YouTube Facebook Twitter RSS
17 Oct 2019, 0

Internasional

PM Australia Akan Hadir Pelantikan Presiden Joko Widodo

Tuesday, 08 October 2019 | View : 13

siarjustisia.com-CANBERRA.

Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison akan menghadiri pelantikan Presiden RI Joko Widodo yang akrab disapa "Jokowi". Jokowi akan dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober nanti.

Seperti dilaporkan The Sydney Morning Herald, Senin (7/10/2019), Scott Morrison akan menghabiskan waktu dua hari di Jakarta, ibu kota Indonesia, untuk menghadiri pelantikan kedua Jokowi. Kedatangannya nanti jadi kunjungan keduanya dalam waktu satu tahun ini.

Kunjungan Scott Morrison melanjutkan tradisi diplomatik para PM Australia yang secara rutin mendatangi pelantikan presiden Indonesia.

Tradisi dimulai pada 2004 saat John Howard menghadiri pelantikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Lima tahun selanjutnya, PM Australia Kevin Rudd menghadiri pelantikan kedua SBY sebagai presiden RI.

Selanjutnya, pada 2014 PM Australia Tony Abbott juga menghadiri pelantikan pertama Jokowi sebagai presiden.

Dikabarkan, para pemimpin dunia, menteri luar negeri, dan diplomat senior akan datang ke pelantikan Jokowi nanti. Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Wakil Presiden China Wang Qishan akan hadir. Begitu pula para pemimpin di ASEAN, dan perwakilan negara seperti Korea Selatan dan Jepang.

Sebelumnya, ucapan selamat untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas kemenangan dalam pilpres 2019 datang dari Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison.

PM Morrison mengharapkan hubungan Australia dan Indonesia bisa semakin mendalam.

"Selamat paling hangat @jokowi atas terpilihnya kembali Anda sebagai Presiden Indonesia," tulis PM Morrison dalam pernyataan via akun Twitter resminya, seperti dikutip pada Rabu (22/5/2019).

Lebih lanjut, PM Morrison menyebut Indonesia sebagai mitra penting bagi Australia.

"Indonesia merupakan salah satu mitra strategis paling penting Australia. Kami berharap dapat memperdalam hubungan antara Australia dan Indonesia untuk seluruh kepentingan bersama kita," tegasnya.

Selain dari PM Australia, Jokowi telah menerima ucapan selamat dari PM Malaysia Mahathir Muhamad, Wakil PM Malaysia Wan Azizah Wan Ismail, PM India Narendra Modi, Presiden Singapura Halimah Yacob, PM Singapura Lee Hsien Loong dan Presiden China Xi Jinping.

Namun, The Sydney Morning Herald melaporkan Jokowi tidak akan berpidato di Parlemen Australia tahun ini. Sebagai gantinya, para diplomat di Canberra dan Jakarta sedang mengincar tanggal di Januari atau Februari 2020 agar Presiden Joko Widodo bisa mengunjungi Australia dan berpidato bersama di parlemen Australia.

Jika Jokowi benar-benar berpidato di hadapan parlemen Australia adalah suatu kehormatan yang diberikan kepada beberapa pemimpin dunia ia akan jadi presiden RI kedua yang melakukan hal tersebut. Sebelumnya, SBY pernah pidato pada Maret 2010.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison. Scott Morrison pernah berkunjung ke Jakarta pada Jumat (31/8/2018) lalu. Dalam pertemuan bilateral itu Morrison dan Jokowi punya beberapa kesepakatan menyangkut hubungan kedua negara.

Jokowi menyebut Australia sebagai salah satu mitra penting Indonesia dan bagi ASEAN. Jokowi juga mengatakan Indonesia menyambut baik peningkatan hubungan kedua negara dari comprehensive partnership menjadi comprehensive strategic partnership.

"Kami juga menegaskan pentingnya keterbukaan ekonomi dan upaya memperkokoh hubungan ekonomi yang saling menguntungkan. Dalam kaitan ini kami menyambut baik selesainya perundingan substantif Indonesia-Australia Comprehensive Partnership," kata Jokowi di Ruang Teratai, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, saat itu, Jumat (31/8/2018).

Selain itu, Jokowi menyampaikan pentingnya penghormatan hukum internasional dan penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara. Kerja sama di bidang keamanan disebut Jokowi juga ditingkatkan.

"Kami juga sepakat kerja sama untuk terus meningkatkan kerja sama di bidang keamanan, termasuk di dalamnya bidang cyber security," kata Jokowi.

Selanjutnya, kedua negara sepakat soal penanganan isu kawasan dan dunia, termasuk soal terorisme dan melanjutkan komunikasi mengenai pengembangan konsep Indopasifik.

Serta mengenai isu Palestina," kata Jokowi.

Total ada 3 Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani kedua negara yaitu soal ekonomi kreatif, keamanan siber, dan transportasi. (abc/thesydneymorningherald)

See Also

Akademisi Asing Ditahan Otoritas Iran
Alumnus Universitas Top Australia Peroleh Gaji Lebih Kecil
Permintaan Suaka Australia Lewat Udara Capai Rekor Tertinggi
China Akan Pamerkan Rudal Nuklir Dalam Parade Militer
Petani Australia Kesulitan Cari Pekerja
Arab Saudi Terbitkan Visa Turis Untuk 49 Negara
Pengawal Raja Arab Saudi Tewas Ditembak
Gempa Guncang Chile 6,8 SR
Ratusan Keluarga Di Queensland Mengungsi
Topan Faxai Hantam Jepang
Gelombang Panas Di Prancis Menelan Hampir 1.500 Korban
Rusia Bikin Lagi Rudal Jarak Menengah
Presiden AS Harap Presiden China Temui Pendemo Hong Kong
Hong Kong Menghangat
Uskup Melbourne Peter Comensoli Pilih Masuk Penjara Dibanding Bocorkan Pengakuan Dosa Jemaat
Survei Sebut Advokat Australia Dan Selandia Baru Alami Kecemasan Dan Depresi
Jerman Bersiap Dihantam Gelombang Panas
Perempuan Lempar Telur Ke PM Australia Dihukum Kerja Sosial 18 Bulan
Kelompok Triad Hong Kong Diduga Terlibat Penyerbuan Stasiun MRT Yuen Long
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Michelle Obama Terpilih Sebagai Wanita Paling Dikagumi Di Dunia
Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.580.733 Since: 07.04.14 | 1.1241 sec