YouTube Facebook Twitter RSS
21 Nov 2019, 0

Internasional

Gelombang Panas Di Prancis Menelan Hampir 1.500 Korban

Tuesday, 10 September 2019 | View : 64
Tags : Prancis

siarjustisia.com-PARIS.

Gelombang panas pada bulan Juni dan Juli pada 2019 di Prancis telah mengakibatkan kematian hampir 1.500 orang. Berbicara di radio Prancis, pada Minggu (8/9/2019), Menteri Kesehatan Prancis Agnès Buzyn mengatakan setengah dari warga yang meninggal berusia di atas 75 tahun.

Tetapi, Menteri Kesehatan Buzyn mengatakan, berkat langkah-langkah pencegahan, angka itu 10 kali lebih rendah dari periode yang sama pada 2003 ketika gelombang panas mematikan menghantam Eropa. Prancis mencatat suhu tertinggi 46 derajat Celcius pada Juni.

Ibu kota Prancis yakni Paris, juga mencatat rekor suhu tinggi 42,6 derajat Celcius pada Juli.

“Kami telah memantau 1.500 kasus kematian tambahan dalam bulan-bulan itu. Gelombang panas memengaruhi kesehatan hampir 20 juta orang,” kata menteri.

Menurut Departemen Kesehatan Prancis, 567 orang meninggal selama gelombang panas pertama Prancis tahun 2019, dari 24 Juni hingga 7 Juli. Selanjutnya, 868 meninggal selama gelombang yang kedua yakni 21 hingga 27 Juli.

Menteri Kesehatan Prancis, Buzyn mengatakan bahwa 10 orang telah meninggal saat bekerja. Selama musim panas, peringatan merah kategori peringatan paling parah telah dikeluarkan di beberapa daerah di Prancis.

Selama masa panas, banyak sekolah dan acara publik ditutup untuk meminimalkan paparan publik.

Taman-taman besar dan kolam renang juga dibuka di beberapa kota untuk membantu orang tetap tenang. Otoritas Paris mengatur saluran telepon darurat dan mengatur "kamar dingin" sementara di gedung-gedung kota.

Dikabarkan sebelumnya, Kementerian Pertanian Prancis menyatakan, akibat gelombang gelombang panas yang melanda sebagian wilayah di negara itu, angka produksi anggur akan mengalami penurunan sebesar 6 persen hingga 13 persen.

Prancis yang merupakan salah satu penghasil dan pengekspor anggur terbesar di dunia, mengalami pukulan yang cukup keras akibat kondisi cuaca buruk, termasuk gelombang panas yang melanda negara itu pada akhir Juni lalu.

Berdasarkan perkiraan yang dibuat oleh Kementerian Pertanian Prancis pada 12 Juli lalu, kondisi cuaca ditambah faktor-faktor lain, membuat angka produksi anggur hanya mencapai antara 42,8 juta hektoliter hingga 46,4 juta hektoliter. Pencapaian tersebut, merupakan angka terendah dalam lima tahun terakhir.

Kondisi cuaca yang tidak menguntungkan menghantam tanaman anggur, terutama di daerah penghasil anggur di wilayah Barat Prancis, seperti Val de Loire, Charente, Bordela.

Sementara, di wilayah Prancis Selatan, gelombang panas memecahkan rekor, dengan suhu di beberapa tempat mencapai 46 derajat Celcius atau sekitar 115 derajat Fahrenheit.

Gelombang panas ini menyebabkan penurunan produksi anggur di tiga wilayah, Gard, Herault dan Var. (afp)

See Also

Turki Pulangkan Militan ISIS Asing Ke Negara Asalnya
Turki Mulai Pulangkan Militan ISIS Asing
Presiden Bolivia Mengundurkan Diri
Jerman Peringati 30 Tahun Jatuhnya Tembok Berlin
Kartel Narkoba Meksiko Bunuh 9 Orang
Negara Bagian Texas Suntik Mati Mantan Bos Geng Supremasi Kulit Putih
Presiden Turki Sebut Istri Abu Bakr Al-Baghdadi Tertangkap
Donald Trump Serukan Perang Lawan Kartel Narkoba
Amerika Serikat Mulai Mundur Secara Resmi Dari Perjanjian Iklim Paris
Negara Bagian South Dakota Suntik Mati Napi Kasus Pembunuhan
Otoritas Turki Umumkan Penangkapan Saudara Perempuan Abu Bakr Al-Baghdadi
39 Jenazah Ditemukan Dalam Truk Dekat London
Pemerintah China Akan Copot Pemimpin Hong Kong Carrie Lam
Gempuran Turki Mengakibatkan 2.300 Orang Mengungsi Dari Suriah Ke Irak
Pria Kurdi Bakar Diri Di Depan Markas Utama Badan Pengungsi PBB
5 Perampok Indonesia Dibekuk Usai Beraksi Di Malaysia
Turki Dan Rusia Sepakati Penarikan Mundur Milisi Kurdi YPG
Pengadilan Singapura Dakwa 3 PRT Indonesia Mendanai Terorisme
PM Kanada Bentuk Pemerintahan Baru
Inggris Tidak Ingin Ada Penundaan Lagi Brexit
Pasukan AS Tinggalkan Suriah Menuju Irak
WHO Sebut Konsumsi Alkohol Rusia Turun 43
Akademisi Asing Ditahan Otoritas Iran
Alumnus Universitas Top Australia Peroleh Gaji Lebih Kecil
Permintaan Suaka Australia Lewat Udara Capai Rekor Tertinggi
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.761.596 Since: 07.04.14 | 0.6474 sec