YouTube Facebook Twitter RSS
22 Sep 2019, 0

Internasional

Topan Faxai Hantam Jepang

Tuesday, 10 September 2019 | View : 27

siarjustisia.com-TOKYO.

Topan Faxai menerjang kawasan di sekitar Ibu Kota Jepang, Tokyo dengan hujan lebat dan angin berkecepatan hingga 210 km/jam.

Ratusan ribu orang di kawasan sekitar Tokyo disarankan untuk mengungsi setelah prakirawan cuaca memperingatkan bahwa kondisi hujan dan angin dapat memecahkan rekor.

Sekitar 17 ribu penumpang telantar semalaman di Bandara Narita di Tokyo, Jepang. Ini terjadi akibat topan dahsyat yang telah menyebabkan kekacauan transportasi di Tokyo.

Topan Faxai telah menyebabkan lebih dari 100 penerbangan dibatalkan dan jalan-jalan serta rel kereta api ke Bandara Narita juga terganggu parah, sehingga banyak orang tidak memiliki akses transportasi menuju ke pusat kota.

Badai itu juga telah mempengaruhi layanan transportasi, di mana jadwal sekitar 100 kereta shinkansen dan 100 penerbangan di Tokyo dibatalkan.

Topan itu datang setelah Korea Utara juga diterjang topan lain hari Minggu (8/9/2019) kemarin yang menewaskan lima orang.

Menurut perusahaan Tokyo Electric Power, listrik di sekitar 290.000 rumah putus ketika Topan Faxai 'mendarat'.

Pihak berwajib mengeluarkan peringatan evakuasi tidak-wajib bagi lebih dari 390.000 warga di prefektur Kanagawa, Shizuoka dan Tokyo.

JR East, operator utama kereta api di daerah pinggiran Tokyo, telah membatalkan jadwal kereta mereka di kawasan tersebut hingga Senin (9/9/2019) pukul delapan pagi untuk memberi waktu proses inspeksi lajur kereta yang mungkin rusak akibat topan.

Topan Faxai kini mengarah ke utara dengan kecepatan 25 km/jam dan diperkirakan akan menerjang sisi Timur Laut Jepang.

Pemerintah juga telah memberi peringatan kemungkinan terjadinya longsor dan luapan sungai.

Juru bicara Bandara Narita Kei Miyahara mengatakan, total 16.900 penumpang telantar di bandara itu pada Senin (9/9/2019) waktu setempat.

"Para penumpang kini mulai pergi ke rumah mereka atau ke tujuan akhir mereka seiring bus-bus dan kereta-kereta telah melanjutkan operasi," tutur Miyahara seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (10/9/2019).

"Kami mengirimkan informasi dalam bahasa Inggris dan Jepang di papan tanda digital, dan membuat pengumuman dalam empat bahasa, termasuk China dan Korea," ujar Miyahara.

Pihak bandara menyatakan bahwa mereka telah memberikan 2 ribu botol air minum, 19 ribu bungkus biskuit dan 18 ribu kasur gulung untuk para penumpang yang telantar.

Narita, yang terletak di Chiba di sebelah timur Tokyo, tepat berada di garis Topan Faxai, yang membawa angin berkecepatan hingga 207 kilometer per jam.

Kereta bawah tanah di seluruh wilayah metropolitan Tokyo belum dibuka hingga pukul 08.00 pada Senin (9/9/2019) waktu setempat, karena otoritas masih memeriksa puing-puing dan kerusakan. Hal ini memicu kekacauan di jam-jam sibuk pagi hari.

Kekacauan ini terjadi saat Jepang bersiap menjadi tuan rumah Piala Dunia Rugby akhir bulan ini, serta Olimpiade Tokyo 2020 yang akan segera tiba. Badai datang di tengah persiapan yang dilakukan Jepang untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Rugby.

Manajer tim Inggris, Eddie Jones, mengatakan pihaknya akan lanjut sesuai rencana, sementara rencana darurat disiapkan sebelum turnamen dimulai pada 20 September nanti.

Kedatangan tim Australia pun tertunda akibat badai tersebut.

Pada Sabtu (7/9/2019) lalu, Topan Lingling melintasi Korea Utara, menyebabkan banjir di lahan pertanian seluas 460 km persegi, menurut kantor berita Korut, KCNA.

Ada kekhawatiran bahwa badai itu dapat memperburuk kondisi kurangnya persediaan makanan di negeri itu.

Pada awal tahun ini, PBB memperingatkan bahwa hampir 10 juta warga Korea Utara "sangat membutuhkan bantuan pangan." (afp/kcna)

See Also

Ratusan Keluarga Di Queensland Mengungsi
Gelombang Panas Di Prancis Menelan Hampir 1.500 Korban
Rusia Bikin Lagi Rudal Jarak Menengah
Presiden AS Harap Presiden China Temui Pendemo Hong Kong
Hong Kong Menghangat
Uskup Melbourne Peter Comensoli Pilih Masuk Penjara Dibanding Bocorkan Pengakuan Dosa Jemaat
Survei Sebut Advokat Australia Dan Selandia Baru Alami Kecemasan Dan Depresi
Jerman Bersiap Dihantam Gelombang Panas
Perempuan Lempar Telur Ke PM Australia Dihukum Kerja Sosial 18 Bulan
Kelompok Triad Hong Kong Diduga Terlibat Penyerbuan Stasiun MRT Yuen Long
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Michelle Obama Terpilih Sebagai Wanita Paling Dikagumi Di Dunia
Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.438.616 Since: 07.04.14 | 1.0058 sec