YouTube Facebook Twitter RSS
12 Nov 2019, 0

Hukum

KPK Sita Uang Rp 200 Juta Dalam OTT Di Medan

Thursday, 17 October 2019 | View : 64

siarjustisia.com-JAKARTA.

Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Selasa (15/10/2019/2019) malam hingga Rabu (16/10/2019) dinihari. Dalam OTT ini, KPK turut menyita uang tunai lebih dari Rp 200 juta.

"Uang yang diamankan lebih dari Rp 200 juta," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (16/10/2019) pagi.

Uang tersebut diduga merupakan barang bukti transaksi suap yang melibatkan Dzulmi. KPK menduga, Dzulmi kerap menerima setoran dari dinas-dinas di lingkungan Pemkot Medan. "Diduga praktik setoran dari dinas-dinas sudah berlangsung beberapa kali. Tim sedang mendalami lebih lanjut," kata Febri Diansyah.

Selain menangkap Dzulmi, dalam OTT ini, tim Satgas KPK juga meringkus enam orang lainnya yang terdiri dari Kepala Dinas PU, protokoler dan ajudan Walikota, serta pihak swasta.

Dzulmi dan enam orang lainnya saat ini sedang dalam perjalanan menuju Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Lembaga Antikorupsi memiliki waktu 1x24 jam setelah penangakapan untuk menentukan status perkara dan status hukum para pihak yang diringkus. Febri Diansyah berjanji pihaknya akan menyampaikan secara rinci mengenai OTT ini dalam konferensi pers.

Menyusul OTT KPK terhadap Wali Kota Medan, sistem pemerintahan di Kota Medan, masih tetap berjalan. Namun, kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) hangat membicarakan penangkapan tersebut. "Kita tidak mengetahui kasus yang menjerat pimpinan. Tentunya ini mengganggu kinerja pemerintahan, apalagi PNS sibuk membahas kebenaran penangkapan Wali Kota Medan," kata seorang PNS di Pemkot Medan.

Saat pemilihan kepala daerah di tahun 2015 lalu, Dzulmi Eldin berpasangan dengan Akhyar Nasution, didukung koalisi delapan partai yakni, PDI Perjuangan, Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Nasional Demokrat (NasDem), PPP, PKS, PBB, PAN, dan PKPI. Rival mereka dalam pilkada adalah Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma, yang didukung Partai Demokrat (PD) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). (sp)

See Also

Kasus Suap Wali Kota Medan, KPK Panggil Direktur PT. Kani Jaya Sentosa
KPK Panggil Direktur Ritel PT. Sarinah (Persero)
KPK Akan Periksa Mantan Wakil Bupati Lampung Utara Hari Ini
KPK Akan Periksa Istri Wali Kota Medan Hari Ini
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
KPK Cecar GM PT. Waskita Beton Precast Tbk. Terkait Kasus Korupsi Jembatan Waterfront City
KPK Tahan Mantan Ketua DPRD Tulungagung
Polresta Palembang Tangkap Ibu Bunuh Bayi Dalam Mesin Cuci
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Komjen Pol Idham Azis Jadi Kapolri?
Komjen Pol Ari Dono Sukmanto Ditunjuk Menjadi Plt Kapolri
Kasus Penyidikan Fuad Amin Imron Dihentikan
KPK Panggil Staf Keuangan PT. Waskita Karya Tbk
KPK Tetapkan 2 Mantan Kalapas Sukamiskin Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap
Polda Metro Jaya Amankan Artis Vicky Nitinegoro Diduga Terkait Narkotika
KPK Tahan Wali Kota Medan
22 Teroris Dibekuk Di 8 Provinsi Pasca Penusukan MenkoPolhukam
KPK Periksa Anggota BPK Sebagai Tersangka
Polda Metro Jaya Gerebek Kasino Tersembunyi
Putri Sri Bintang Pamungkas Sebut Kasusnya Tak Berkaitan Dengan Politik
Putri Sri Bintang Pamungkas Diduga Sudah Dua Tahun Lebih Konsumsi Sabu-sabu
Putri Sri Bintang Pamungkas Diamankan Terkait Dugaan Narkoba
Putri Sri Bintang Pamungkas Terjerat Kasus Narkoba
Putri Sri Bintang Pamungkas Diduga Tersangkut Kasus Narkoba
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.712.652 Since: 07.04.14 | 2.4959 sec