YouTube Facebook Twitter RSS
22 Sep 2019, 0

Internasional

Presiden AS Harap Presiden China Temui Pendemo Hong Kong

Friday, 16 August 2019 | View : 30

siarjustisia.com-WASHINGTON D.C.

Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45, Donald John Trump berharap Presiden China Xi Jinping bertemu dengan para aktivis prodemokrasi di Hong Kong.

Donald Trump menyebut pertemuan tersebut bisa menghasilkan akhir 'bahagia' atas protes berbulan-bulan.

"Jika Presiden Xi mau bertemu langsung dengan para pendemo, mungkin ada akhir bahagia dan mencerahkan dari permasalahan Hong Kong. Saya tak ragu!" cuit Trump seperti dikutip dari AFP, Jumat (16/8/2019).

Donald Trump tampaknya mengklarifikasi satu cuitan yang dia tulis pada Rabu (14/8/2019) tentang Xi, hubungan perdagangan dan Hong Kong yang diakhiri dengan mengatakan 'pertemuan personal?' Hal itu dianggap sebagian orang bahwa Trump menawarkan untuk bertemu dengan Presiden China.

Donald Trump menganggap kerusuhan di Hong Kong sebagai masalah internal Beijing. Dia fokus pada negosiasi untuk menyelesaikan perang dagang antara AS dan China.

"Tentu China ingin membuat kesepakatan. Biarkan mereka bekerja secara manusiawi dulu dengan Hong Kong!" cuit Trump pada Rabu (14/8/2019).

Sejumlah pihak memperkirakan China akan menggunakan kekuatan militer untuk mengatasi aksi demonstrasi yang telah berlangsung dua bulan di Hong Kong.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump mengomentari situasi di Hong Kong yang disebutnya rumit. Donald Trump meminta semua pihak tetap tenang, sembari menyebut pemerintah China telah menggerakkan tentaranya ke perbatasan dengan Hong Kong.

Seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (14/8/2019), Trump mengharapkan semua langkah yang diambil otoritas Hong Kong bisa berhasil untuk semua pihak, termasuk China dan 'bagi kebebasan' tanpa adanya korban luka maupun korban jiwa.

Dalam pernyataan via Twitter pada Selasa (13/8/2019) waktu setempat, Trump yang mengutip intelijen AS, mengungkapkan bahwa pemerintah China telah mengerahkan tentara ke perbatasan. Lebih lanjut, Trump mengharapkan semua pihak tetap tenang saat bentrokan terjadi antara demonstran antipemerintah dengan polisi.

Tidak diketahui secara jelas apakah Trump membahas soal laporan baru tentang pergerakan personel militer China atau merujuk pada pergerakan tentara China di dekat perbatasan Hong Kong yang telah dilaporkan media-media massa.

"Intelijen kita telah memberitahu bahwa pemerintah China menggerakkan tentaranya ke perbatasan dengan Hong Kong," sebut Trump via Twitter. "Semua orang harus tetap tenang dan tetap aman!" imbuhnya.

Diketahui bahwa bentrokan antara demonstran dan polisi pecah dalam aksi protes terbaru di Bandara Internasional Hong Kong pada Selasa (13/8/2019) malam waktu setempat. Operasional penerbangan di bandara pun terganggu dan membawa Hong Kong semakin jatuh pada kekacauan.

"Masalah Hong Hong ini merupakan situasi yang sangat sulit -- sangat sulit," ucap Trump kepada wartawan saat melakukan kunjungan ke Morristown, New Jersey. "Kita akan lihat apa yang terjadi," ujarnya.

"Itu situasi yang sangat rumit. Saya pikir itu akan berhasil dan saya harap semua berhasil, untuk kebebasan. Saya harap itu akan berhasil untuk semua pihak, termasuk China. Saya harap itu akan berlangsung dengan damai. Saya harap tidak ada yang luka-luka. Saya harap tidak ada yang tewas," ucap Trump lagi.

Donald Trump yang sedang mengupayakan kesepakatan besar untuk memperbaiki ketidakseimbangan perdagangan dengan China, dikritik karena menyebut unjuk rasa di Hong Kong sebagai 'kerusuhan'. Trump sebelumnya menyebut hal itu menjadi masalah yang harus diselesaikan China dan Hong Kong, yang masih bagian dari China.

Bentrokan terbaru pecah di bandara setelah seseorang yang luka-luka dibawa keluar dari terminal utama oleh paramedis. Sejumlah mobil polisi diblokir oleh para demonstran dan polisi antihuru-hara dikerahkan untuk memukul mundur para demonstran. Semprotan merica digunakan dalam situasi ini.

Demonstran juga memasang barikade di sejumlah jalur bandara dengan troli dan benda-benda lainnya. Pada satu momen, demonstran menyerang seorang polisi dengan tongkat hingga memaksa polisi itu menarik senjatanya dan mengarahkannya ke para demonstran, untuk melindungi dirinya.

Kepolisian Hong Kong dalam pernyataan resmi menyebut demonstran menyerang dan mengepung seorang 'pengunjung' di bandara. Namun para demonstran meyakini 'pengunjung' itu merupakan polisi yang sedang menyamar. Laporan AFP menyebut pengunjung yang luka-luka itu dikepung demonstran selama dua jam di dalam bandara.

Seorang pria lainnya juga dilaporkan sempat dikeroyok dan diikat demonstran di bandara. Pria itu belakangan diidentifikasi sebagai Fu Fuohao, seorang reporter Global Times, surat kabar China yang dilindungi oleh surat kabar resmi China, People's Daily. (channelnewsasia/afp)

See Also

Ratusan Keluarga Di Queensland Mengungsi
Topan Faxai Hantam Jepang
Gelombang Panas Di Prancis Menelan Hampir 1.500 Korban
Rusia Bikin Lagi Rudal Jarak Menengah
Hong Kong Menghangat
Uskup Melbourne Peter Comensoli Pilih Masuk Penjara Dibanding Bocorkan Pengakuan Dosa Jemaat
Survei Sebut Advokat Australia Dan Selandia Baru Alami Kecemasan Dan Depresi
Jerman Bersiap Dihantam Gelombang Panas
Perempuan Lempar Telur Ke PM Australia Dihukum Kerja Sosial 18 Bulan
Kelompok Triad Hong Kong Diduga Terlibat Penyerbuan Stasiun MRT Yuen Long
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Michelle Obama Terpilih Sebagai Wanita Paling Dikagumi Di Dunia
Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.438.614 Since: 07.04.14 | 0.626 sec