YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jan 2020, 0

Hukum

Putri Sri Bintang Pamungkas Sebut Kasusnya Tak Berkaitan Dengan Politik

Monday, 30 September 2019 | View : 262

siarjustisia.com-JAKARTA.

Putri Sri Bintang Pamungkas, HHY alias L dicokok polisi karena berkaitan dengan kasus narkoba.

L yang duduk di kursi roda bingung saat polisi menghadirkannya dalam jumpa pers di MaPolda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. No.55, RT05/RW03, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Perempuan berkaca mata itu menggunakan penutup wajah dan baju tahanan saat hadir di jumpa pers. Beberapa kali berusaha menahan tangis.

Kemudian, dia mengatakan, kalau kasus ini tak ada kaitannya dengan politik atau dengan ayahnya Sri Bintang Pamungkas.

Entah apa yang ia maksudkannya. Tak lama berselang, ia kembali digiring masuk oleh anggota polisi ke ruangan.

"Ini enggak ada urusannya ya mestinya sama politik," kata L di MaPolda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. No.55, RT05/RW03, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (29/9/2019).

Saat jumpa pers, Kasubdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Iqbal Simatupang mengatakan, L menggunakan barang haram itu agar staminanya tetap terjaga.

"Jadi kalau ditanya kenapa dia pakai, dia mungkin biar terasa fit, terasa fresh staminanya meningkat. Lebih percaya diri itu saja," kata Iqbal soal kasus putri Sri Bintang Pamungkas.

Menurut dia, saat diamankan, L berada di kediaman Sri Bintang Pamungkas. Saat itu Sri Bintang Pamungkas melihat langsung anaknya akan ditangkap.

"Jadi kita sudah tanya langsung ke beliau (Sri Bintang Pamungkas), ini adalah putrinya, juga ibunya sudah datang ke kantor, kita konfirmasi, apakah ini putri dari ibu, dinyatakan ini benar," beber Iqbal.

Atas perbuatannya, L dikenakan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 127 huruf a juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2019 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, dengan denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. (lip)

See Also

Benny Tjokro Ditahan Kejagung
Polda Metro Jaya Akan Periksa Siwi Pramugari Terkait Kasus Gundik
KPK Dalami Peran Direktur PT. Milades Indah Mandiri
KPK Sita Dokumen Di Sidoarjo
MenKoPolhukam Akan Panggil Menteri BUMN Dan MenKeu
Komisioner KPU Pengganti Wahyu Setiawan
Wahyu Setiawan Resmi Mundur Dari KPU
KPK Geledah 3 Lokasi Di Sidoarjo
KPK Geledah Kantor Dinas PU Sidoarjo
Bupati Sidoarjo Diperiksa KPK Sebagai Tersangka
Polda Sumatera Utara Ungkap Pembunuh Hakim PN Medan
Polda Sumatera Utara Tangkap Pembunuh Hakim PN Medan
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Densus 88 Antiteror Bekuk Terduga Teroris Di Yogyakarta
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Polri Ringkus Terduga Teroris Di Papua
Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo Jadi Kabareskrim
Polsek Senen Selidiki Penemuan Jenazah Pria Di Underpass Senen
Ledakan Bom Bunuh Diri Terjadi Di Polrestabes Medan
Kasus Suap Wali Kota Medan, KPK Panggil Direktur PT. Kani Jaya Sentosa
KPK Panggil Direktur Ritel PT. Sarinah (Persero)
KPK Akan Periksa Mantan Wakil Bupati Lampung Utara Hari Ini
KPK Akan Periksa Istri Wali Kota Medan Hari Ini
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
KPK Cecar GM PT. Waskita Beton Precast Tbk. Terkait Kasus Korupsi Jembatan Waterfront City
jQuery Slider

Comments

Archives :2020201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 9.090.060 Since: 07.04.14 | 0.687 sec