YouTube Facebook Twitter RSS
29 Feb 2020, 0

Internasional

PM Australia Akan Hadir Pelantikan Presiden Joko Widodo

Tuesday, 08 October 2019 | View : 70

siarjustisia.com-CANBERRA.

Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison akan menghadiri pelantikan Presiden RI Joko Widodo yang akrab disapa "Jokowi". Jokowi akan dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober nanti.

Seperti dilaporkan The Sydney Morning Herald, Senin (7/10/2019), Scott Morrison akan menghabiskan waktu dua hari di Jakarta, ibu kota Indonesia, untuk menghadiri pelantikan kedua Jokowi. Kedatangannya nanti jadi kunjungan keduanya dalam waktu satu tahun ini.

Kunjungan Scott Morrison melanjutkan tradisi diplomatik para PM Australia yang secara rutin mendatangi pelantikan presiden Indonesia.

Tradisi dimulai pada 2004 saat John Howard menghadiri pelantikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Lima tahun selanjutnya, PM Australia Kevin Rudd menghadiri pelantikan kedua SBY sebagai presiden RI.

Selanjutnya, pada 2014 PM Australia Tony Abbott juga menghadiri pelantikan pertama Jokowi sebagai presiden.

Dikabarkan, para pemimpin dunia, menteri luar negeri, dan diplomat senior akan datang ke pelantikan Jokowi nanti. Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Wakil Presiden China Wang Qishan akan hadir. Begitu pula para pemimpin di ASEAN, dan perwakilan negara seperti Korea Selatan dan Jepang.

Sebelumnya, ucapan selamat untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas kemenangan dalam pilpres 2019 datang dari Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison.

PM Morrison mengharapkan hubungan Australia dan Indonesia bisa semakin mendalam.

"Selamat paling hangat @jokowi atas terpilihnya kembali Anda sebagai Presiden Indonesia," tulis PM Morrison dalam pernyataan via akun Twitter resminya, seperti dikutip pada Rabu (22/5/2019).

Lebih lanjut, PM Morrison menyebut Indonesia sebagai mitra penting bagi Australia.

"Indonesia merupakan salah satu mitra strategis paling penting Australia. Kami berharap dapat memperdalam hubungan antara Australia dan Indonesia untuk seluruh kepentingan bersama kita," tegasnya.

Selain dari PM Australia, Jokowi telah menerima ucapan selamat dari PM Malaysia Mahathir Muhamad, Wakil PM Malaysia Wan Azizah Wan Ismail, PM India Narendra Modi, Presiden Singapura Halimah Yacob, PM Singapura Lee Hsien Loong dan Presiden China Xi Jinping.

Namun, The Sydney Morning Herald melaporkan Jokowi tidak akan berpidato di Parlemen Australia tahun ini. Sebagai gantinya, para diplomat di Canberra dan Jakarta sedang mengincar tanggal di Januari atau Februari 2020 agar Presiden Joko Widodo bisa mengunjungi Australia dan berpidato bersama di parlemen Australia.

Jika Jokowi benar-benar berpidato di hadapan parlemen Australia adalah suatu kehormatan yang diberikan kepada beberapa pemimpin dunia ia akan jadi presiden RI kedua yang melakukan hal tersebut. Sebelumnya, SBY pernah pidato pada Maret 2010.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison. Scott Morrison pernah berkunjung ke Jakarta pada Jumat (31/8/2018) lalu. Dalam pertemuan bilateral itu Morrison dan Jokowi punya beberapa kesepakatan menyangkut hubungan kedua negara.

Jokowi menyebut Australia sebagai salah satu mitra penting Indonesia dan bagi ASEAN. Jokowi juga mengatakan Indonesia menyambut baik peningkatan hubungan kedua negara dari comprehensive partnership menjadi comprehensive strategic partnership.

"Kami juga menegaskan pentingnya keterbukaan ekonomi dan upaya memperkokoh hubungan ekonomi yang saling menguntungkan. Dalam kaitan ini kami menyambut baik selesainya perundingan substantif Indonesia-Australia Comprehensive Partnership," kata Jokowi di Ruang Teratai, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, saat itu, Jumat (31/8/2018).

Selain itu, Jokowi menyampaikan pentingnya penghormatan hukum internasional dan penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara. Kerja sama di bidang keamanan disebut Jokowi juga ditingkatkan.

"Kami juga sepakat kerja sama untuk terus meningkatkan kerja sama di bidang keamanan, termasuk di dalamnya bidang cyber security," kata Jokowi.

Selanjutnya, kedua negara sepakat soal penanganan isu kawasan dan dunia, termasuk soal terorisme dan melanjutkan komunikasi mengenai pengembangan konsep Indopasifik.

Serta mengenai isu Palestina," kata Jokowi.

Total ada 3 Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani kedua negara yaitu soal ekonomi kreatif, keamanan siber, dan transportasi. (abc/thesydneymorningherald)

See Also

2.009 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Polisi Singapura Bekuk Penipu Modus Jualan Masker Via Online
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
1.115 Orang Tewas Akibat Virus Corona
Denda Menyetir Sambil Menggunakan HP Di Australia Barat Naik
174 Orang Di Kapal Pesiar Diamond Princess Positif Virus Corona
Dua Pejabat Kesehatan Provinsi Hubei Dicopot
Jakrapanth Thomma, Penembak Maut Di Mal Bangkok
Kronologi Penembakan Massal Maut Di Mal Bangkok
Penembakan Massal Brutal Di Mal Bangkok
Warga Singapura Panik Borong Belanja
Pemerintah Singapura Naikkan Status Waspada Wabah Virus Corona
Singapura Siaga Wabah Virus Corona
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
61 Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Positif Virus Corona
Raja Arab Saudi Dan Presiden China Bahas Virus Korona
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
jQuery Slider

Comments

Archives :2020201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 9.287.063 Since: 07.04.14 | 0.8222 sec