejauh ini China mengantisipasi ancaman kenaikan tarif impor barang terbaru sebesar 25% yang akan diberlakukan AS pada 1 September 2019, dengan melemahkan mata uang yuan, sudah tepat. 

"Ada kemungkinan, China akan melemahkan yuan di atas 7,5 terhadap dolar AS, jika Presiden Donald Trump, menaikkan tarif hingga 25% terhadap barang China," demikikan analisa Bank of America Merrill Lynch.

Mata uang China telah mendapatkan perhatian yang lebih besar dalam beberapa hari terakhir setelah Beijing membiarkan yuan melemah melewati level psikologis penting 7 per dolar untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan global.

Depresiasi yuan terjadi setelah Trump mengancam akan menampar tarif 10% pada US$ 300 miliar barang-barang China mulai 1 September 2019. Jika itu terjadi, nilai tukar dolar AS-China akan menyentuh 7,3 poin pada akhir 2019, lebih lemah dari perkiraan sebelumnya 6,63 poin.

Banyak analis mengatakan mereka memperkirakan Trump akan menaikkan tarif pada semua barang China hingga 25% setelah eskalasi baru-baru ini dalam pertarungan AS-China. Tingginya tingkat tarif seperti itu akan melukai sentimen lebih lanjut dan Federal Reserve AS kemungkinan akan melangkah untuk membendung beberapa hal negatif. (cnbc/cnn)

See Also

Bursa Asia Ditutup Naik
Bursa Asia Ditutup Naik
Perang Dagang Sebabkan AS-China Sama-sama Rugi
McDonalds Pecat CEO Steve Easterbrook
Bursa Asia Dalam Tren Positif
Bursa Eropa Dibuka Positif
Kristalina Georgieva Dipilih Sebagai Direktur Pelaksana IMF
Jerman Tawarkan Pinjaman Untuk Perusahaan Agen Perjalanan Inggris Thomas Cook
Perusahaan Pariwisata Inggris Thomas Cook Bangkrut
24 Aplikasi Android Berbahaya
CEO Nissan Motor Co Ltd Mengundurkan Diri
Sony Akan Rilis Edisi Khusus Walkman
Bursa Asia Di Zona Positif
Bursa Asia Berguguran
TNI Ajak Warga Untuk Beternak Sapi
TNI Dorong Warga Sasaran TMMD Budidaya Blewah
Dipelopori TNI, Penghijauan Di Desa Sasaran TMMD Menggeliat
TNI Kodim 0716/Demak Juga Benahi Saluran Irigasi Di Desa TMMD
Camilan Khas Kalikondang Kenangan Bagi Satgas TMMD
Penjual Blewah Juga Meraup Rejeki Di TMMD Kalikondang
Satgas TMMD Beri Kursus Fotografi Kepada Warga
Berbagi Ilmu Tanaman Di Lokasi TMMD Kalikondang
Pelangsiran Anyaman Besi Hantarkan Kesejahteraan Warga
Jepang Hapus Daftar Putih Negara Korea Selatan Tujuan Ekspor
Harga Emas Melemah
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.881.715 Since: 07.04.14 | 0.6751 sec