YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jan 2020, 0

Hukum

KPK Tetapkan 2 Mantan Kalapas Sukamiskin Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap

Thursday, 17 October 2019 | View : 187

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (KaLapas) Sukamiskin, Deddy Handoko dan Wahid Husein, sebagai tersangka kasus dugaan suap. Keduanya diduga menerima suap dalam bentuk uang dan mobil mewah.

Kasus pertama adalah dugaan suap dari napi korupsi Tubagus Chaery Wardana alias Wawan (TCW) kepada Deddy Handoko. KPK menduga Wawan memberi suap dalam bentuk mobil mewah kepada Deddy agar mendapat kemudahan dalam mengurus izin ke luar lapas.

"Selama ditempatkan di Lapas Sukamiskin periode 26 September 2016-14 Maret 2018, TCW diduga telah memberi Mobil Toyota Kijang Innova Putih Reborn G Luxury dengan nomor polisi D-101-CAT kepada DHA (Deddy Handoko)," ungkap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada Kavling K4, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019).

Berikutnya, Wawan juga diduga memberi suap kepada Wahid Husein. Suap diduga dalam bentuk uang Rp 75 juta.

KPK menetapkan Wahid Husein sebagai tersangka kasus suap. Wahid diduga menerima mobil mewah Toyota Land Cruiser Hardtop tahun 1981 dari salah satu narapidana di Sukamiskin. Wahid juga menerima uang dari narapidana Tubagus Chaery Wardana alias Wawan sebesar Rp 75 juta agar bebas keluar Lapas. Dalam kasus ini Wawan juga ditetapkan sebagai tersangka.

"Pemberian-pemberian tersebut diduga memiliki maksud untuk mendapatkan kemudahan izin keluar lapas dari DHA dan WH saat menjadi Kalapas Sukamiskin. Izin yang berusaha didapatkan adalah izin berobat ke luar lapas maupun izin luar biasa," tuturnya.

Tak cuma dari Wawan, Wahid juga diduga menerima gratifikasi dalam bentuk mobil Toyota Land Cruiser Hardtop tahun 1981. Mobil itu didapat Wahid dari salah satu warga binaan.

Pemberian mobil itu berawal saat Wahid memanggil si narapidana pada Maret 2018. Wahid menanyakan soal kesediaan mobil jip si warga binaan itu untuk digunakan Wahid.

"Warga binaan tersebut kemudian mengatakan WH bisa menggunakan mobil jip miliknya, yakni Toyota Land Cruiser Hardtop tahun 1981 warna hitam dengan nomor polisi F-68-UP," ucapnya.

KPK mengatakan mobil beserta BPKB-nya diantar ke Lapas Sukamiskin sepekan kemudian. Wahid kemdian memerintahkan dilakukan balik nama mobil tersebut dari nama salah satu warga binaan menjadi salah satu nama pembantu di rumah mertua Wahid.

"Dua bulan kemudian atau sekitar Juli 2018, proses balik nama atas mobil Toyota Land Cruiser Hardtop warna hitam telah selesai. Nomor polisi telah berubah dari semula F-68-UP menjadi D-1252-OY. Meski mobil tersebut bukan atas nama WH, hingga saat itu, mobil masih dalam penguasaan WH," tutur Basaria Panjaitan.

Berikutnya, Wahid juga menerima suap dari Dirut PT. Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar. Dugaan suap ini berawal dari permintaan Wahid kepada Rahadian, yang merupakan pengusaha mitra Lapas Sukamiskin, untuk mencarikan mobil pengganti serta meminta Rahadian membeli mobil milikinya senilai Rp 200 juta.

"Atas permintaan tersebut, RAZ menyanggupi untuk membeli mobil Mitsubishi Pajero Sport Hitam senilai sekitar Rp 500 juta untuk WH. Ia juga menyanggupi membeli Toyota Innova milik WH," bebernya.

Rahadian kemudian disebut menyampaikan agar Wahid membayar cicilan mobil Pajero Sport itu senilai Rp 14 juta per bulan. Namun Wahid keberatan sehingga Rahadian menyanggupi untuk membayar cicilan. Rahadian juga ditetapkan sebagai tersangka.

Wahid Husein saat ini menjadi narapidana di Lapas Sukamiskin. Dia divonis 8 tahun penjara terkait kasus menerima suap dari narapidana.

KPK menetapkan lima tersangka baru kasus dugaan suap terkait pemberian fasilitas di Lapas Sukamiskin, Kota Bandung. Penetapan tersangka baru ini dilakukan setelah KPK melakukan pengembangan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husein pada 2018.

"Dalam penyidikan tersebut sekaligus ditetapkan 5 orang tersangka," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada Kavling K4, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019).

Lima tersangka itu ialah:

Tersangka penerima:

1. Mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein (WH)

2. Mantan Kalapas Sukamiskin Deddy Handoko (DHA)

Tersangka Pemberi

1. Napi kasus korupsi, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan (TCW)

2. Mantan Bupati Bangkalan yang juga napi korupsi Fuad Amin (FA) (status tersangka gugur karena Fuad wafat dalam proses penyidikan)

3. Direktur Utama PT. Glori Karsa Abadi, Rahadian Azhar (RAZ)

See Also

Benny Tjokro Ditahan Kejagung
Polda Metro Jaya Akan Periksa Siwi Pramugari Terkait Kasus Gundik
KPK Dalami Peran Direktur PT. Milades Indah Mandiri
KPK Sita Dokumen Di Sidoarjo
MenKoPolhukam Akan Panggil Menteri BUMN Dan MenKeu
Komisioner KPU Pengganti Wahyu Setiawan
Wahyu Setiawan Resmi Mundur Dari KPU
KPK Geledah 3 Lokasi Di Sidoarjo
KPK Geledah Kantor Dinas PU Sidoarjo
Bupati Sidoarjo Diperiksa KPK Sebagai Tersangka
Polda Sumatera Utara Ungkap Pembunuh Hakim PN Medan
Polda Sumatera Utara Tangkap Pembunuh Hakim PN Medan
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Densus 88 Antiteror Bekuk Terduga Teroris Di Yogyakarta
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Polri Ringkus Terduga Teroris Di Papua
Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo Jadi Kabareskrim
Polsek Senen Selidiki Penemuan Jenazah Pria Di Underpass Senen
Ledakan Bom Bunuh Diri Terjadi Di Polrestabes Medan
Kasus Suap Wali Kota Medan, KPK Panggil Direktur PT. Kani Jaya Sentosa
KPK Panggil Direktur Ritel PT. Sarinah (Persero)
KPK Akan Periksa Mantan Wakil Bupati Lampung Utara Hari Ini
KPK Akan Periksa Istri Wali Kota Medan Hari Ini
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
KPK Cecar GM PT. Waskita Beton Precast Tbk. Terkait Kasus Korupsi Jembatan Waterfront City
jQuery Slider

Comments

Archives :2020201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 9.090.123 Since: 07.04.14 | 0.7002 sec