YouTube Facebook Twitter RSS
22 Sep 2019, 0

Internasional

Hong Kong Menghangat

Thursday, 15 August 2019 | View : 60

siarjustisia.com-HONG KONG.

Kekhawatiran akan intervensi terhadap Hong Kong semakin menjadi-jadi setelah artileri China terdeteksi mendekat ke perbatasan dua negara tersebut. Sejumlah pihak memang memperkirakan China akan menggunakan kekuatan militer untuk mengatasi aksi demonstrasi yang telah berlangsung dua bulan di Hong Kong.

Maxar Technologies hari ini merilis foto citra satelit yang menunjukkan adanya pengerahan kendaraan tempur lapis baja ke sebuah stadion di Kota Shenzhen, China. Maxar Technologies sendiri merupakan perusahaan teknologi luar angkasa yang sering merilis gambar satelit dari berbagai belahan dunia.

Citra satelit Maxar Technologies itu memperlihatkan lebih dari 100 kendaraan pengangkut personel itu ditempatkan di dalam dan sekitar stadion Shenzhen Bay Sports Centre.

Awal pekan ini, media yang dikendalikan Pemerintah China melaporkan, tentara negeri tirai bambu dikumpulkan untuk mengadakan latihan di kota perbatasan. Menurut media, latihan di Shenzhen telah direncanakan sebelumnya dan tidak terkait dengan kerusuhan di Hong Kong.

Namun, alasan latihan patut dipertanyakan. Pasalnya, pengerahan pasukan ini dilakukan tak lama setelah Pemerintah China menyebut demo Hong Kong mulai menunjukkan 'bibit terorisme'.

Seperti dikabarkan sebelumnya bahwa otoritas China geram dan kembali melontarkan kecaman keras untuk para demonstran Hong Kong yang bentrok dengan polisi di bandara. China menyebut demonstran Hong Kong bertindak 'seperti teroris'.

Seperti dilansir AFP, Rabu (14/8/2019), para demonstran antipemerintah dilaporkan memblokir dua terminal di Bandara Internasional Hong Kong pada Selasa (14/8/2019) waktu setempat, dalam aksi protes yang telah berlangsung lebih dari 2 bulan. Aksi demonstran ini telah memicu pembatalan penerbangan karena operasional bandara terganggu.

Sekelompok kecil demonstran dilaporkan mengepung, mengikat dan memukuli seorang pria yang memakai rompi kuning untuk jurnalis. Editor surat kabar Global Times, yang dikuasai pemerintah China, mengidentifikasi pria yang dipukuli itu sebagai reporter mereka.

Satu pria lainnya juga sempat dikepung dan diserang demonstran Hong Kong, karena dicurigai sebagai polisi China yang sedang menyamar. Otoritas China menyebut satu pria lainnya yang diserang demonstran adalah seorang warga Shenzhen yang sedang mengunjungi Hong Kong.

"Kami menyampaikan kecaman paling keras terhadap aksi seperti teroris ini," tegas juru bicara Kantor Dewan Negara Urusan Hong Kong dan Macau, Xu Luying, dalam pernyataannya.

Xu Luying menyebut kedua pria yang diserang demonstran Hong Kong sebagai 'rekan sebangsa China daratan'. Pria yang disebut sebagai warga Shenzhen itu ditahan selama 2 jam oleh demonstran sebelum akhirnya dibawa ke ambulans.

"Aksi demonstran secara serius merusak citra internasional Hong Kong, dan secara serius melukai perasaan banyak rekan sebangsa China daratan," sebut Xu Luying dalam pernyataannya.

"Kejahatan kekerasan yang sangat mengerikan harus dihukum berat sesuai hukum," imbuhnya.

"Kami dengan tegas mendukung kekuatan kepolisian dan peradilan Hong Kong ... untuk menindak tegas ... dan membawa para penjahat ke pengadilan secepat mungkin," tegas Xu Luying.

Unjuk rasa besar-besaran di Hong Kong yang berlangsung beberapa pekan terakhir, disebut sebagai tantangan terbesar bagi kepemimpinan China atas Hong Kong yang berstatus kota semi-otonomi sejak diserahkan oleh Inggris tahun 1997 lalu.

Aksi yang bermula sebagai protes terhadap Rancangan Undang-undang (RUU) Ekstradisi yang kontroversial karena mengatur ekstradisi tersangka kriminal ke China, kini meluas menjadi gerakan menuntut reformasi demokrasi dan menghentikan pengaruh China atas Hong Kong. (afp)

See Also

Ratusan Keluarga Di Queensland Mengungsi
Topan Faxai Hantam Jepang
Gelombang Panas Di Prancis Menelan Hampir 1.500 Korban
Rusia Bikin Lagi Rudal Jarak Menengah
Presiden AS Harap Presiden China Temui Pendemo Hong Kong
Uskup Melbourne Peter Comensoli Pilih Masuk Penjara Dibanding Bocorkan Pengakuan Dosa Jemaat
Survei Sebut Advokat Australia Dan Selandia Baru Alami Kecemasan Dan Depresi
Jerman Bersiap Dihantam Gelombang Panas
Perempuan Lempar Telur Ke PM Australia Dihukum Kerja Sosial 18 Bulan
Kelompok Triad Hong Kong Diduga Terlibat Penyerbuan Stasiun MRT Yuen Long
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Michelle Obama Terpilih Sebagai Wanita Paling Dikagumi Di Dunia
Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.438.561 Since: 07.04.14 | 0.8368 sec