YouTube Facebook Twitter RSS
22 Sep 2019, 0

Internasional

Gelombang Panas Di Prancis Menelan Hampir 1.500 Korban

Tuesday, 10 September 2019 | View : 18
Tags : Prancis

siarjustisia.com-PARIS.

Gelombang panas pada bulan Juni dan Juli pada 2019 di Prancis telah mengakibatkan kematian hampir 1.500 orang. Berbicara di radio Prancis, pada Minggu (8/9/2019), Menteri Kesehatan Prancis Agnès Buzyn mengatakan setengah dari warga yang meninggal berusia di atas 75 tahun.

Tetapi, Menteri Kesehatan Buzyn mengatakan, berkat langkah-langkah pencegahan, angka itu 10 kali lebih rendah dari periode yang sama pada 2003 ketika gelombang panas mematikan menghantam Eropa. Prancis mencatat suhu tertinggi 46 derajat Celcius pada Juni.

Ibu kota Prancis yakni Paris, juga mencatat rekor suhu tinggi 42,6 derajat Celcius pada Juli.

“Kami telah memantau 1.500 kasus kematian tambahan dalam bulan-bulan itu. Gelombang panas memengaruhi kesehatan hampir 20 juta orang,” kata menteri.

Menurut Departemen Kesehatan Prancis, 567 orang meninggal selama gelombang panas pertama Prancis tahun 2019, dari 24 Juni hingga 7 Juli. Selanjutnya, 868 meninggal selama gelombang yang kedua yakni 21 hingga 27 Juli.

Menteri Kesehatan Prancis, Buzyn mengatakan bahwa 10 orang telah meninggal saat bekerja. Selama musim panas, peringatan merah kategori peringatan paling parah telah dikeluarkan di beberapa daerah di Prancis.

Selama masa panas, banyak sekolah dan acara publik ditutup untuk meminimalkan paparan publik.

Taman-taman besar dan kolam renang juga dibuka di beberapa kota untuk membantu orang tetap tenang. Otoritas Paris mengatur saluran telepon darurat dan mengatur "kamar dingin" sementara di gedung-gedung kota.

Dikabarkan sebelumnya, Kementerian Pertanian Prancis menyatakan, akibat gelombang gelombang panas yang melanda sebagian wilayah di negara itu, angka produksi anggur akan mengalami penurunan sebesar 6 persen hingga 13 persen.

Prancis yang merupakan salah satu penghasil dan pengekspor anggur terbesar di dunia, mengalami pukulan yang cukup keras akibat kondisi cuaca buruk, termasuk gelombang panas yang melanda negara itu pada akhir Juni lalu.

Berdasarkan perkiraan yang dibuat oleh Kementerian Pertanian Prancis pada 12 Juli lalu, kondisi cuaca ditambah faktor-faktor lain, membuat angka produksi anggur hanya mencapai antara 42,8 juta hektoliter hingga 46,4 juta hektoliter. Pencapaian tersebut, merupakan angka terendah dalam lima tahun terakhir.

Kondisi cuaca yang tidak menguntungkan menghantam tanaman anggur, terutama di daerah penghasil anggur di wilayah Barat Prancis, seperti Val de Loire, Charente, Bordela.

Sementara, di wilayah Prancis Selatan, gelombang panas memecahkan rekor, dengan suhu di beberapa tempat mencapai 46 derajat Celcius atau sekitar 115 derajat Fahrenheit.

Gelombang panas ini menyebabkan penurunan produksi anggur di tiga wilayah, Gard, Herault dan Var. (afp)

See Also

Ratusan Keluarga Di Queensland Mengungsi
Topan Faxai Hantam Jepang
Rusia Bikin Lagi Rudal Jarak Menengah
Presiden AS Harap Presiden China Temui Pendemo Hong Kong
Hong Kong Menghangat
Uskup Melbourne Peter Comensoli Pilih Masuk Penjara Dibanding Bocorkan Pengakuan Dosa Jemaat
Survei Sebut Advokat Australia Dan Selandia Baru Alami Kecemasan Dan Depresi
Jerman Bersiap Dihantam Gelombang Panas
Perempuan Lempar Telur Ke PM Australia Dihukum Kerja Sosial 18 Bulan
Kelompok Triad Hong Kong Diduga Terlibat Penyerbuan Stasiun MRT Yuen Long
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Michelle Obama Terpilih Sebagai Wanita Paling Dikagumi Di Dunia
Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.438.548 Since: 07.04.14 | 0.8488 sec