YouTube Facebook Twitter RSS
17 Oct 2019, 0

Hukum

Hakim Tolak Eksepsi Romahurmuziy

Wednesday, 09 October 2019 | View : 57

siarjustisia.com-JAKARTA.

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Rabu (9/10/2019), menolak nota keberatan atau eksepsi mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ir. H. Muhammad Romahurmuziy, M.T. alias Rommy.

"Mengadili, satu, menyatakan keberatan atau eksepsi dari terdakwa dan tim penasihat hukum terdakwa Muhammad Romahurmuziy tidak dapat diterima," ujar Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri dalam pembacaan putusan sela di Pengadilan Tipikor, Jl. Bungur Besar Raya No.24,26,28, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dalam perkara ini Rommy didakwa menerima suap bersama-sama dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebesar Rp 325 juta dari Kepala Kantor Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Rp 91,4 juta dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi terkait dengan pengangkatan keduanya dalam jabatan masing-masing.

Majelis hakim menolak seluruh eksepsi yang dibacakan oleh Rommy maupun tim penasihat hukumnya pada Senin (23/9/2019).

Salah satu nota keberatan Rommy yang ditolak mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK terhadap dirinya yang dianggap memangkas suara PPP pada Pemilihan Umum 2019.

Majelis hakim menilai nota kesepahaman tersebut berada di luar konteks keberatan atau eksepsi yang diatur oleh undang-undang sehingga layak dikesampingkan.

"Semuanya itu menurut Majelis Hakim adalah diluar konteks keberatan atau eksepsi sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 156 ayat (1) dan Pasal 153 ayat (2) huruf a dan b, oleh karena itu tidak perlu dipertimbangkan dan harus dikesampingkan," ujar Fahzal.

Penasihat hukum Rommy Maqdir Ismail mengatakan pihaknya akan mengajukan banding terkait putusan sela tersebut.

Dalam surat dakwaan tersebut disebutkan bahwa suap sebesar Rp 325 juta tersebut diberikan lantaran Rommy telah melakukan intervensi baik langsung maupun tidak langsung terhadap proses pengangkatan Haris Hasanuddin sebagai Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.

Adapun rincian penerimaan uang tersebut, yakni Rommy menerima Rp 255 juta dalam dua tahap masing-masing Rp5 juta pada Januari 2019 dan Rp 250 juta pada Februari 2019.

Sementara untuk suap sebesar Rp 91,4 juta diberikan diberikan karena Rommy telah melakukan intervensi baik langsung maupun tidak langsung terhadap proses pengangkatan Muhammad Muafaq Wirahadi sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik,

Atas perbuatannya, Rommy didakwa Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Untuk diketahui, Haris dan Muafaq telah divonis oleh Majelis Hakim pada Pengadilan Tipikor Jakarta.

Untuk Haris divonis 2 tahun penjara karena dinilai terbukti menyuap Rommy dan Menag Lukman sebesar Rp 325 juta.

Sedangkan Muafaq divonis 1,5 tahun penjara karena dinilai terbukti memberikan suap sejumlah Rp 91,4 juta kepada Rommy dan caleg DPRD Gresik dari PPP Abdul Wahab.

Sidang dilanjutkan pada Rabu (16/10/2019) dengan agenda pembacaan pemeriksaan saksi. (antara)

See Also

KPK Periksa Anggota BPK Sebagai Tersangka
Polda Metro Jaya Gerebek Kasino Tersembunyi
Putri Sri Bintang Pamungkas Sebut Kasusnya Tak Berkaitan Dengan Politik
Putri Sri Bintang Pamungkas Diduga Sudah Dua Tahun Lebih Konsumsi Sabu-sabu
Putri Sri Bintang Pamungkas Diamankan Terkait Dugaan Narkoba
Putri Sri Bintang Pamungkas Terjerat Kasus Narkoba
Putri Sri Bintang Pamungkas Diduga Tersangkut Kasus Narkoba
Ipda Erwin Yudha Wildani Yang Terbakar Saat Amankan Demo Akhirnya Meninggal Dunia
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Rumah Sakit Polri Sebut Polisi Yang Terbakar Saat Kawal Demo Alami Luka Bakar 64
Anggota Polres Cianjur Alami Luka Bakar
Artis Rio Reifan Kembali Ditangkap Terkait Narkoba
Umar Kei Ditangkap, Polisi Sita 5 Plastik Sabu Dan Senpi
Jefri Nichol Ditahan Sebagai Tersangka Kasus Ganja
Jefri Nichol Ditangkap Karena Narkoba
Terjerat Narkoba, Jamal Preman Pensiun Ajukan Rehabilitasi
Kronologi Penangkapan Nunung Dan Suaminya
Komedian Nunung Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Hasil Rapat MK Soal Penerimaan Gugatan Pilpres Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Susunan Tim Kuasa Hukum Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Hashim Djojohadikusumo Penanggung Jawab Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ke MK
Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia
BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Daftarkan Gugatan Hasil Pilpres Ke MK Malam Nanti
MK Putuskan Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Maksimum 14 Hari
Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.580.850 Since: 07.04.14 | 1.9896 sec